Minyak Goreng di Sumsel Masih Langka

oleh -146.759 views
Minyak Goreng di Sumsel Masih Langka
Penjual minyak goreng di Pasar Bulu Semarang (KOMPAS)

Sumsel | Realitas – Minyak Goreng di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masih mengalami kelangkaan, Kamis (28/4/2022).

Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) Herman Deru baru-baru ini membentuk Tim Satuan Tugas atau Tim Satgas khusus untuk memonitor ketersediaan minyak goreng di wilayah tersebut.

Herman Deru menuturkan Tak hanya memonitor, Tim Satgas tersebut akan menanggulangi persoalan-persoalan terkait minyak goreng.

“Tim ini yang akan menanggulangi persoalan kelangkaan minyak goreng yang ada di Sumsel,” katanya, Rabu (27/4/2022).

Selain itu, menurutnya, Pemerintah Provinsi Sumsel juga telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan bahan masak untuk masyarakat dapat terpenuhi.

“Saya minta ini dapat terpenuhi, karena total produksi minyak curah di Sumsel sekitar 1.320 ton per hari,” ujarnya.

Adapun kebutuhan bahan masak per hari di Sumsel hanya berkisar 130 ton, sehingga dengan jumlah produksi yang mencapai ribuan ton maka semestinya kebutuhan masyarakat akan komoditas tersebut dapat terpenuhi.

Herman Deru mengatakan bahwa pihaknya bersama sejumlah pihak terkait telah sepakat agar hal tersebut dapat teralokasikan dengan baik.

Terkait pembentukan Tim Satgas, Herman Deru mengatakan telah melibatkan semua unsur, mulai dari pihak kepolisian, TNI, hingga kejaksaan.

Dia mengatakan bahwa SK akan dibuat dan akan diberlakukan selama tiga bulan.

Tim Sagas ini nantinya akan bertugas mendeteksi kelangkaan minyak goreng di Sumsel.

Apabila ditemukan adanya kecurangan, maka Herman Deru tegas akan segera menindak pelaku sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Dalam kesempatan yang sama, dia memastikan bahwa harga jual bahan masak itu dimulai dari harga produsen, distributor, agen, hingga konsumen yang membeli di pasar sesuai dengna Harga Eceran Tertinggi Rp14.0000 per liter atau Rp15.500 per kligram.” ujar Herman Deru. (*)

Sumber: pikiran rakyat