Jumat Curhat Bersama Kapolres Aceh Singkil

oleh -18.579 views
Jumat Curhat Bersama Kapolres Aceh Singkil
Penulis: Rostani
Editor: Sumardi

 GOOGLE NEWS

Aceh Singkil | Realitas – Kapolres Singkil AKBP Iin Maryudi Helman, menggelar “Jumat Curhat” yang diselenggarakan di Cape Kupie Raja Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, Jumat (18/11/2022).

Turut hadir mendapingi Ketua MPU Aceh Singkil H. Rusman Hasmy, Kapolsek Singkil, Iptu Iptu Didik Surya, Camat Singkil Khairuddin Kepala Mukim Pasar Singkil H. Syahbuddin.

Di hadapan Kapolres Singkil, tampak yang hadir Sejumlah pimpinan Pondok Pasanteren, Para Kepala Desa para tokoh masyarakat yang antusias dalam menyampaikan curhatan maupun saran kepada Kapolres Singkil.

BACA JUGA :   GeRAK Minta Polisi Usut Pemback-Up Para Penimbun BBM

Adapun keluhan warga yang disampaikan langsung kepada Kapolres Singkil, diantaranya;

Pajak harian beralokasi di desa Pasar yang seharusnya di kelola oleh UMKM dimana belakangan ini ada timbul sedikit riak, yaitu masalah sampah, lapak berjualan dipinggir jalan hitam, sehingga bagi para pemilik lapak yang telah disediakan didalam oleh pemerintah di komplin karena jualan mereka tidak laris, Curhat Kades Pasar Sarki.

BACA JUGA :   Kapolres Langsa Laksanakan Jumat Curhat Bersama Mahasiswa

Curhat kepala desa Pulo Sarok Yasmi Daliansyah menyebutkan warga warga tidak mau didamaikan di desa, ternak berkeliaran dari dari desa tetangga lain dan balap liar dimalam hari.

Pekan (onan) Senin, Kamis di Kecamatan Singkil, paling banyak warga yang komplin adalah arus transportasi terhalang karena Abang becak sulit diatur. Kehadiran Polisi lalulintas sangat diperlukan untuk menertibkan, curhat Fajri Yunus mantan Kadis Pedidikan.

Kapoles Aceh Singkil AKBP Iin Maryudi Helman menangapi semua keluhan (cuhatan) yang disampai adalah masalah kita bersama, ujarnya.

BACA JUGA :   Kios Kayu di Aceh Besar Ludes Terbakar

Kepada para Kepala Desa (Keucik) Iin Maryudi menegaskan, Keucik itu adalah perpajangan tangan Kapolres juga, agap lah Keucik adalah Kapolres di Desanya. Selesaikan saja lag di desa.

” Alangkah baiknya permasalahan warga cukup ditingkat Desa “. Terkecuali kasusnya tinggi seperti pembunuhan, Permekosaan dan (KDRT) Kekerasan dalam rumah tangga.(*)