Publik Minta Manajer PT KIPI Dicopot, Protes Diluapkan Melalui Baliho Besar di Jalan Poros

oleh -264.759 views

Kaltara | REALITAS  —  (22/9/2025) — Kekecewaan masyarakat terhadap manajer PT Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Mangkupadi memuncak.

Mereka kini meluapkan aspirasi melalui media luar ruang, memasang baliho besar di jalan poros Pindada, Kampung Baru, Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.

Baliho tersebut menjadi penanda jelas ketidakpercayaan publik terhadap manajer yang dinilai gagal membangun hubungan harmonis dengan warga setempat.

Aksi ini menunjukkan bahwa tuntutan pergantian manajer bukan lagi sekadar isu, melainkan desakan serius yang ingin didengar oleh pemerintah dan manajemen pusat.

Ketakutan Berdasarkan Kasus Rempang: Konflik Sosial Ancaman Nyata Proyek Strategis
Kekhawatiran publik di Tanah Kuning bukan tanpa alasan.

Mereka berkaca pada kasus proyek Rempang Eco-City di Batam yang hingga kini masih dilanda konflik. Proyek Strategis Nasional (PSN) itu terhambat akibat penolakan keras dari masyarakat adat yang merasa hak-haknya diabaikan.

Kasus Rempang menjadi pelajaran berharga: modal sosial—kepercayaan dan dukungan masyarakat—adalah kunci keberhasilan proyek.

Jika sebuah proyek tidak didukung oleh publik dan pemimpinnya tidak disukai, potensi konflik akan selalu mengancam. Alih-alih berjalan lancar, proyek justru bisa mengalami stagnasi, bahkan kegagalan total.

Aspirasi di Atas Baliho: Sinyal Kritis untuk Pemerintah
Aksi pemasangan baliho di jalan utama ini adalah sinyal keras bagi pemerintah dan manajemen PT KIPI.

Mempertahankan manajer yang tidak disukai publik bisa berisiko besar, karena berpotensi memicu gejolak sosial yang lebih besar, menghambat pembangunan, dan merusak citra investasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait. Namun, desakan publik yang kini terpasang jelas di jalanan ini menjadi momentum penting bagi semua pihak untuk segera bertindak.

Evaluasi atau pergantian manajer bisa menjadi langkah preventif agar masalah serupa Rempang tidak terulang di Tanah Kuning Mangkupadi.(Adam)