IKLAN YARA

Terkait Dugaan Mesum Walikota Langsa, Cut Lem Penuhi Panggilan Polda Aceh dan Serahkan Alat Bukti Minta Kasus Ini Sampai ke Pengadilan

oleh -508.489 views
Terkait Dugaan Mesum Walikota Langsa, Cut Lem Penuhi Panggilan Polda Aceh dan Serahkan Alat Bukti Minta Kasus Ini Sampai ke Pengadilan
UPDATE CORONA

Banda Aceh I Realitas – Muslim, SE alias Cut Lem Ketua Kibar Aceh, memenuhi undangan Polda Aceh, Selasa (31/8/2021).

Undangan klarifikasi Polda Aceh nomor B/586/VIII/RES.1.18/2021/Subdit II Resum tertanggal 25 Agustus 2021, perihal : undangan Klarifikasi terhadap saudara Cut Lem, yang ditandatangani oleh Wadir Reskrimum Polda Aceh AKBP Wahyu Kuncoro, SIK, MH, guna kepentingan penyelidikan, atas laporan Walikota Langsa terhadap pencemaran nama baik Walikota Langsa atas dugaan Asusila.

Ketua DPD Kibar Aceh Muslem, SE memenuhi panggilan Polda Aceh sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Polda Aceh hari Selasa tanggal 31 Agustus 2021, terkait dibongkar nya isu dugaan mesum yang dilakukan oleh Walikota Langsa Usman Abdullah alias Toke Seum bersama seseorang wanita berinisial Ai.

Cut Lem kepada Media ini Selasa Malam (31/8/2021) Dan Cut Lem menjelaskan, ” Bahwa selama ini yang banyak menjadi pemberitaan atas dugaan asusila yang dilakukan oleh Walikota Langsa Usman Abdullah alias Toke Seum bukan pernyataan saya, melainkan laporan pengakuan Saudari Ai yang saya proses kemudian saya sampaikan kepada Media, jadi bukan pernyataan saya, demikian klarifikasi yang disampaikan kepada Polda Aceh, ujar nya.

Kedatangan saya ke Polda Aceh, untuk memperjelas bahwa yang terjadi hari ini adalah pengakuan seorang Ai yang saya proses sebagai tugas saya seorang ketua LSM sebagai sosial kontrol ditengah-tengah masyarakat, yang merasa menjadi korban terhadap kasus tersebut kemudian disampaikan kepada saya selaku ketua LSM Kibar Aceh, sebut Cutlem.

Cut Lem

Lebih lanjut Cutlem juga menyebutkan Dan saya selaku ketua LSM Kibar wajib menerima laporan masyarakat, karena dari 8 fungsi pokok sebuah organisasi LSM, salah satunya adalah, menampung, memproses, dan melaksanakan semua aspirasi masyarakat, jelas Cut Lem.

Jadi jika beritakan oleh media bahwa itu ungkapkan Ketua DPD KIBAR Aceh Muslim, SE adalah Fitnah dan pencemaran nama Baik, ujarnya.

Seharusnya Walikota Langsa Usman Abdullah melaporkan siapa saja yang terlibat terutama Saudari Nuraina Alias Ai yang merupakan sumber utama dalam kasus ini.

Tapi malah orang-orang Walikota mendatangi Ai untuk meminta agar Ai mengklarifikasi dan membantah berita tersebut.

Padahal fakta yang sebenarnya Ai lah yang mengaku dirinya dilecehkan oleh Walikota, jadi apa yang di beritakan di Media adalah pengakuan Saudari Nuraina alias Ai, bukan pernyataan ketua Kibar Muslim, SE alias Cut Lem.

Cutlem juga minta kepada penyidik Polda Aceh agar membuka tabir kebenaran yang terjadi, sementara saya hanya pihak yang menerima laporan dan hanya ingin membantu korban yang melaporkan, serta terus mengikuti perkembangan yang terjadi, saya tidak mencari sensasi seperti yang sebagian orang pikirkan, tetapi saya menjalankan tugas apa yang sedang saya jalankan, dan kasus ini harus berakhir ke pengadilan, jangan sampai terhenti disini saja.

BACA JUGA :   Mualem Buka Jambore Daerah Kwarda Gerakan Pramuka Aceh 2021

Kita minta kepada masyarakat Kota Langsa, agar bersabar nanti pasti jelas apakah kasus ini ada unsur fitnah atau bukan, karena kita minta penyidik harus periksa semua pihak yang terlibat nantinya.

