Kemenag: Otoritas Saudi Melarang Keras Pengibaran Spanduk

oleh -44.579 views
Kemenag: Dilarang Bentang Spanduk Selama Di Tanah Suci
Anggota Tim Media Center Kementerian Agama, Widi Dwinanda (Foto: Humas Kemenag).

Jakarta | MEDIAREALITAS – Pemerintah Arab Saudi menerbitkan sejumlah peraturan yang harus menjadi perhatian seluruh jemaah haji, termasuk dari Indonesia saat berada di kawasan Masjid Nabawi, Madinah maupun Masjidil Haram, Makkah. Jemaah haji dilarang membentangkan spanduk dan bendera di Tanah Suci.

Anggota Tim Media Center Kementerian Agama (Kemenag), Widi Dwinanda mengatakan, selama berada di Tanah Suci, jemaah haji harus mengindahkan ketentuan dan larangan yang ditetapkan pihak otoritas setempat, terutama di seputar kawasan Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.

Misalnya, dilarang membentangkan spanduk, barang, atau bendera yang menunjukkan identitas personal atau kelompok tertentu di dalam maupun di luar kompleks masjid.

“Otoritas Saudi melarang keras pengibaran spanduk, bendera penanda-penanda tersebut, termasuk membentangkan bendera Merah Putih sekalipun,” tutur Widi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat 17 Mei 2024.

Selain soal membentangkan spanduk di lingkungan Masjid Nabawi, jemaah juga dilarang merokok di kawasan masjid dan tempat-tempat tertentu yang ditetapkan otoritas setempat.

“Merokok di area terlarang bisa menjadi masalah serius bagi jemaah di antaranya akan dikenakan denda cukup besar oleh pihak berwenang,” katanya.

Jemaah haji juga diingatkan untuk tidak berkerumun lebih dari lima orang di areal Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.

“Askar masjid tidak segan membubarkan kerumunan tersebut karena berpotensi mengganggu pergerakan jemaah lainnya. Saudi menerapkan aturan ketat bagi jemaah yang ketahuan berkerumun lima orang atau lebih dalam jangka waktu lama,” ungkapnya.

“Kepada ketua kloter, perangkat kloter serta para Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar terus memberikan edukasi kepada jemaahnya perihal ketentuan-ketentuan yang ditetapkan otoritas Pemerintah Saudi,” sambung Widi.

Menjelang keberangkatan ke Kota Makkah untuk umrah wajib, jemaah haji diimbau mempersiapkan diri dengan menjaga kesehatan, memperhatikan asupan makanan dan gizi yang cukup.

“Prioritaskan ibadah wajib dan membatasi ibadah sunnah yang akan menguras ketahanan fisik,” ujarnya.

Pemerintah pun kembali mengingatkan jemaah haji, jika ingin beribadah di Masjid Nabawi untuk tetap memperhatikan sejumlah hal, seperti mencatat nama dan nomor hotel, memberi tahu dan mencatat nomor kontak Petugas Penyelenggara Ibadah haji (PPIH) di hotel, dan tetap mengenakan identitas pengenal, terutama gelang jemaah.

“Jangan tukar menukar gelang dengan jemaah lainnya, dan pergi dan pulang secara berkelompok,” Widi menandaskan

Operasional pemberangkatan jemaah haji 1445 H/2024 M sendiri sudah memasuki hari keenam. Hingga saat ini, sudah 34 ribu lebih jemaah telah tiba di Madinah Al-Munawwarah. Mereka terbagi dalam 87 kelompok terbang.(*)

Sumber: L6