IKLAN YARA

Jepang Dihantam Tsunami, Pertanda Apa Ini?

oleh -41.579 views
Jepang Dihantam Tsunami, Pertanda Apa Ini
Foto : Ilustrasi

Jepang I Realitas – Jepang dihantam tsunami besar pada Sabtu (15/1/2022) malam sampai Minggu (16/1/2022) dini hari waktu setempat.

Tsunami terjadi setelah letusan gunung berapi Hunga Tonga-Hunga-Ha’apai, sekitar 30 kilometer (18,6 mil) tenggara pulau Fonuafo’ou Tonga, dan sekitar 65 kilometer (40 mil) utara Nuku’ alofa.

Gunung berapi pertama kali meletus pada Jumat, mengirimkan segumpal abu sejauh 20 kilometer, atau 12,4 mil ke udara.

Letusan kedua terjadi pada Sabtu pukul 17.26 waktu setempat.

Badan Meteorologi Jepang mengatakan, tsunami setinggi 1,2 meter mencapai pulau selatan terpencil Jepang, Amami Oshima, pada Sabtu malam waktu setempat.

Setelah itu, tsunami yang lebih kecil mencapai daerah lain di sepanjang pantai Pasifik Jepang sebagaimana dilansir AFP.

Pantai timur Hokkaido serta wilayah barat daya Kochi dan Wakayama juga dilanda tsunami setinggi 0,9 meter.

Pemerintah Jepang mengeluarkan peringatan tsunami dan penyiar NHK berseru kepada penduduk untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

BACA JUGA :   14 Orang Tewas Akibat Kecelakaan Di Tol Mojokerto

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, letusan gunung berapi bawah laut raksasa di Pasifik telah memicu gelombang tsunami di Tonga.

Awalnya, muncul peringatan tsunami di beberapa negara akibat letusan gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha’apai, termasuk Tonga dan Selandia Baru pada Sabtu (15/1/2022).

Di Tonga, gelombang tsunami menyapu wilayah pesisir dan menerjang beberapa rumah sebagaimana dilansir BBC.

Ibu kota Tonga, Nuku’alofa terletak hanya 65 kilometer di sebelah utara gunung berapi tersebut.

Letusan gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha’apai terdengar hingga Pasifik Selatan, Selandia Baru, dan Australia.

Seorang warga Tonga, Mere Taufa, mengatakan bahwa letusan terjadi saat keluarganya sedang mempersiapkan makan malam. Adiknya mengira ada bom meledak di dekatnya.

“Naluri pertama saya adalah berlindung di bawah meja, saya meraih adik perempuan saya, dan berteriak pada orang tua saya dan orang lain di rumah untuk melakukan hal yang sama,” kata dia dikutip Stuff.co.nz.

BACA JUGA :   Petani Aceh Temukan Dua Mortir

Setelah letusan terdengar, Taufa mengatakan, kemudian air mengalir deras ke rumah mereka.

“Anda hanya bisa mendengar teriakan di mana-mana, orang-orang berteriak untuk keselamatan, agar semua orang bisa naik ke tempat yang lebih tinggi,” tambah Taufa.

Tonga Diterjang Tsunami karena Letusan Gunung Berapi Bawah Laut

Letusan gunung berapi bawah laut raksasa di Pasifik telah memicu gelombang tsunami di Tonga.

Awalnya, muncul peringatan tsunami di beberapa negara akibat letusan gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha’apai, termasuk Tonga dan Selandia Baru pada Sabtu (15/1/2022).

Letusan gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha’apai terdengar hingga Pasifik Selatan, Selandia Baru, dan Australia.

CNN melaporkan, letusan Gunung Berapi Hunga Tonga-Hunga Ha’apai menimbulkan suara yang dahsyat dan melontarkan abu ke udara.

BACA JUGA :   Minibus Jumbo vs Truk Sampah di Aceh Timur, Enam Orang Luka

Menurut Pusat Peringatan Tsunami Pasifik AS, letusan gunung berapi tersebut telah berlangsung sejak Jumat (14/1/2022).

Profesor Shane Cronin, seorang ahli vulkanologi di Universitas Auckland, menuturkan bahwa letusan itu adalah salah satu yang terbesar di Tonga dalam 30 tahun terakhir.

“Ini adalah peristiwa yang cukup besar. Ini salah satu letusan paling signifikan dalam dekade terakhir setidaknya,” kata Cronin kepada BBC.

Dia menambahkan, letusan gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha’apai kali ini juga sangat cepat.

“Yang ini lebih besar, penyebaran lateral yang jauh lebih luas, lebih banyak abu yang dihasilkan,” sambung Cronin.

Letusan awal juga terdengar di Fiji. Pemerintah Fiji telah mengeluarkan peringatan tsunami dan membuka pusat evakuasi bagi orang-orang di daerah pesisir.

Vanuatu, negara kepulauan lain di Pasifik, juga mengeluarkan peringatan tsunami.(*)

Sumber : Tribunmenado
Editor : Rapian