Diduga Oknum Anggota PPS Paya Bakong Lakukan Pungli

oleh -702.579 views
Diduga Oknum Anggota PPS Paya Bakong Lakukan Pungli
Diduga Oknum Anggota PPS Paya Bakong Lakukan Pungli/foto ilustrasi

Aceh Utara | MEDIAREALITAS – Diduga oknum anggota PPS terhadap Pungli sesama rekan PPS dan Sekretaris PPS, Di Paya Bakong, Aceh Utara, dengan cara mengutp uang Rp 50000, setiap gajian.

Namun sampai saat ini belum ada kejelasannya terkait dugaan Pungli tersebut, wartawan media ini masi mengali lebih dalam, padahal jika merujuk kepada aturan tidak boleh, karna setiap penyelenggara sudah di bayar gaji oleh negara.

Pantauan wartawan Selasa (30/5/2023) di screnshot percakapan Grup penyelenggara padahal jelas ada anggota mempertanyakan ” untuk apa dan untuk siapa kutipan uang 50 ribu rupiah setiap gajian anggota PPS “, namun tidak ada yang menjawab.

Jika dugaan tersebut benar maka misalnya dihitung setiap gajian PPS dan Sekretaris PPS dikutip 50 Ribu Rupiah, satu desa 6×50= 300, 300×39 desa= 11.700.000 setiap sekali gajian PPS dan Sekretaris PPS.

Jika benar anggota PPS melakukan pungli makan sudah melanggar undang-undang nomor 31 tahun 1999 junto. Undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Salah seorang anggota PPS dalam Kecamatan Paya Bakong yang tidak ingin disebutkan namanya, kepada wartawan mengatakan,” Kami pernah bertanya untuk apa dan buat siapa pengutipan tersebut, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan yang pasti,” ungkapnya.

Saat wartawan mediarealitas mengkonfirmasi isu dugaan tersebut kepada yang disebut sebut Kordinator PPS Paya Bakong, Senin 29 Mei 2023, mengakatakan,” Informasi yang saudara terima itu salah, saya sebagai ketua forum PPS/ kordinator terpilih dalam hasil rapat kebersamaan anggota PPS, Saya sendiri sebagai ketua forum membantah tentang isu adanya pungli, yang saya lakukan itu semua hasil kesepakatan bersama dalam rapat, Informasi untuk selanjutnya konfirmasi aja ketua PPK,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua PPK Kecamatan Paya Bakong saat dikonfirmasi terkait dugaan tersebut belum ada tanggapan sampai berita ini ditayangkan. (red)