Maluku | Realitas – Gempa bumi magnitudo 7,9 mengguncang Provinsi Maluku dan Sulawesi Tenggara, pada Selasa (10/1/2022) sekitar pukul 00.47 WIB. Detail lokasinya 7,25 lintang selatan dan 130,18 bujur timur dan berada pada kedalaman 131 km.
Getaran gempa kuat bermagnitudo 7,5 terjadi di kepulauan Tanimbar mengakibatkan sejumlah kerusakan parah pada rumah warga.
Dilaporkan pagi ini ada puuhan rumah yang mengalami kerusakan setelah guncangan itu pukul 02.47 WIT.
Berdasarkan data sementara, kerusakan tersebar di beberapa desa dan kecamatan.
Ada 10 rumah di Kecamatan Wuar Labubar, mengalami kerusakan, ada pula warga yang tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa dan mengalami luka.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Tanimbar Erik Uruwatuw saat dihubungi dari Ambon, Selasa (10/1/2023) pagi mengatakan dirinya baru mendapat laporan dari petugas di desa pagi hari.
Menurut penjabat Kepala Komisi Penanggulangan Bencana di Klasik Tanimbar Selatan ini, selain di Kecamatan Wuar Labubar, kerusakan rumah warga juga terjadi di Desa Adaut, Kecamatan Selaru dan Desa Alusi Kelaan, Kecamatan Kormomolin.
Di Desa Adaut, Kecamatan Selaru ada enam rumah warga yang rusak berat, begitu pun di Desa Alusi Kelaan, Kecamatan Kormomolin juga enam rumah dilaporkan rusak, katanya.
Sedangkan di desa Nurkat, Kecamatan Molumaru, dua rumah warga dilaporkan rusak dan di Kelurahan Saumlaki ada satu rumah warga yang ikut rusak.
Di Kelurahan Saumlaki tercatat ada satu rumah warga yang mengalami kerusakan termasuk juga tembok pagar Ketua DPRD Kepulauan Tanimbar runtuh, katanya.
Saat ini ia menyebut data masih bersifat sementara dan ada kemungkinan bertambah.
Ini hanya data sementara masih bisa bertambah, tadi malam juga dari Pusdalok BNPB meminta saya memantau dampak keruskaan jadi data masuk langsung saya kirim ke mereka, katanya.
Gempa ini bahkan membuat BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami.
Getaran gempa ikut dirasakan getarannya hampir di seluruh wilayah Maluku hingga beberapa daerah lainnya seperti Sorong, Marauke, Nabire, Ende, Kupang Rote dan beberapa daerah lainnya.
BMKG Peringatan Dini Tsunami
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) RI secara resmi mengakhiri peringatan dini tsunami akibat gempa bumi dengan magnitudo 7,5 di pantai utara Maluku Barat Daya pada pukul 00.47 WIB, Selasa 10 Januari 2023.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kepala BMKG RI Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers virtual, di Jakarta, peringatan dini tsunami diakhiri berdasarkan proses permodelan dan pengamatan pada area yang terdampak gempa.
Dengan demikian, kata Dwikorita, peringatan dini tsunami tersebut dinyatakan telah berakhir pada pukul 3.43 WIB.
Ia menjelaskan, pengakhiran peringatan dini tersebut didasarkan pada standar perhitungan waktu kedatangan tsunami hingga dua jam setelah peristiwa gempa. (*)
Sumber: Suara

