IKLAN YARA

Keracunan Nasi Berkat, Puluhan Orang di Karawang Dilarikan Ke RS dan Tewaskan 1 Orang

oleh -206.489 views
Keracunan Nasi Berkat, Puluhan Orang di Karawang Dilarikan Ke RS dan Tewaskan 1 Orang
Keracunan Nasi Berkat, Puluhan Orang di Karawang Dilarikan Ke RS dan Tewaskan 1 Orang
UPDATE CORONA

Karawang I Realitas – Puluhan orang di Karawang diduga keracunan nasi berkat dari acara pengajian di Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Polres Karawang melakukan pemeriksaan terhadap sepuluh orang saksi mulai dari jamaah pengajian, penyelenggara acara hingga warga yang memasak makanan tersebut.

“Iya 10 saksi sudah kami lakukan pemeriksaan, termasuk empat orang yang membuat makanan tersebut,” kata Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Oliestha Ageng Wicaksana, pada Minggu (5/9/2021).

Dia mengungkapkan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Puslabpor Mabes Polri untuk mengecek kandungan makanan yang membuat warga keracunan tersebut.

Sampel darah, urine dan muntahan sejumlah korban keracunan nasi berkat itu juga telah dibawa untuk di uji laboraturium.

“Semua sampel itu sudah dibawa oleh Puslabpor Mabes Polri,” ucapnya.

Ia menerangkan, dari hasil pemeriksaan nasi berkat dimasak oleh sejumlah warga yang berbeda.

Untuk nasi timbel, telur balado, dan botok atau udang kering dengan kelapa dibuat 15 porsi yang dimasak oleh E dan ibunya A (73).

Lalu, tempe bacem dimasak oleh I, dan urap dimasak oleh ET.

Saat ini pihak kepolisian masih mencari sisa makanan untuk dijadikan sampel laboratorium forensik.

“Untuk sisa makanan masih kita cari, maka itu sekarang uji labnya dari muntahan, urine dan darah sementara ini,” terang dia.

Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Jawa Barat mencatat sebanyak 40 warga diduga keracunan hidangan makanan di acara pengajian muharaman di Musola Nurul Huda, Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kota Baru.

1 Orang Meninggal

Sebanyak 40 warga keracunan itu tersebar di tiga desa, yakni Desa Cikampek Kota, Desa Pucung, dan Desa Cikampek Utara.

Dari 40 warga yang keracunan, 18 orang masih dirawat dan satu orang meninggal dunia.

“Dari kejadian diduga keracunan di Cikampek Utara ada 40 orang, sekitar 18 orang dirawat dan satu orang meninggal dunia,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Karawang, Endang Suryadi, saat ditemui di Puskesmas Cikampek Utara, pada Sabtu (4/9/2021).

BACA JUGA :   Tambang Pasir Ilegal di Batas Roteng, Panbar Berpotensi Munculkan Konflik

Endang menjelaskan satu orang meninggal itu bernama Ifah, korban merupakan pembawa acara pengajian tersebut.

Dijelaskannya, korban yang menyantap nasi besek itu mengalami gejala pusing, keram perut, hingga muntah.

Korban sempat dirawat di rumah sakit di wilayah Karawang, akan tetapi karena kondisinya memburuk korban dirujuk ke Rumah Sakit Siloam Purwakarta.

“Satu orang meninggal dunia, kata keterangan pihak desa almarhumah itu pembawa acaranya meninggal di RS Siloam Purwakarta,” jelas Endang.

18 orang masih dirawat

Saat ini 18 warga yang masih dirawat di sejumlah lokasi, rinciannya di Rumah Sakit Izza ada 3 orang, di UPTD Puskesmas Kota Baru ada 11 orang, di Puskesmas Cikampek 3 orang, di Rumah Sakit dr Abdul Razak Purwakarta, atau Thamrin itu ada 1 orang.

“Kami masih terus melakukan pendataan, karena data ini kemungkinan bisa bertambah, dan berkurang,” terangnya.

Dia juga mengungkapkan dari 18 warga yang menjalani perawatan, ada satu anak dirawat di ruang ICU Rumah Sakit Izza, kondisi cukup parah karena mengalami sesak nafas.

“Satu anak usianya belasan tahun, yang keadaannya berat, karena mengalami sesak nafas dirawat di ruang ICU di Rumah Sakit Izza,” katanya.

Ia juga menambahkan, kronologis kejadian itu pada Kamis (2/9) sekitar pukul 13.00 sampai dengan 15.00 WIB, acara pengajian.

Lalu, pihak Puskesmas pada Kamis malam dan Jumat pagi mendapatkan laporan ada tiga orang berobat ke bidan desa mengeluh mengenai perutnya, mual, sakit perutnya, mual dan pusing, sampai muntah-muntah.

