Penemuan Tujuh Jasad Pemuda Dikali Cikawang, Diduga Geng Motor Gagal Melarikan Diri Dari Penggerebekan Tim Patroli

oleh -180.759 views
Penemuan Tujuh Jasad Pemuda Dikali Cikawang, Diduga Geng Motor Gagal Melarikan Diri Dari Penggerebekan Tim Patroli
Penemuan tujuh jasad terjadi di Kali Bekasi, belakang Masjid Al Ikhlas Perumahan Pondok Gede Permai RT. 004/RW.008, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi, Minggu (22/9/2024). (Foto Net)

Langsa | REALITAS – Penemuan tujuh jasad di Kali Bekasi masih menyisakan pertanyaan besar.

Sehari sebelum temuan itu, Kapolsek Rawalumbu Kompol Sukadi menuturukan Tim Patroli Perintis Presisi (TPPP) Polres Metro Bekasi Kota melakukan upaya pencegahan tawuran.

Saat patroli itu, ditemukan puluhan pemuda yang sedang berkumpul Sabtu 21 September 2024 dini hari di sebuah bedeng.

Tempat yang sangat gelap itu berada di dekat Kali Bekasi, Jalan Cipendawa, Bojong Menteng, Rawalumbu.

“Memang tujuannya itu adalah untuk tawuran, akhirnya pada kabur ke belakang rumah bedeng itu, bangunan bedeng itu adalah kali. Yang warung dipasang garis polisi,” kata Sukadi kepada wartawan, Minggu 22 September 2024.

Sukadi mensinyalir kumpulan pemuda tersebut merupakan kawanan geng motor yang niatnya melakukan sesuatu hal negatif.

“Itu antar geng ya antar kelompok lah, ada yang mengatasnamakan kelompok a atau kelompok b,” kata Kapolsek Rawalumbu.

Setelah digrebek oleh Anggota TPPP, para pemuda yang berjumlah lebih kurang 60 orang kocar-kacir melarikan diri.

Sebagian berhasil ditangkap berjumlah 22 orang, 30 motor dan sejumlah sajam diamankan petugas kepolisian.

Tujuh orang di antaranya diduga melompat sampai pada keesokannya ditemukan tujuh mayat mengambang di Kali Bekasi pada Minggu 22 September 2024 pagi.

Menurutnya, tidak semua pemuda yang berkumpul di bedeng tersebut saling mengenal.

“Bisanya mereka masing-masing ada yang bawa teman padahal belum pernah kenal, jadi dari 22 orang diamankan tidak semua saling kenal menyeluruh,” ungkapnya.

Kompol Sukadi menuturkan bahwa kejadian tawuran di daerah Rawalumbu belakang ini sudah banya berkurang.

“Kalau dulu bisa tiga malem sekali, tapi sekarang udah mulai jarang sebetulnya ini. Bisa seminggu sekali, kadang dua Minggu sekali. Biasanya baru persiapan mau tawuran, polisi datang, akhirnya bubar gitu,” tukasnya.

Saksi A (40) yang berada di lokasi kejadian menuturkan dirinya sempat melihat ada beberapa motor di dekat bedeng pada Sabtu 21 September 2024

A merupakan pencari rumput yang sehari-hari berada di lokasi untuk mencari pakan domba.

Tidak hanya sejumlah motor yang ia lihat tetapi juga sandal milik pemuda.

Namun tidak lama kemudian kendaraan roda dua dan sandal tersebut diamankan oleh petugas.

Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Karyoto yang datang ke lokasi kejadian memastikan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan mendalam mengenai penyebab tewasnya tujuh pemuda di Kali Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Menurut informasi, tujuh pemuda tersebut sebelumnya bersama rekan-rekannya saat sedang berkumpul yang lain lari kalang-kabut lantaran dibubarkan polisi karena diduga akan melakukan tawuran.

Namun, Irjen Karyoto menyebut pihaknya akan mengusut apakah polisi yang membubarkan para remaja itu bekerja sesuai ketentuan yang berlaku atau tidak.

Untuk mengusut itu, nantinya akan dilibatkan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) dari Mabes Polri.

“Untuk langkah ke depan, kami libatkan nanti dari Propam Mabes,” ucap Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Karyoto saat diwawancarai di kali Bekasi, Minggu 22 September 2024. (Iqbal)

 

Sumber: Trb