IKLAN YARA

Pembakaran Mobil Pimred Media Realitas Adalah Teror Terhadap Dunia PERS Di Aceh

oleh -52.489 views
Pembakaran Mobil Pimred Media Realitas Adalah Teror Terhadap Dunia PERS Di Aceh
UPDATE CORONA

Langsa I Realitas -Ketua DPW SWI (Sekber Wartawan Infonesia) Prov Aceh, T, Jamalul Iqbal, mengutuk aksi teror pembakaran mobil milik Pimred Media Online Realitas dan Juga Ketua YARA Kota Langsa, H. Abdul Muthaleb, SE, SH, Msi, Mkn, oleh OTK, Pada Subuh pagi (20/09/21).

Iqbal menyatakan hal itu merupakan bentuk lain terorisme terhadap PERS dan Demokrasi, serta hak asasi manusia. Karena menyasar pemimpin redaksi sebuah media, dan lembaga pembelaan masyarakat tersebut.

BACA JUGA :   Kapolda Aceh Minta Jajarannya Tingkatkan Persentase Capaian Vaksin

“Itu adalah terorisme terhadap Pers dan demokrasi, dan kami menduga itu merupakan ancaman atau rencana pembunuhan, aparat anti teror harus segera turun tangan menangkap pelaku,” kata Iqbal melalui PERS Rilis, Senin (20/9/2021).

Dia menduga aksi itu sengaja dilakukan oleh orang – orang suruhan, diduga terkait kasus besar atau persoalan yang diduga pernah ditangani YARA atau pemberitaan Media Realitas selama ini.

” Apapun ceritanya, cara -cara kekerasan dan tidak beradab tidak dapat dibenarkan, dan jelas melanggar hukum, apalagi ada cara – cara yang baik, tepat dan sah menghadapi pemberitaan wartawan atau menghadapi aktivitas LBH atau LSM, kami menduga aksi teror Ini terkait pemberitaan atau sepak terjang YARA Langsa, intinya itu pasti ada sebab dan dalangnya,” ungkap Iqbal.

BACA JUGA :   IAIN Langsa Laksanakan Wisuda 542 Jadi Sarjana

Putera Langsa Ini mendesak penegak hukum segera menangkap pelaku dan mengungkap dalang kejahatan tersebut. Dia juga menghimbau jaringan Pers dan demokrasi secara nasional memperhatikan kasus teror tersebut hingga tuntas Agar jangan ada lagi teror-teror terhadap PERS di Bumi Atjeh ini.

BACA JUGA :   Kenang Jasa Pahlawan, Kalapas Ziarah dan Tabur Bunga

” Penegak hukum harus mengungkap sampai ke dalang – dalangnya, teman – teman Pers dan LSM mesti kawal kasus ini, karena teror bisa memangsa siapa saja, dan itu semua harus dihapuskan dari peradaban manusia,” pungkas T, Jamalul Iqbal menutup keterangannya. (*)