IKLAN YARA

Rupanya Lukas Enembe Memiliki Tambang Emas di Papua

oleh -28.579 views
Rupanya Lukas Enembe Memiliki Tambang Emas di Papua
Gubernur Papua Lukas Enembe. (Foto: Antara)

 GOOGLE NEWS

Jakarta | Realitas – Gubernur Papua Lukas Enembe mengaku memiliki tambang emas di Papua. Tambang emas tersebut berlokasi di Distrik Mamit, Kabupaten Tolikara, Papua dan perizinannya saat ini tengah dalam proses.

Hal itu disampaikan kuasa hukum Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening, dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (26/9/2022).

Stefanus menuturkan dirinya sempat menanyakan ke kliennya soal kepemilikan tambang emas tersebut, dan Lukas membenarkan hal itu.

“‘Oh saya punya di kampung ya di Tolikara di Mamit itu sedang dalam proses’,” kata Stefanus mengutip ucapan Lukas Enembe kepadanya.

Stefanus menegaskan bahwa informasi tentang tambang emas tersebut diperoleh langsung dari kliennya Lukas Enembe. Stefanus juga memastikan proses perizinan tambang tersebut kini tengah berlangsung.

BACA JUGA :   Satuan Reskrim Polres Metro Jakbar Ikuti Perlombaan Olah TKP

Bahkan, Lukas Enembe juga disebut turut mengajak Wakil Ketua KPK Alexander Marwata untuk melihat langsung kepemilikan tambang emas tersebut di Papua.

“Sekarang prosesnya sedang dibuat semua, dokumentasinya, termasuk videonya dan saya kemarin sudah coba mengajak kalau bisa kita ‘karena Pak Marwata yang minta,’ mari kita sama-sama ke Mamit kita sama-sama ke Tolikara kita lihat itu tambang,” ungkap Stefanus.

Terkait tambang emas, Alexander Marwata menyampaikan pihaknya siap untuk menghentikan penyidikan kasus dugaan suap dan gratifikasi Gubernur Papua Lukas Enembe.

BACA JUGA :   Jokowi Pastikan Relokasi Terdampak Gempa Cianjur Dimulai

Penyidikan kasus tersebut bisa dihentikan jika Lukas mampu membuktikan sumber uang ratusan miliar rupiah yang dia terima tidak melanggar hukum.

“KPK berdasarkan UU yang baru ini bisa menghentikan penyidikan dan menerbitkan SP3, kalau nanti dalam proses penyidikan Pak Lukas itu bisa membuktikan dari mana sumber uang yang puluhan ratusan miliar tersebut. Misalnya Pak Lukas punya usaha tambang emas ya sudah, pasti nanti akan kami hentikan,” ujar Alex saat jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (19/9/2022).

Terkait hal itu, Alex, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa kasus dugaan korupsi Lukas tidak hanya soal gratifikasi Rp 1 miliar. Dia juga menekankan supaya Lukas bersikap kooperatif dengan memenuhi panggilan KPK. Alex mendorong agar Lukas dapat menyampaikan klarifikasinya terkait dugaan penerimaan uang ratusan miliar rupiah tersebut.

BACA JUGA :   Ini Sosok Intelijen yang Menjadi Informan Kamaruddin Simanjuntak

“Penuhi undangan KPK, panggilan KPK untuk diperiksa. Kami akan melakukan pemanggilan kembali, mohon nanti Pak Lukas dan juga penasihat hukumnya untuk hadir di KPK, ataupun kalau misalnya Pak Lukas ingin diperiksa di Jayapura kami juga mohon kerja samanya agar masyarakat ditenangkan. Kami akan melakukan pemeriksaan secara profesional,” tutur Alex.

Sumber: BeritaSatu.com