IKLAN YARA

Investasi Bodong Berkedok Arisan Grup WhatsApp di Makassar Terungkap

oleh -28.489 views
Investasi Bodong Berkedok Arisan Grup WhatsApp di Makassar Terungakap
Investasi Bodong Berkedok Arisan Grup WhatsApp di Makassar Terungakap
UPDATE CORONA

Makassar I Realitas  – Satu lagi kasus investasi bodong terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan.

Modus investasi bodong berkedok arisan terungkap setelah polisi menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus itu.

Ketiga tersangka, owner arisan perempuan berinisial JD, admin perempuan berinisial MD dan pemilik rekening pria berinisial AR.

Modus operasi kasus dugaan penipuan dan penggelapan itu, dengan menggunakan empat grup WhatsApp.

“Arisan online ini yaitu modusnya, empat WA (WhatsApp) Grup yang dipakai oleh para pelaku untuk mengajak member,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Jamal Fathur Rakhman saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (17/9/2021) malam.

Empat grup itu, lanjut Kompol Jamal sapaan Jamal Fathur Rakhman, dihuni oleh ratusan member.

“Jadi kurang lebih 300 member yang ikut dalam empat grup ini, ada arisan online, ada investasi menurun dan lain-lain,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Makassar, menetapkan tiga tersangka kasus investasi bodong berkedok arisan.

Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Jamal Fathur Rakhman saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (17/9/2021) malam.

BACA JUGA :   Terkait Suap Perizinan Perkebunan Bupati Kuansing Terjaring OTT KPK

“Jadi, untuk saat ini sudah ditetapkan tiga tersangka terhadap perkara ini (investasi bodong berkedok arisan),” kata Kompol Jamal Fathur Rakhman.

Ketiga tersangka lanjut Kompol Jamal, owner arisan berinisial JD, admin berinisial MD dan pemilik rekening berinisial AR.

Pihaknya pun mengaku, masih menunggu adanya kemungkinan korban-korban lain yang akan melaporkan.

“Sampai sekarang juga kami masih menunggu adanya korban-korban lain yang merasa dirugikan dari arisan online ini,” ujarnya.

Investasi bodong berkedok arisan berhasil mengelabui puluhan sosialita itu terkuak setelah puluhan ibu-ibu yang menjadi investor atau member arisan mendatangi Mapolsek Rappicini, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Rabu (16/9/2021) malam.

Mereka mengaku ditipu oleh perempuan bernama Lisda, yang merupakan penyedia jasa investasi berkedok arisan itu.

“Jadi mereka (para korban) melaporkan dugaan penipuan yang diduga dilakukan oleh saudari Lisda, terkait dengan investasi,” kata Kanit Reskrim Polsek Rappicini Iptu Akhmad Risal kepada wartawan.

“Jadi korban itu memasukkan sejumlah uang kepada terlapor (Lisda) kemudian dijanjikan diberikan keuntungan antara Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta per lima hari,” sambungnya.

BACA JUGA :   Polisi Ungkap Penjualan Kartu Perdana Selular Yang Teresgitrasi NIK dan NKK Orang Lain

Pihaknya mengaku telah berusaha melakukan proses mediasi terhadap terlapor Lisda dan para korban.

Namun, upaya itu tidak menemui kesepakatan lantaran terlapor Lisda, dianggap tidak dapat melunasi dana yang diinvestasi para korban.

Terlebih, Lisda tidak mampu menunjukkan jaminan, jika ia tidak mampu mengembalikan dana para member atau investor.

“Cuman karena banyak korban, lebih dari 100 orang, apalagi jumlah kerugiannya cukup fantastis, mungkin perkara ini akan kami limpahkan penanganannya ke Polrestabes (Makassar),” jelas Akhmad Risal.

Saat ini, pihaknya mengaku telah mengamankan Lisda dan seorang pria yang diduga kekasih atas jasa investasi bodong itu.

Selain itu, pihaknya juga mengamankan seorang admin yang dipekerjakan Lisda di salah satu rumah kos Jl Pelita Raya Makassar, tempat investasi melalui akun media sosial itu dioperasikan.

Sementara itu, Nanda salah satu member yang mengaku menjadi korban investasi palsu itu, mengatakan mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

BACA JUGA :   Polda Riau Gulung Praktek Judi Online, 59 Tersangka Diciduk

“(Kerugian) saya sama adik saya, sekitar Rp 30 juta. Ada juga yang di luar kota itu sampai Rp 129 juta,” kata Nanda yang sudah enam bulan terakhir bergabung dalam investasi buatan Lisda.

Dalam kurung waktu enam bulan itu, lanjut Nanda, proses pencairan atau penarikan untung dari investasi yang ia ikuti berjalan lancar hanya di awal deposito.

Seiring berjalannya waktu, ia mengatakan, proses pembayaran atau keuntungan yang dijanjikan mulai perlahan mandek, hingga akhirnya terhenti.

“Baru tadi pagi saya tahu kalau ini penipuan. Lancar awal, tapi setelah itu mulai mandek, mandek, akhirnya kolaps,” ungkap Nanda

Sepengetahuan Nanda, selain di Kota Makassar, korban investasi bodong itu, kata Nanda, juga berasal dari beberapa daerah di luar Sulawesi Selatan.

“Dari Jakarta ada, Palu, Sumatera, Enrekang, Pinrang dan daerah Jawa ada juga,” bebernya.

Kasus itu kini ditangani Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar. (*)

Source:trb