IKLAN YARA

Respons Kuasa Hukum Ketika Jokowi Minta Lukas Enembe Hormati Proses Hukum

oleh -18.579 views
Respons Kuasa Hukum Ketika Jokowi Minta Lukas Enembe Hormati Proses Hukum
Gubernur Papua Lukas Enembe (Foto: Antara)

 GOOGLE NEWS

Jakarta | Realitas – Kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening memandang positif arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar kliennya kooperatif menghadapi proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hanya saja, dia menekankan saat ini Lukas tengah sakit.

Dia berharap Lukas dapat sembuh sehingga dapat menjalani proses hukum. Roy Rening mengingatkan jangan sampai kondisi kesehatan Lukas makin parah.

“Kita juga mau sampaikan kepada Bapak Presiden Jokowi, Bapak (Lukas Enembe) sedang sakit dan bagaimana kita mencari solusinya agar disembuhkan dulu penyakitnya baru kita masuk ke tahap penyidikan,” kata Stefanus di Jakarta, Senin (26/9/2022).

BACA JUGA :   Senam Sehat Dengan Tema Birukan Langit Indonesia

Dijelaskan, Lukas tengah menderita penyakit ginjal, jantung, dan diabetes. Selain itu, dia juga merupakan penderita tekanan darah tinggi.

Akibatnya, Lukas selalu diingatkan dokter agar jangan berada di bawah tekanan.

Terungkap pula, Lukas sempat terserang stroke sebanyak empat kali. Oleh sebab itu, dia menekankan agar kesembuhan Lukas menjadi prioritas.

“Sejak 2018-2019 sudah sakit kena stroke. Dia sudah empat kali kena stroke,” ungkapnya.

Sebelumnya, Jokowi mengimbau Lukas menghormati proses hukum di KPK.

BACA JUGA :   Parah! Anggota Dewan Ditangkap Lagi Pesta Sabu

Hal ini disampaikan Jokowi usai melepas bantuan kemanusiaan untuk korban banjir Pakistan di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (26/9/2022).

“Saya kira proses hukum di KPK, semua harus hormati. Semua sama di mata hukum,” kata Presiden Jokowi.

KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Lukas pada hari ini. Dia sejatinya hendak diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi.

Hanya saja, pihak kuasa hukum Lukas telah menyampaikan ke KPK soal tidak memungkinkan bagi kliennya untuk menghadiri pemeriksaan.

BACA JUGA :   Dewan Tolak Wacana Luhut Hapus KA Argo Parahyangan

Terkait hal itu, KPK tetap meminta Lukas menghadiri pemeriksaan sesuai yang dijadwalkan.

“KPK tentu berharap pihak dimaksud memenuhi panggilan pada 26 September 2022 di Gedung Merah Putih KPK sesuai yang KPK telah sampaikan secara patut,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/9/2022).

Panggilan pertama sebelumnya dilakukan pada 12 September 2022 untuk diperiksa sebagai saksi. Hanya saja, Lukas mengabarkan tidak dapat menghadiri pemeriksaan. (*)

Sumber: BeritaSatu.com