Banda Aceh | Realitas – Kualitas pemilu ditentukan atas dasar tingkat pemahaman generasi Milenial terhadap politik, menciptakan politik sehat dengan literasi perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Itu dikatakan, Pemimpin Redaksi mediarealitas sekaligus Dosen dan pengamat politik, pada acara dialog interaktif, dengan tema ” Peran Mahasiswa dalam Membangun Komunikasi Politik yang Sehat pada Pemilu 2024″ di Aula Kampus Universitas Iskandar Muda, Selasa 14 Maret 2023.
Adnan menjelaskan, generasi muda saat ini harus lebih cerdas, terampil, kritis dan memiliki berbagai kemampuan dalam membangun komunikasi politik yang sehat.
“Mahasiswa tidak boleh melepas diri dari tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa, karena secara tidak langsung mahasiswa memiliki peran penting untuk menyukseskan pesta demokrasi yang akan datang, mahasiswa tidak boleh menutup mata atas apa yang sedang bergejolak dan apa yang sedang terjadi,” tegas Adnan.
Hal itu dilakukan, untuk menangkal isu-isu hoaks yang beredar, bertujuan memecah belah belah persatuan bangsa.
Sebab, Indonesia Negara berkeadilan dan memiliki dasar hukum yaitu Undang-undang Dasar 1945 Pasal 28 Ayat 1E, setiap warga diberikan wewenang dan hak untuk berpendapat, bukan hanya pendapat pribadi namun juga pendapat secara umum.
Oleh karena itu, mahasiswa harus lebih jeli dan teliti terkait situasional di negeri ini.
Sementara, Bustamam Ali selaku Dosen di Universitas Iskandar Muda berpendapat, mahasiswa diminta peduli terkait penyajian pendidikan yang baik, tidak berlaku apatis terhadap kenaikan harga barang yang membuat masyarakat menjerit sekalipun mereka tidak ikut serta dalam politik praktis namun mampu menyuarakan aspirasi masyarakat.
“Hal ini dilakukan karena mahasiswa sebagai agen pembaharuan, tentu dalam menghadapi pemilu tahun 2024, peran mahasiswa sangat strategis, untuk itu mahasiswa harus dinamis, demi mewujudkan pemilu yang bersih dan sehat,” ujar Dosen Universitas Iskandar Muda.
Selain itu, Ahlan selaku perwakilan mahasiswa Universitas Iskandar Muda, Fakultas Ilmu Komunikasi berpendapat, literasi terkait persiapan dan kesiapan dalam menyambut pesta demokrasi rakyat penting dilakukan untuk menambah kecerdasan, daya kritis dan nalar berpikir mahasiswa.
“Tentunya, literasi politik merupakan aspek terpenting untuk menciptakan konsolidasi dan nalar kritis dalam berdemokrasi bagi warga negara,” tambahnya.
Disamping itu, Pers sebagai media informasi juga merupakan alat perjuangan sebagai wadah masyarakat, guna menyiarkan informasi apapun, termasuk politik dan persiapan pemilu di negeri ini.
Kekinian, penyelenggaraan pemilu harus sesuai dengan kode etik yang berlaku, agar berjalan lancar, pun demi menciptakan demokrasi berjalan baik, masyarakat harus memiliki kesadaran untuk mencapai suatu tujuan, toleransi antar perbedaan, kebebasan berbicara dan menyampaikan pendapat yang baik.
Turut hadir, Dosen Komunukasi Universitas Iskandar Muda, Alwi Ibrahim, Kepala Seksi Siaran RRI Banda Aceh, Suriana, S.Sos, perwaklilan angkasawan RRI Banda Aceh dan Mahasiswa Universitas Iskandar Muda.