“Dari tiga itu salah satunya yang pembawa acara meninggal dunia. Dafi situ terus dilakukan penanganan hingga penyisiran terhadap warga-warga yang hadir dan makan nasi besek itu,” imbuh dia. 

BACA JUGA :   25 Unit Damkar Dikerahkan Dalam Kebakaran Cahaya Swalayan di Cilandak

Keracunan nasi besek

Sekertaris Desa Cikampek Utara, Bayu Rahayu mengungkapkan, total ada 35 warga mengalami keracunan makanan.

Mereka keracunan seusai menyantap makanan dalam kegiatan pengajian.

Acara pengajian ini pun digelar di Musala Nurul Huda di Dusun Kampung Baru Timur, RT 01 RW 08, Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kota Baru, Kamis (2/9/2021).

“Iya keracunan nasi besek, kan setelah selesai acara pengajian dalam rangka Muharam itu pulangnya pada dikasih besek,” katanya, kepada awak media, pada Sabtu (4/9/2021).

Dia mengungkapkan pihaknya baru mendapatkan laporan awal adanya warga keracunan pada Kamis malam.

Awalnya, hanya ada tiga orang dengan kondisi parah dengan gejala mual, keram perut, muntah, hingga buang air besar.

Mereka langsung dirawat di Rumah Sakit Izza.

“Dari laporan itu langsung kita sisir ke warga-warga lain yang makan besek itu. Benar saja mereka mengalami gejala yang sama,” ungkap dia.

Pihak desa bersama puskesmas dan kepolisian melakukan penanganan, dengan membawa sejumlah warga yang keracunan untuk segera mendapatkan perawatan.

Puluhan warga itu dirawat di sejumlah rumah sakit dan puskesmas.

Diantaranya, Rumah Sakit Izza, RS Thamrin, RS Karua Husada, dan Puskesmas Kota Baru.

“Jadi benar-benar kejadian luar biasa, 35 itu dari wilayah kami saja. Ada juga warga dari luar wilayah kami,” jelas dia.

Puluhan warga Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat alami keracunan makanan.

Warga yang keracunan itu dirawat di sejumlah rumah sakit dan puskemas.

Menurut Kepala Puskemas Kota Baru, dr Sari Ati Astuti, 21 warga keracunan datang ke Puskesmas Kota Baru, pada Sabtu (4/9/2021) pukul 09.00 WIB.

Mereka semua mengalami gejala pusing kepala, mual, serta buang air besar.

BACA JUGA :   Tambang Pasir Ilegal di Batas Roteng, Panbar Berpotensi Munculkan Konflik

Akan tetapi setelah mendapatkan perawatan, 10 warga telah diizinkan pulang untuk berobat jalan.

Sedangkan 11 warga lainnya masih dalam perawatan.

“10 warga yang diizinkan pulang itu kondisinya tidak terlalu parah. Setelah mendapatkan perawatan dan diberikan obat diperbolehkan pulang untuk nanti berobat jalan,” katanya pada Sabtu (4/9/2021).

Dia mengungkapkan untuk 11 warga masih dirawat karena kondisinya lemas dan butuh mendapatkan infus.

“Mereka yang dinfus karena mengalami dehidrasi berat karena muntah dan buang air parah,” imbuh dia.

Dari laporan pasien kejadian keracunan terjadi di Dusun Kampung Baru Timur, RT 01 RW 08 Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kota Baru usai makan makanan dari kegiatan di Musola.

“Kejadiannya itu hari Kamis (2/9/2021) malam, nah ini mungkin karena masa inkubasinya berbeda jadi baru kerasa hari ini. Mungkin ada juga yang kerasa sejak kemarin, tapi parahnya hari ini,” ungkap dia.

Dari informasi yang dihimpun, jumlah warga yang keracunan mencapai 34 orang.

Mereka dirawat di Rumah Sakit Thamrin Purwakarta, RSIA Sentul Cikampek, RS Izza, Puskesmas Cikampek Utara, dan Puskesmas Kota Baru.

Kesaksian Warga

Salah satu warga yang menjadi korban keracunan bernama Nurjanah (43) mengatakan, setelah memakan nasi berkat dengan lauk telur, urap, tempe, dan bobotok tersebut perutnya keram.

Bukan itu saja, ia juga mengaku terus buang air besar (BAB), dan muntah-muntah.

“Reaksinya enggak langsung. Kerasa malam Jumat,” ujar Nurjanah di Puskesmas Kotabaru, Sabtu (4/9/2021).

Setelah mengalami gejala tersebut dan belum juga membaik, Nurjanah pun dilarikan Puskesmas Kotabaru.

Kata Nurjanah, makanan pada pengajian itu dimasak secara bersama oleh warga.

Nurjanah mengatakan, pada saat pengajian itu yang datang lebih banyak dari biasanya.

“Ada 50-60 orang yang datang,” ungkapnya. (*)

Source:Trb