IKLAN YARA

Menyamar Jadi Dosen, Koruptor yang Diburu Selama 18 Tahun Ditangkap

oleh -50.489 views
Menyamar Jadi Dosen, Koruptor yang Diburu Selama 18 Tahun Ditangkap
Penangkapan koruptor Agus Sukaryanto oleh petugas
UPDATE CORONA

Palembang I Realitas – Tim tangkap buronan (Tabur) Kejati Riau menangkap seorang dosen di Palembang, Sumatra Selatan. Pria bernama Agus Sukaryanto itu ternyata merupakan buronan korupsi (koruptor) yang sudah 18 tahun kabur.

Asisten Intelijen Kejati Riau Raharjo Budi Kisnanto mengatakan, terpidana korupsi di PT Inhutani IV Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir itu, ditangkap pada Rabu malam, 10 November 2021.

Sebelum penangkapan, Tim Intelijen Kejati Riau dan Kejari Indragiri Hilir mencari keberadaan terpidana hingga akhirnya ditemukan di sebuah rumah di Jalan Anggrek, Palembang, Sumatra Selatan.

Kejati Riau berkoordinasi dengan Kejati Sumatra Selatan dan berkumpul di rumah dinas kepala Kejati di sana. Setelah membahas teknis penangkapan, tim bergerak ke rumah terpidana yang merugikan negara Rp1,2 miliar ini.

“Tim datang ke rumahnya, mengetuk pintu dan sempat menunggu lima menit,” kata Raharjo, Jumat (12/11/2021).

BACA JUGA :   Habib Rizieq Mendadak Sampaikan Ini

Begitu terpidana keluar, tim langsung menangkap dan memasukkan ke dalam mobil. Tanpa perlawanan, terpidana akhirnya sampai ke Pekanbaru pada Jum’at siang.

“Kasusnya ini tahun 2003 bersama Ir Mujiono yang ditangkap di Palu beberapa waktu lalu,” kata Raharjo.

Pelarian terpidana yang bernama Ir. Agus Sukaryanto selama 18 tahun 10 bulan berakhir, setelah tim menemukan buronan kasus Korupsi pada PT Inhutani IV, di Komplek Perumahan Batangan Indah, Di Jalan Anggrek, Kota Palembang, Provinsi Sumsel, Pada Rabu 10 November 2021 Sekitar pukul 20.45 Wib.

Selama pelarian dikatakan Asisten Intelijen Kejati Riau Raharjo Budi Kisnanto pada Jumat 12 November 2021, terpidana kerap berpindah-pindah dan selalu berganti nomor Handphone.

“Yang bersangkutan selalu berpindah-pindah tempat dan nomornya selalu berganti ganti,” sebutnya.

BACA JUGA :   Ditinggal Salat, Mobil BMW di Banyumas Ludes Terbakar

Terpidana juga mengganti status pekerjaannya menjadi dosen, agar terhindar dari pencarian petugas.

“Disana dia mengajar di salah satu perguran tinggi sebagai dosen, dan di data kependudukannya juga telah berubah status pekerjaannya menjadi dosen,” Jelasnya.

Penangkapan buron terpidana Korupsi Atas nama Ir. Agus Sukaryanto, untuk melaksanakan eksekusi atas putusan Pengadilan Negeri Tembilahan Nomor : 48/Pid.B/2002/PN.Tbh Tanggal 30 Januari 2003.

Ir. Agus Sukaryanto bersama-sama dengan Ir. Mujiono (telah di eksekusi Tim tabur pada Kamis 28 Oktober 2021 di Palu) secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 1 ayat (1) sub B Jo pasal 28 UU 3 Tahun 1971 Jo Pasal 43A UU Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) KUHP.

BACA JUGA :   24 Tahanan LPKA Jambi Lari, 19 Berhasil di Tangkap 5 Lagi Hilang Jejak

Dengan hukuman pidana penjara selama 2 (dua) tahun, uang pengganti masing-masing Rp. 600 juta dan denda Rp. 10 juta subsidair 3 bulan kurungan. Akan tetapi para terpidana tidak dapat dieksekusi pada waktu itu karena melarikan diri.

Ditangkapnya Ir. Agus Sukaryanto di Provinsi Sumsel dan 3 orang sebelumnya juga telah ditangkap, Buruan Tim Tabur Kejati Riau berkurang menjadi 17 Terpidana yang termasuk dalam Daftar Pencarian Orang Atau DPO. Asintel Kejati Riau berharap, Terpidana yang belum tertangkap agar menyerahkan diri.

“Ditangkapnya Terpidana ini, Tim Tabur Kejati Riau masih melakukan pengejaran terhadap 17 terpidana lainnya yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang agar segera menyerahkan diri, tidak ada tempat pelarian yang aman, Tim akan segera memburu mereka,” ungkapnya. (*)