IKLAN YARA

Sejumlah Tubuh Narapidana Terbakar di Dalam Penjara Ekuador

oleh -61.489 views
Sejumlah Tubuh Narapidana Terbakar di Dalam Penjara Ekuador
Sejumlah Tubuh Narapidana Terbakar di Dalam Penjara Ekuador
UPDATE CORONA

Ekuador I Realitas Hal itu buntut dari baku tembak antar geng di dalam penjara terbesar terbesar Ekuador.

Peristiwa itu menewaskan sedikitnya 68 narapidana dan melukai 25 tahanan pada Sabtu (13/11/2021).

Sementara pihak berwenang membutuhkan waktu hampir seharian untuk mengendalikan situasi di Lembaga Pemasyarakatan Litoral.

Pertumpahan darah terjadi kurang dari dua bulan setelah pertempuran di antara geng menewaskan 119 orang di penjara, yang menampung lebih dari 8.000 narapidana.

Komandan polisi Jenderal Tanya Varela mengatakan pada pagi hari bahwa drone yang diterbangkan di atas kekacauan mengungkapkan bahwa narapidana di tiga paviliun dipersenjatai dengan senjata dan bahan peledak.

BACA JUGA :   Prancis Ajak Indonesia untuk Bentuk Aliansi Baru Indo-Pasifik

Pihak berwenang mengatakan bahwa senjata dan amunisi diselundupkan ke tahanan melalui kendaraan yang mengirimkan pasokan dan terkadang dengan drone.

Kekerasan penjara terjadi di tengah keadaan darurat nasional yang ditetapkan oleh Presiden Guillermo Lasso pada Oktober yang memberdayakan pasukan keamanan untuk memerangi perdagangan narkoba dan kejahatan lainnya.

Pada Sabtu (13/11/2021), Lasso mentweet bahwa “hak pertama yang harus kita jamin adalah hak untuk hidup dan kebebasan, yang tidak mungkin jika pasukan keamanan tidak dapat bertindak untuk melindungi.”

BACA JUGA :   Prancis Ajak Indonesia untuk Bentuk Aliansi Baru Indo-Pasifik

Dia merujuk penolakan Mahkamah Konstitusi baru-baru ini untuk mengizinkan militer masuk penjara meskipun keadaan darurat.

Tentara saat ini berada di luar Litoral. Lembaga pemasyarakatan Ekuador mengalami gelombang kekerasan brutal.

Sebelumnya pertempuran berdarah di dalam penjara Litoral yang menewaskan 119 narapidana terjadi pada akhir September lalu.

Insiden ini digambarkan oleh pihak berwenang sebagai pembantaian penjara terburuk di negara Amerika Selatan itu.

Para pejabat mengatakan sedikitnya lima orang tewas dipenggal. Februari lalu, 79 narapidana tewas dalam kerusuhan serentak di berbagai penjara.

BACA JUGA :   Prancis Ajak Indonesia untuk Bentuk Aliansi Baru Indo-Pasifik

Sejauh tahun ini, lebih dari 300 tahanan tewas dalam bentrokan di penjara di seluruh Ekuador.

Di luar penjara, kerabat narapidana berkumpul untuk berita tentang orang yang mereka cintai.

“Cukup ini. Kapan mereka akan menghentikan pembunuhan? Ini penjara bukan rumah jagal, mereka manusia,” ujar Francisca Chancay, yang saudaranya telah mendekam di penjara selama delapan bulan. (*)

Sumber : Inews