IKLAN YARA

Selundupkan 46 kg Sabu dari Malaysia, Pak Haji Divonis Hukuman Mati

oleh -54.489 views
Selundupkan 46 kg Sabu dari Malaysia, Pak Haji Divonis Hukuman Mati
Ilustrasi
UPDATE CORONA

Batam I Realitas – Muhammad Yazid alias Pak Haji bin H Ghazali Terdakwa kasus pelundupkan 46 kg Sabu dari Malaysia dan menjualnya Rp 160 juta/kg, divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Terdakwa Mohammad Yazid alias Pak Haji bin H Ghazali, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Permufakatan jahat tanpa hak dan melawan hukum menjual Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 (lima) gram” sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama Penuntut Umum.

Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa tersebut oleh karena itu dengan pidana mati,” demikian bunyi putusan PN Batam yang dilansir di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Batam, Rabu (4/8/2021).

BACA JUGA :   Hadiri Peletakan Batu Pertama Islamic Center PERSIS, Kapolri Yakin Hasilkan SDM Berkualitas

Duduk sebagai ketua majelis David Sitorus dengan anggota Adiswarna dan Dwi Nuramanu. Putusan itu diketok pada Selasa (3/8/2021) kemarin sore. “Menetapkan Terdakwa tetap berada dalam tahanan, ujar majelis dengan bulat.

Dalam dakwaan diceritakan kasus bermula pada 17 Januari 2021 siang.

Di mana Tim Opsnal Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Kepri melakukan penangkapan terhadap saksi Naib dan Dahlan di Jalan Duyung, Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau, saat sedang melakukan transaksi jual beli narkotika jenis sabu.

Dari keduanya ditemukan satu bungkus teh Cina yang di dalamnya berisikan kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu 1 kg.

Setelah dilakukan interogasi oleh Tim Opsnal Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Kepri, keduanya mengaku membeli dari Mohammad Yazid dan akan menjual kembali dengan harga Rp 160 juta. Dari penangkapan ini disusun rencana untuk menangkap Mohammad Yazid.

BACA JUGA :   Biddokkes Jateng Bersama Unimus Semarang Gelar Vaksinasi Merdeka

Pada 18 Januari 2021 sekitar pukul 09.30 WIB, Mohammad Yazid ditangkap aparat di pinggir Jalan Pelabuhan Sagulung, Kelurahan Sei Binti, Kecamatan Sagulung, Kota Batam oleh Polda Kepri. Dari penangkapan ini, Yazid mengaku masih menyimpan sisa sabu di mushola.

Aparat langsung menggeledah lemari Musala Teluk Bakau, RT 008/RW 004 Kelurahan Pulau Terong, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam.

Di lemari itu, tim Polda Kepri menemukan satu buah karung yang berisi 8 bungkus teh hijau. Siangnya, tim Polda menggerebek Gudang Teluk Bakau RT 008/004 Kel. Pulau Terong, Kec. Belakang Padang Kota Batam dan menemukan 2 kardus yang berisi masing-masing 20 bungkus dan 15 bungkus teh hijau.

BACA JUGA :   Empat Pelaku Begal Sadis di Batu Bara Berhasil Dilumpuhkan Polisi

Sejurus kemudian, barang bukti dan tersangka dibawa ke Ditresnarkoba Polda Kepri untuk diproses lebih lanjut.

Dari mana Muhammad Yazid mendapatkan narkoba itu?

Mohammad Yazid memperoleh Narkotika jenis sabu tersebut dari warga negara Malaysia, Ahseng. Sabu itu ia diserahterimakan di OPL (perbatasan Indonesia-Malaysia) pada akhir tahun 2019.

Narkotika jenis sabu yang diselundupkan Mohammad Yazid yaitu satu karung berisi 14 dan 2 kardus masing-masing berisi 20 bungkus dan 15 bungkus teh hijau yang berisi sabu.

Sumber : kumparan