IKLAN YARA

KOWAS-LSG: Dukung Investasi UEA, Menolak Keikutsertaan Cina

oleh -48.489 views
UEA
Ketua (KOWAS-LSG) H.dr. Syahyuril saat menyampaikan pada jumpa Pers di Sapo Belen Kapong Pulo Sarok Kecamatan Singkil, (13/9/2021)
UPDATE CORONA

Aceh Singkil | Realitas – Komunitas Warga Aceh Singkil Lintas Sektor dan Generasi (KOWAS-LSG) mendukung rencana investasi pengembangan Pariwisata senilai 7.1 triliun yang akan di lakukan Uni Emirat Arab (UEA) di Pulau Banyak Aceh Singkil.

Namun (KOWAS-LSG) menolak membawa bocengan CEO-nya orang dari Negara China. Hal itu disampaikan Ketua KOWAS dr. H.Syahyuril pada jumpa Pers di Sapi Belen Kapong Pulo Sarok Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, Senin (13/9/2021).

Adapun bentuk penolakan itu di sampaikan KOWAS-LSG melalui spanduk dipasang di 11 Kecamatan bertuliskan, “Investasi Uni Emirat Arab Yes…, Keikutsertaan Cina No !!!”.

Motif penolakan kita ini kata Syahyuri, adalah sebagai langkah pereventif upaya untuk mengantisipasi instabilitas kondisi tenaga kerja lokal.

BACA JUGA :   Diduga Jadi Calo Proyek di Aceh dan Kutip Uang Rp20 Juta, MN di Tangkap Polisi

” Penolakan tersebut adalah, menyikapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan di Banda Aceh, yang menyatakan kemungkinan Investasi Uni Emirat Arab di Pulau Banyak ada campur tangan CEO dari China” kata Syahyuril.

Lebih lanjut kata Syahyuril, penolakan tenaga kerja asing (TKA) China, karena hampir semua masyarakat di Indonesia menolak kedatangan China di Indonesia. Sementara Indonesia juga masih memiliki tenaga-tenaga ahli.

Kenapa Harus Cina? Kalaupun dari Luar negeri, kita patut mempertanyakan kenapa harus China, banyak koq yang lain, Korea ada, Jepang ada, daerah Brunei juga ada yang bisa membangun wisata disini mendampingi Uni Emirat Arab tadi.

Lantas kenapa kita tolak China, persoalannya sekarang hampir semua masyarakat di Indonesia ini menolak kedatangan China di Indonesia. Bukan China WNI yang di tolak.

Tapi seolah-seolah disini tidak ada lagi tenaga kerja yang ahli. Itu sebenarnya yang kita tolak, itu yang kita tidak suka,” tegasnya.

Syahyuril berharap sikap ini akan disambut semua masyarakat, karena menurutnya kehadiran TKA China akan menimbulkan banyak dampak.

“Walaupun kita belum survey secara menyeluruh, tapi dari survey kecil-kecil, pendapat masyarakat, mereka juga menolak kehadiran China yang menumpang di UEA.

Karena besar kali dampaknya. Saya ga usah sebutkan dampaknya. Tapi yang kita kemukakan disini masalah tenaga kerja, belum lagi nanti kita bicara ideologinya” paparnya.

BACA JUGA :   Tengkorak Yang Ditemukan di Kebun Karet, Korban Adalah Warga Gedubang Aceh

Lebih lanjut, Syahyuril mengatakan sikap penolakan ini akan disampaikan ke Pemerintah, baik kepada Pemerintah Daerah Aceh Singkil, Pemerintah Aceh, dan Pemerintah Pusat, agar hal ini dapat diantisipasi dan dicegah.

“Apa kata dunia ketika Aceh menerima tenaga asing, sementara disana dia ditolak. Seandainya hal ini tidak dapat tanggapan bagus dari Pemerintah kita, kita akan bicarakan ke tingkat Provinsi.

Kalau juga tidak, kita bicara kepada DPR RI orang-orang Aceh yang ada disana, yakinlah mereka tidak tinggal diam dan membiarkan. Saya yakin hati nurani mereka menolak ,” Pungkasnya.(Rostani)