Nirwono Yoga Staff Khusus Provinsi DKI Jakarta Hadiri Diskusi Publik: “Bersama Menata Jakarta, Kota Global yang Tidak Meninggalkan Warganya”

oleh -18.759 views

Jakarta, | REALITAS Jaringan Masyarakat Madura Jakarta (JAMMA JAKARTA) akan menggelar Diskusi Publik bertema “Bersama Menata Jakarta: Kota Global yang Tidak Meninggalkan Warganya”, pada Selasa, 5 Agustus 2025, di Gedung DHN 45, Jakarta Pusat.

Acara ini dihadiri oleh Kevin Wu anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta,Wa Ode Herlina, S.I.Kom., MM Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, Andhika Ajie Bapenda DKI Jakarta, Nirwono Yoga Pengamat Tata Kota sekaligus staff khusus Gubernur Jakarta, dan ratusan peserta yang berasal dari masyarakat Jakarta, komunitas kepemudaan, aktivis sosial, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil lainnya yang konsen terhadap isu tata kota, lingkungan, dan keadilan sosial.

BACA JUGA :  Kasus Kekerasan Anak di Idi Tunong, Kuasa Hukum Ingatkan Asas Praduga Tak Bersalah

 

Dalam paparannya Nirwono Yoga Pengamat Tata Kota Jakarta, sekaligus Staff Khusus Gubernur menyampaikan bahwa ide awal Kota Global saat saya mendampingi pak Gubernur ,sebelum debat pada saat itu adalah mencoba menjelaskan secara sederhana. Pada saat itu Kota Global itu apa, kalo kita mengaju undang-undang dengan khusus jakarta disitu ada pasal 3 ayat 2 misalnya disebutkan bahwa Jakarta akan menjadi Kota Global setelah setelah tidak lagi menjadi ibu kota , meskipun statusnya menjadi ibu kota. Maka mindset yang kita bangun adalah jakarta tetap sebagai ibu kota dan menjadi Kota Global.

BACA JUGA :  Kasus Kekerasan Anak di Idi Tunong, Kuasa Hukum Ingatkan Asas Praduga Tak Bersalah

Kota Global adalah yang seluruh kegiatannya harus berstandar internasional, SDM, Aktivitas Ekonomi. Kemudian kegiatan kebudayaannya, dan juga tentu terkait informasi, dukungan politik.

Menurut Nirwono, tugas-tugas JAMMA adalah mensosialisasikan dan menggunakan. Karena program paris distatek adalah bagian yang 30% yang mendapat hibah.

Bagaimana kebudayaanmadura tadi bisa tampil exis, fashion show dengan peragaan tradisional Madura misalnya. Jadi banyak sekali teman-teman anak muda di sini bisa menunjukan existensi madura tadi sebagai bagian sebagai Kota Global Jakarta.(Agustinus)