Cutlem sudah menyerahkan semua bukti bukti kepada tim penyidik yang sebelumnya bukti bukti itu diserahkan kepada nya, oleh Ai, semua bukti sudah kita serahkan kita tunggu penyidik Polda Aceh bekerja, tutup Cutlem.

Seperti di beritakan media ini, Selasa 17 Agustus 2021.

Muslem, SE, Ketua LSM KIBAR Aceh, bongkar kasus dugaan mesum oknum Walikota Langsa USA dengan Janda AI, warga pidie jaya yang sekarang bertempat Tinggal di Banda Aceh, Wakil Ketua Bidang Hubungan Masyarakat, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Iskandar Muda Aceh, (YLBH Iskandar Muda Aceh) H M Ali Abusyah, alias Abu Alex, minta uji materi kasus ini agar terhindar dengan Fitnah.

Cutlem sudah ada bukti kuat dan dokumen kalau bukti tidak ada tidak mungkin terjadi konferensi Pers.

Menurut Cutlem kepada sejumlah Wartawan menyebutkan, kejadian berawal kejadian bertepatan pada acara pesta perkawinan anak pak Irwandi Yusuf mantan Gubernur Aceh sekira 26 april 2018 oknum Walikota Langsa berinisal USA bin Alm Abdullah menghubungi Ai binti (Alm) Mustafa yang tinggal sementara di Kota Banda Aceh untuk datang ke Kota Langsa dengan mobil penumpang Hiace dan untuk keperluan tersebut Walikota Langsa USA mengirimkan uang kepada Ai Rp. 2 juta, agar janda ini segera ke Langsa ujar Muslim, SE, kepada sejumlah Wartawan pada acara konferensi Pers, Senin (16/8/2021) Sore di Kafe Plato Langsa.

Wartawan Media ini menerima rilis Pers, Senin (16/8/2021).

Dalam rilis yang dikirim menurut Muslim, SE, yang disapa Cutlem oleh Warga Langsa, berdasarkan pengakuan Saudari Ai binti (Alm) Mustafa bahwa oknum Walikota Langsa USA Bin (Alm) Abdullah warga Kota Langsa (52 tahun) dan Ai binti (Alm) Mustafa warga Aceh Tamiang (39 tahun) keduanya tidak terikat pernikahan yang sah menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku (bukan mahram) dan Berdasarkan Permintaan oknum Walikota Langsa USA, maka Ai berangkat dari Banda Aceh menuju Kota Langsa dan setibanya Ai di Kota Langsa.

BACA JUGA :   Azhar Budiman Apresiasi Kinerja Kapolda Aceh Irjen Pol Ahmad Haydar

Ai langsung menuju Pendopo Walikota Langsa dan selanjutnya Walikota Langsa USA memberikan fasilitas kamar tamu di Pendopo kepada Ai untuk bermalam, sekira pukul 24.00 WIB Walikota Langsa USA mengintip-intip ke kamar tempat menginap Ai, melalui jendela namun tidak masuk ke kamar dikarenakan Ai menginap bersama temannya seorang perempuan, kemudian setelah melihat situasi telah sepi, Walikota Langsa USA menelpon Ai untuk masuk ke Kamar USA, tapi melalui arah belakang supaya tidak dilihat orang, atas permintaan USA maka Ai bergegas masuk ke Kamar oknum Walikota Langsa USA didalam Pendopo Pemerintah Kota Langsa, Provinsi Aceh.

Masih menurut Cutlem setelah melakukan Investigasi hampir 2 bulan ke lapangan termasuk menemukan AI ditempat tinggalnya di Banda Aceh, ujar Cutlem.

Menurut pengakuan kepada Cutlem dalam pertemuan hampir 10 x pertemuan, setelah Ai berada didalam kamar oknum USA, maka walikota Langsa USA langsung melakukan perbuatan tidak senonoh di sehingga kasus ini diminta.AI, dan pihaknya akan membuka semuanya kalau nantinya akan bersuara sampai ke meja hijau.

Menurut Cutlem, Atas Perbuatan oknum Walikota Langsa USA dan Ai diduga melanggar pasal 25 ayat (1) qanun Aceh nomor 06 tahun 2014 tentang pidana Jinayat, dapat diancam pidana Jinayat paling banyak 30 kali cambuk didepan umum (Ikhtilat), ujar Cutlem.

