Pemilik Akun Tik-Tok Jual Kosmetik Ilegal Ditahan Kejari Lhoksukon

oleh -1,665.579 views
oleh
Pemilik Akun Tik-Tok Jual Kosmetik Ilegal Ditahan Kejari
Penjualan kosmetik ilegal lewat tiga akun Tik-Tok atas nama @Hilya Ajeng, @Duasaudara2 dan @Cio.sh.Biauty ditahan Kejaksaan Negeri Lhoksukon, Kamis (25/05/2023).

Lhoksukon | MEDIAREALITAS – Penjualan kosmetik ilegal lewat tiga akun Tik-Tok atas nama @Hilya Ajeng, @Duasaudara2 dan @Cio.sh.Biauty ditahan Kejaksaan Negeri Lhoksukon, Kamis (25/05/2023).

Kepala Kejaksaan Negeri Lhoksukon dr. Diah Ayu mengatakan, tersangka AN alias HA Warga Aceh Utara, langsung ditahan usai menerima berkas perkara, barang bukti dan tersangka HA dari penyidik BPOM Aceh yang bekerjasama dengan Polda Aceh dan Kejati Aceh.

Penyerahan berkas, barang bukti dan tersangka (Tahap II) berlangsung di ruang penerimaan tersangka Kejaksaan Negeri Aceh Utara.

Menurutnya, tersangka melanggar Pasal 196 Jo. 197 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Jo. Pasal 106 Undang-Undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan sebagaimana telah diubah dengan Pasal 60 Perpu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja.

Saat ini tersangka menjalani penahanan Jaksa Penuntut Umum di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lhoksukon selama 20 hari sampai berkas perkaranya dilimpahkan Ke Pengadilan Negeri Lhoksukon, pungkasny.

Sebelumnya diberitakan, dua akun Tik-Tok pamer produk tanpa izin BPOM diduga milik Hilya Ajeng.

Dalam tayangan beberapa video penjualan produk glowing soap dengan mempromosikan produk-produk penjualannya terdiri dari dua jenis, antaranya produk memiliki ijin dari BPOM dan tidak berizin BPOM.

Informasi dihimpun wartawan, diduga tersangka sebagai residivis kasus yang sama. Kasus pertama pernah ditangani kepolisian Resor Aceh Utara.

Berdasarkan investigasi wartawan, bahwa Hilya Ajeng (AJ) pernah berurusan dengan hukum, sebagaimana putusan PN Lhoksukon, dengan nomor 37/Pid.Sus/2023/PN Lsk.

Pada kasus ini dua tersangka terjerat hukum akibat penjualan produk kosmetik illegal jenis skincare Glowing Soap, diantaranya AJ.

Keduanya telah diputuskan bersalah pada Maret 2023 lalu, dengan hukuman masing-masing satu bulan kurungan.

Parahnya, bukannya evek jera, Namun Aj masih melakukan video streaming terkait penjualan produk illegal.

Sementara Aj sejak tanggal (25/5/2023) sudah di titipkan ke Lapas Kelas IIB Lhoksukon Kabupaten Aceh Aceh Utara Provinsi Aceh.

Tersangka diduga melanggar Undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 106 ayat (1) “ Sediaan farmasi dan alat kesehatan hanya dapat diedarkan setelah mendapat izin edar”.

Ketentuan mengenai tindak pidana mengedarkan sediaan farmasi diatur dalam Pasal 197 sebagai berikut “ Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak satu miliar lima ratus juta rupiah. (red)