IKLAN YARA

Pria di Sleman Rudapaksa Dua Anak Gadisnya Selama 8 Tahun

oleh -8.489 views
Pria di Sleman Rudapaksa Dua Anak Gadisnya Selama 8 Tahun
Ilustrasi
UPDATE CORONA

Sleman I Realitas – Seorang pria di Kabupaten Sleman, Yogyakarta tega merudapaksa kedua anak perempuannya sendiri.

Ironisnya, perbuatan bejat pelaku itu sudah dilakukan selama delapan tahun.

Pelaku hampir setiap hari melancarkan aksi bejatnya saat sang istri berjualan.

Bahkan, saat seorang anak gadisnya telah menikah, pelaku juga tetap melakukan aksinya.

Pria berinisial SND (41) itu akhirnya dirikus Polres Sleman setelah dilaporkan anaknya.

Diketahui, kedua korbannya yakni YEP (18) dan YDP (16).

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim, Polres Sleman, Iptu Yunanto Kukuh Prabowo berkata, tindakan yang dilakukan oleh pelaku kepada dua anak gadisnya itu, dilakukan sejak tahun 2013.

Tepatnya sejak kedua anaknya masih duduk di kelas 4 dan 5 Sekolah Dasar (SD).

“Pelaku melakukan aksinya ketika sang istri sedang bekerja. Kebetulan pekerjaan istrinya, sebagai penjual pecel lele,” kata dia, di Lobi Mapolres Sleman, Selasa (21/9/2021).

Akibat kejadian itu, kedua korban saat ini mengalami trauma, karena mendapat kekerasan fisik maupun psikis yang dilakukan oleh bapak kandungnya sendiri bertahun-tahun dan hampir dilakukan setiap hari.

BACA JUGA :   Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi di Pekanbaru, 81 Kg Sabu Disita

Bahkan, ketika anak tertua, YEP, telah bersuami dan tinggal dalam satu rumah, tindakan itu masih dilakukan oleh pelaku.

Pelaku terbilang mahir menyembunyikan aksi kejahatannya itu.

Bahkan sang istri tidak mengetahui perlakuan sang suami kepada anak-anaknya yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun itu.

Kasus persetubuhan tersebut terungkap September ini.

Setelah bertahun-tahun menjadi korban kebiadaban bapak kandungnya, YDP yang merasa tidak tahan, akhirnya memberontak.

BACA JUGA :   Polisi Bongkar Ganja Seberat 1,370 Ton, 12 Orang Jadi Tersangka

YEP yang sudah bersuami juga akhirnya memberanikan melapor.

Pelaku kemudian ditangkap, pada 12 September 2021, berikut barang bukti, berupa satu celana pendek (kolor) dan handuk warna ungu muda.

“Ancaman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” kata Kukuh.

Pelaku sudah menjalani pemeriksaan kejiwaan, dan kepolisian saat ini masih menunggu hasilnya. (*)

Source