Perbuatan dugaan Pidana Jinayat Ikhtilat (bermesraan antara laki-laki dan Perempuan dewasa tanpa ikatan nikah) yang dilakukan dengan sengaja oleh Walikota Langsa USA dan Ai di dalam pendopo adalah sangat melukai perasaan warga Kota Langsa khususnya yang beragama Islam, karena selama ini masyarakat beranggapan Pendopo adalah tempat yang paling bersih dari perbuatan bejat Ikhtilat, ternyata image suci terhadap pendopo Walikota Langsa hanya isapan jempol belaka, masyarakat Kota Langsa sangat kecewa dan mengutuk keras terhadap praktek mesum yang dilakukan oleh Walikota Langsa USA dan Ai.

Elemen masyarakat peduli syariat Islam dan sejumlah masyarakat Kota Langsa yang pernah menjalani hukuman Pidana Jinayat cambuk, kurungan dan atau denda di Kota Langsa menuntut keadilan, agar siapapun yang melanggar syariat Islam, maka harus ditindak secara tegas, apalagi melakukan perbuatan tindak pidana jinayat Ikhtilat, seperti menghisap kemaluan perempuan oleh Walikota Langsa didalam Pendopo, yang merupakan gedung kebanggaan masyarakat Kota Langsa, untuk mengembalikan marwah dan nama baik Pendopo, maka wajib disamak oleh warga Kota Langsa sebagai bentuk pembersihan najis, warga Kota Langsa akan menggelar demo untuk meminta pertanggungjawaban Walikota Langsa USA terhadap penyalahgunaan gedung Pendopo sebagai tempat Praktek Kejahatan Asusila yang sangat bertentangan dengan Penegakan Syariat Islam di Kota Langsa, belum pernah dalam sejarah di Aceh ada Kepala Daerah melakukan mesum didalam Pendopo seperti yang pernah terjadi di Kota Langsa.

BACA JUGA :   PAG Gelar Kunjungan Silaturahmi ke Denkesyah Lhokseumawe

WALIKOTA LANGSA TIDAK MELAKUKAN SANGGAHAN

Kami selaku Ketua DPD Kibar Aceh telah menyampaikan surat secara patut kepada Walikota Kota Langsa USA bin (Alm) Abdullah, nomor 122/DPD/KA/2021 tertanggal 26 juli 2021 Perihal:

Press Realese yang mana meminta tanggapan tertulis untuk dijawab paling lambat tanggal 30 juli 2021, bertujuan menciptakan pemberitaan yang berimbang oleh Jurnalis, tetapi sampai melewati 30 juli 2021 Walikota Langsa USA bin (Alm) Abdullah tidak melakukan sanggahan terhadap fakta yang telah diuraikan dalam materi Press Realese, maka dianggap Walikota Langsa USA bin (Alm) Abdullah sependapat dengan fakta materi Press Realese perkara a quo.

Abu Alex, minta pihak penegak Hukum untuk menelusuri kasus duguan amoral yang disebut sebut, toke Suum terlibat, kita minta semua pihak harus melihat secara jernih, ujar nya, kepada Media ini Selasa (17/8/2021).

Pembuktian secara Hukum wajib apa yang disampaikan oleh Cutlem ke publik, dan kita juga minta kepada Walikota Langsa Toke Suum, silakan lapor ke polisi, pihak lain atau pihak pihak yang tidak mengetahui benar, sebaik nya dapat menahan diri dulu biar polisi yang melakukan penyelidikan kasus ini, ujar Abu Alex yang juga mantan GAM di Aceh.

Pembuktian secara hukum sangat perlu karena kasus ini sudan mencuat ke permukaan, uji materi juga sangat penting, apalagi kasus ini di Pendopo Langsa, tidak semua orang bisa masuk pendopo apalagi tidur di pendopo, ini pengakuan Ai juga perlu dipanggil pihak polisi.

Polisi kita minta agar gerak cepat, dalam kasus ini apa bila walikota Langsa sudah melaporkan yang kabarnya kita dengar sudah melaporkan ke Polda Aceh tutup Abu Alex.

Sementara itu Walikota Langsa Tgk Usman Abdullah, SE, mengirim pesan via WhatsApp kepada Media Realitas Senin malam sekira pukul 22.49, yang isinya :

Besok sya ke polda melaporkn fitnah dan pemerasan terhadap saya bukti saksi sdh cukup. (*)