Khatib USK: Untuk Buru Kesempurnaan Ibadah Puasa Harus Rebut 10 Fase

oleh -281.759 views
Khatib USK Untuk Buru Kesempurnaan Ibadah Puasa Harus Rebut 10 Fase
Teungku H. Abdul Malik Musa, S H, M.Hum

Banda Aceh | Realitas – Teungku H. Abdul Malik Musa, S H, M.Hum Khatib Jumat pada Masjid Taqwa Banda Aceh, Jumat, 29 April 2022. mengatakan Untuk paripurnanya ibadah puasa seseorang itu harus mengawali 10  fase.

Menurut Teungku H. Abdul Malik Musa, seseorang dalam menjalankan ibadah puasa secara sempurna harus diawali fase demi fase hingga totalnya mencapai angka 10.

Hal itu dikatakanya waktu ketika memberikan khutbah Jum’at Malik pada Masjid Taqwa.

Dosen Universitas Syiah Kuala (USK) ini menguraikan,  pertama fase rahmah dilanjutkan dengan fase makfirah dan terakhir fase intiqu minannar.

Setiap fase tersebut, mengandung nilai dan hikmah yang berbeda sebagai suatu wujud kasih sayang Allah kepada hambanya yang berpuasa penuh atas keikhlasan  menjalankannya semata-mata demi  untuk Allah SWT.

Pada khutbah Jum’at terakhir Bulan Suci Ramadhan ini, khatib ini menguraikan tentang peningkatan takwa sesuai tahapan atau fase terakhir masing-masing.

BACA JUGA :  PIC SPPG Blang Pauh Sa Yayasan Nasabe Pangan Bergizi, Zowan Syaputra: Tujuan Utama MBG Adalah Kesejahteraan Pendidikan Generasi Muda, Bukan Keuntungan Personal

Hal utama meningkatkan itensitas peribadatan kepada Allah SWT. Bahkan pada masa ini, Rasulullah SAW menguatkan ikat pinggangnya untuk memperbanyak shalat sunnat tahajud dan witir, ujarnya.

Lebih lanjut Ia katakan, pada masa seperti ini kita semua harus mengajakkan keluarga untuk memperbanyak shalat malam. Lebih sering beriktiqaf dalam masjid guna memperoleh keberkahan lailatur qadarnya, memperbanyak sedekah untuk kepentingan agama dan membantu kaum yang lemah.

Masih seputaran perfasean ini, kita harus memperbanyak membaca doa terutama pada penghujung Ramadhan agar Allah SWT memberikan umur panjang sehingga  dapat melaksanakan ibadah puasa kembali pada tahun mendatang dan selalu dalam hikmah Allah SWT.

Tentu pada penghujung ramadhan menjelang Syawal wajib membayar fitrah, sebut khatib.

BACA JUGA :  PIC SPPG Matang Seulimeng Langsa, Adlin Syahputra : Kantin MBG Bukan Untuk Kesejahteraan Pendidikan Generasi Muda ‎

Menurutnya, Fungsi pembayaran fitrah ini tidak lain untuk media pengantar amal ibdah dam amalan-amalan lain selama berlangsungnya bulan puasa.

Bagi kita orang bertakwa tentu  kedatanga bulan puasa pada awalnya selalu disambut dengan suasana riang gembira, namun pada penghujungnya justeru dilanda rasa sedih. Kesedihan itu tidak lain karena harus berpisah dengan  bulan yang penuh Rahmah dan berkah ini, ujarnya.

Sedih takut tidak bisa berjumpalagi dengan bulan puasa yang penuh berkah ini tahun yang  akan datang, Malik yang membuat para jamaah menunduk kepalanya saat itu, jelas khatib.

Amalan hamba Allah ini diantar langsung oleh malaikat  kepada Allah SWT.Demikian antara lain inti sari petikan khutbah Jum’at pekan terakhir Bulan Ramadhan 1443 H, pungkas Teungku H. Abdul Malik Musa. (*)