IKLAN YARA

JK Sebut Ekonomi Afghanistan Akan Hancur Jika Taliban Tetap Eksklusif

oleh -75.489 views
JK Sebut Ekonomi Afghanistan Akan Hancur Jika Taliban Tetap Eksklusif
JK Sebut Ekonomi Afghanistan Akan Hancur Jika Taliban Tetap Eksklusif
UPDATE CORONA

Jakarta I Realitas – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meyakini konflik di Afganistan akan terus berlanjut jika Taliban tetap memimpin dengan gaya yang eksklusif atau tertutup seperti 20 tahun lalu.

JK, sapaan akrabnya, menilai pemerintahan tertutup akan merugikan Taliban. Ia menyebut penolakan terhadap Taliban akan kembali menguat jika hal itu terjadi.

“Mudah-mudahan mereka berubah. Kalau dia tidak berubah, maka ekonominya hancur sendiri. Kalau ekonominya hancur sendiri, pemerintah tidak berjalan, timbul lagi anti-Taliban akan bergerak, maka berlanjut terus konflik ini,” kata JK dalam webinar yang digelar Centre for Dialogue and Cooperation Among Civilizations (CDCC), Jumat (3/9).

BACA JUGA :   Jokowi Ajak Semua Negara Atasi Tantangan Global Bersama di PBB

Jusuf Kalla melanjutkan, hanya tiga negara yang akan mengakui Afghanistan jika Taliban tetap tertutup. Tiga negara itu adalah Arab Saudi, Uni Emirate Arab, dan Pakistan.

Menurut Jusuf Kalla, keadaan itu akan menghambat investasi masuk ke Afghanistan. Dengan begitu, Afghanistan tak punya modal untuk menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan.

BACA JUGA :   Taliban Menyatakan Enggan Menjalin Hubungan dengan Israel

“Masalah ekonomi. Dia (Afghanistan) kaya, tapi tidak ada yang mengolahnya,” tutur Jusuf Kalla.

Sebelumnya, Afghanistan bergejolak setelah Amerika Serikat menarik seluruh pasukan. Taliban pun kembali menguasai tampuk pemerintahan setelah 20 tahun terasingkan.

Setelah Taliban menduduki Kabul, banyak negara memulangkan warga negaranya, termasuk Indonesia. Banyak negara juga meragukan kepemimpinan Taliban karena catatan sejarah.

BACA JUGA :   Taliban Menyatakan Enggan Menjalin Hubungan dengan Israel

Meski begitu, Taliban mengklaim mereka akan berubah. Taliban menjamin akan menjalankan pemerintahan dengan lebih terbuka.

“Saya berpikir tentang pemerintahan inklusif di Afghanistan, ini adalah tuntutan dan keinginan serta keamanan seluruh penduduk Afghanistan,” ucap Juru Bicara Taliban Shuhail Shaheen dalam keterangan pers, dilansir Associated Press, Senin (16/8). (*)

Source:CNN