Diimingi Uang 10 Ribu, Guru Ngaji Depok Cabuli 10 Anak Di Bawah Umur

oleh -78.579 views
Ilustrasi

Jakarta I Realitas Aksi seorang oknum guru ngaji di Depok berinisial MMS sungguh biadab. MMS ditangkap karena melakukan pencabulan terhadap 10 muridnya yang masih di bawah umur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan mengatakan, kasus ini terungkap setelah salah satu korban menceritakan kejadian pencabulan yang dialaminya kepada orang tuanya.

Saat itulah, orang tua korban langsung melaporkan kasus tersebut ke polisi. “Orang tua saling cerita ke orang tua lainnya yang diterima anak-anaknya, ternyata ada 10 korban pelecehan seksual,” kata Zulpan di Polres Depok, Selasa (14/12/2021).

Dari hasil pemeriksaan, modus pelaku melakukan pelecehan seksual dengan bujuk rayu dan melakukan intimidasi terhadap korban untuk mengikuti kemauan pelaku. “Modus pelaku ini melakukan bujuk rayu dan ada intimidasi terhadap korban untuk mengikuti kemauannya,” ujarnya.

BACA JUGA :   Seorang Ayah Tiri Di Bogor Perkosa Putrinya Sampai Lima Kali

Menurut Zulpan, pelaku melakukan aksi bejatnya dengan memaksa para korban memegang alat vital pelaku untuk kemudian dikocok. Usai hasrat pelaku dituruti para korban, pelaku kemudian memberikan muridnya uang Rp10 ribu untuk tutup mulut. “Jadi, pelaku ini minta dan memaksa korban untuk memegang alat vital pelaku, dan memberikan uang Rp10 ribu kepada para korban,” ujarnya.
Tidak kalah bejat, pelecehan seksual itu dilakukan pelaku di sebuah majelis taklim, tempat para korban belajar mengaji. “Pelaku ini melakukannya di majelis taklim Fisabilillah, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok,” ungkapnya.

BACA JUGA :   Seorang Ayah Kandung Tega Gorok Leher Anaknya Sendiri Saat Sedang Tidur, Serang Banten

Dari kejadian ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya baju gamis dan jilbab milik para korban, celana dalam korban, hingga kaos warna hijau milik korban.

Atas tindakannya, tersangka dijerat dengan Pasal 76 juncto Pasal 82 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 64 KUHP dengan ancaman pidana paling sedikit 5 tahun dan paling lama 15 tahun, dan denda Rp5 miliar. (*)

Editor : Bunga
Sumber : Manado Post