Fauziah: Meninggalnya IM Jangan Dikaitkan Dengan Mafia Tramadol

oleh -638.579 views
Fauziah Meninggalnya Imam Masykur Jangan Dikaitkan Dengan Mafia Tramadol
Tim Advokat Hotman Paris 911 Aceh serta Ibunda Imam Masykur, terkait kasus kematian Imam Masykur yang melibatkan oknum TNI. foto indonesiaglobal.net

Banda Aceh | MEDIAREALITAS – Fauziah, ibunda dari almarhum Imam Masykur, putra kelahiran Desa Kelayu, Gandapura, Bireun, meminta kepada publik, agar kasus kematian anaknya tidak dikaitkan dengan mafia tramadol.

Hal itu dilontarkan Fauziah dalam Konferensi Pers yang digelar Tim Hotman 911 Aceh di warung kopi sekber, terkait hasil pertemuan dengan Hotman Paris di Jakarta, Sabtu (16/9/2023).

Fauziah mengatakan, kasus kematian Imam Masykur, merupakan pukulan berat bagi dirinya dan keluarga, sehingga ia meminta kepada awak media, agar tidak memberitakan perihal kematian anaknya dengan kasus obat-obatan ilegal.

Dia juga menceritakan saat dirinya bertemu langsung dengan oknum yang telah membunuh anaknya. Sontak, kepiluan mendalam menyelimuti perasaan ibunda dari Imam Masykur.

BACA JUGA :  Hasto Terseret Kasus Korupsi DJKA Kemenhub

“Saya bertanya langsung kepada pelaku, kenapa tega dan sampai hati menghilangkan nyawa buah hati saya. Sementara, uang senilai Rp 50 juta yang bapak minta melalui telepon sedang kami upayakan. Kenapa pak? kenapa setega itu, kenapa bukan saya yang bapak maki atau kenapa tidak sabar menunggu hingga uang tersebut kami dapat. Seandainya hal itu, terjadi kepada buah hati anda, bagaimana perasaan bapak,” ungkap Fauziah sembari menghapus airmata.

Sela pembicaraan, Putra Safriza dan Yusi Muharnina, selaku tim advokad Hotman Paris 911 Aceh, meminta agar semua pihak dapat bekerjasama dengan baik dan jangan sampai memperkeruh suasana, sebab pihak TNI telah berjanji, akan menangani kasus ini secara tuntas.

“Kita juga meminta agar hukum berlaku adil, alias tidak memihak dan pelaku pembunuhan Imam Masykur dari pihak sipil, juga telah ditangkap. Saat ini, mereka sedang menjalani proses penyidikan,” tegas Putra.

Untuk itu, Putra kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat Aceh, agar dapat meredam kemarahan dan tidak terpancing suasana hanya karena ulah oknum yang telah menghilangkan nyawa manusia.

BACA JUGA :  Masih Disidik Kejari, Diskominsa Simeulue Kembali Anggarkan Biaya Publikasi

Putra, mewakili keluarga ibu Fauziah mengucapkan ribuan terima kasih atas empati yang telah diberikan masyarakat, khusus di wilayah Aceh, terkait kasus kematian Imam Masykur.

Terkini, Putra juga menginformasikan kepada awak media, jika sidang Pengadilan Militer di Jakarta, terbuka untuk umum terhadap jalannya serta hasil putusan sidang, terkait kasus kematian Imam Masykur. (CS)