IKLAN YARA

Dugaan Pelecehan Seksual-Perundungan, Bareskrim Selidiki Kantor KPI

oleh -53.489 views
Dugaan Pelecehan Seksual-Perundungan, Bareskrim Selidiki Kantor KPI
Bareskrim
UPDATE CORONA

Jakarta I Realitas – Seorang pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengaku mengalami pelecehan seksual sesama pria dan perundungan oleh rekan kerja sejak 2012. Dittipidum Bareskrim Polri turun tangan membentuk tim menyelidiki kasus tersebut.

“Saya baru dapat informasi tadi pagi. Dittipidum akan turunkan tim untuk menyelidiki,” ujar Dirtipidum Bareskrim, Brigjen Andi Rian Djajadi, kepada wartawan, Kamis (2/9/2021).

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto meminta korban melapor ke kepolisian. Agus menyebut suatu kejadian sulit ditangani apabila tidak ada laporan.

“Kalau nggak ada laporan dari korbannya kan sulit kita tahu suatu kejadian itu terjadi,” ucap Agus.

Pengakuan Korban Pelecehan

Sebelumnya, pengakuan pegawai KPI terkait dugaan pelecehan seksual dan perundungan oleh sesama rekan sekantor bikin miris. Sebabnya, perlakuan itu telah terjadi sejak 2012.

Korban bercerita kerap mendapatkan perundungan dan pelecehan seksual sesama pria dari rekan kerjanya yang juga pegawai KPI. Terparah, korban ditelanjangi dan difoto.

BACA JUGA :   Polsek Lobalain, Selidiki Kasus Aset Wakaf di Masjid Metina dan Ba’a

“Kejadian itu membuat saya trauma dan kehilangan kestabilan emosi. Kok bisa pelecehan jahat macam begini terjadi di KPI Pusat?” demikian keterangan tertulis korban, Kamis (1/9).

Korban khawatir foto telanjangnya itu akan disebar oleh rekan-rekannya. Selain itu, rekan kerja korban kerap menyuruh-nyuruh korban membelikan makan. Hal ini berlangsung selama 2 tahun.

“Padahal kedudukan kami setara dan bukan tugas saya untuk melayani rekan kerja. Tapi mereka secara bersama sama merendahkan dan menindas saya layaknya budak pesuruh,” ujarnya.

Tahun ke tahun berjalan, berbagai perundungan diterima korban. Mulai dari diceburkan ke kolam renang, tasnya dibuang, hingga dimaki dengan kata-kata bernuansa SARA.

Pelecehan seksual tersebut membuat korban jatuh sakit dan stres berkepanjangan. Pelecehan dan perundungan itu, kata korban, mengubah pola mentalnya.

BACA JUGA :   Polisi Tangkap 3 Orang Diduga Terlibat Jual Beli Judi Online Chip

“Kadang di tengah malam, saya teriak-teriak sendiri seperti orang gila. Penelanjangan dan pelecehan itu begitu membekas, diriku tak sama lagi usai kejadian itu, rasanya saya tidak ada harganya lagi sebagai manusia, sebagai pria, sebagai suami, sebagai kepala rumah tangga. Mereka berhasil meruntuhkan kepercayaan diri saya sebagai manusia,” sebut korban.

Korban sudah melaporkan kejadian ini ke Komnas HAM. Komnas HAM sendiri, kata korban, sudah mengkategorikan pelecehan dan perundungan yang dialaminya sebagai bentuk pidana dan menyarankan korban melapor ke polisi.

Korban pun melapor ke kepolisian. Namun respons yang didapat tidak memuaskannya. Ia juga sudah melapor ke atasannya. Namun korban malah dipindah ke divisi yang berbeda dari perundungnya.

Tanggapan KPI

KPI juga angkat bicara terkait kabar pelecehan seksual dan perundungan sesama pegawai KPI. KPI tengah melakukan investigasi dugaan pelecehan seksual sesama pria itu.

BACA JUGA :   Kakek di Deli Serdang Rudapaksa Bocah 8 Tahun

“Saya sudah baca juga, iya saya soal kebenarannya harus diinvestigasi, jadi mulai besok akan dilakukan investigasi,” ujar Wakil Ketua KPI Mulyo Hadi Purnomo kepada wartawan, Rabu (1/9).

Dalam rilisnya, korban menyebut nama-nama yang melakukan pelecehan seksual dan perundungan terhadapnya. Mulyo membenarkan bahwa nama-nama perundung korban merupakan pegawai KPI.

“Iya ada, nama-nama itu ada, itu lah kami perlu panggil itu baik korban dan pelaku,” tegasnya.

Mulyo menyebut pihaknya tidak mentoleransi segala bentuk pelecehan seksual dan perundungan. KPI akan memberikan perlindungan dan pendampingan hukum terhadap korban.

“Mendukung aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti kasus tersebut sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya. (*)

Source:dtc