IKLAN YARA

Terdakwa Pembunuh Ibu dan Anak di Simpang Jernih Divonis Pidana Mati

oleh -54.489 views
Terdakwa Pembunuh Ibu dan Anak di Simpang Jernih Divonis Pidana Mati
UPDATE CORONA

Aceh Timur I Realitas – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Idi, Aceh Timur menjatuhkan vonis hukuman pidana mati terhadap kedua terdakwa kasus pembunuhan berencana ibu dan anak di Simpang Jernih, Aceh Timur.

Vonis tersebut dibacakan dalam sidang putusan yang berlangsung secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Idi, Aceh Timur, Selasa (31/8/2021).

Kedua terdakwa yang divonis dengan hukuman pidana mati yaitu, M Rizal Sitorus dan Rabusah, keduanya warga Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur.

BACA JUGA :   Berantas Judi Online, Forkopimda dan Ulama Apresiasi Kapolda Aceh

Sidang ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Khalid, AMd, SH, MH, dengan dua Hakim Anggota yakni, Ike Ari Kesuma, SH, dan Reza Bastira Siregar, SH.

Adapun JPU yang menghadiri sidang vonis tersebut adalah, Harry Arfhan, SH, MH, Cherry Arida, SH, dan M Iqbal Zakwan, SH.

Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa M Rizal Sitorus dengan pidana mati. JPU mendakwa M Rizal Sitorus dengan tiga pasal sekaligus.

Karena selain melakukan pembunuhan terhadap ibu dan anak, ia juga memperkosa korbannya sehingga pelaku didakwa tiga pasal yaitu Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1, dan Pasal 76D Jo Pasal 81 ayat 1 UU Tentang Perlindungan Anak.

Sementara terdakwa Rabusah sebelumnya hanya didakwa dua pasal yaitu, melanggar Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

“Terdakwa perkara pembunuhan berencana terhadap ibu dan anak disertai pemerkosaan Rabusah dan M Rizal Sitorus, telah di putus oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Idi dengan vonis pidana mati.

BACA JUGA :   Kunker ke Atim, Kapolda Aceh Kunjungi Momen Panen Raya Jagung

Vonis ini sesuai tuntunan JPU sebelumnya,” ujar Kajari Aceh Timur, Semeru, SH, MH, melalui Kasi Intel, Andy Zulanda, SH, didampingi Kasi Pidum, Ivan Najjar Alavi, SH, MH kepada Wartawan, Selasa (31/8/2021).

Terhadap putusan tersebut, ungkap Kasi Pidum, Ivan Najjar Alavi, SH, MH, pihaknya menyatakan sikap pikir-pikir.

Begitu juga terdakwa melalui penasehat hukumnya menyatakan pikir-pikir. (*)