IKLAN YARA

Sejarah Hubungan RI-Nigeria yang Memanas Gegara Diplomat vs Imigrasi

oleh -82.489 views
Petugas Imigrasi Indonesia dengan diplomat Nigeria.
UPDATE CORONA

Jakarta I Realitas – Nigeria menarik duta besarnya dari Indonesia imbas dari keributan antara petugas imigrasi Indonesia dengan diplomat Nigeria.

Nigeria sendiri diketahui telah menjalin hubungan diplomatik dengan Indonesia sejak puluhan tahun lalu.

Dikutip dari ‘Kerjasama Bilateral Indonesia dan Nigeria dalam Bidang Minyak’ yang ditulis oleh Debora Stephanie, hubungan RI dengan Nigeria sudah berlangsung sejak tahun 1965 yang ditandai dengan pembukaan hubungan diplomatik sekaligus pembukaan Kedutaan Besar RI di Lagos. Kemudian pindah ke Ibukota yang baru di Abuja pada tahun 2008.

Hubungan kedua negara ini semakin erat dengan pembukaan Kedutaan Besar Nigeria di Jakarta pada tahun 1976.

Selanjutnya pada tahun 2001, presiden saat itu, Abdurrahman Wahid melakukan kunjungan ke Nigeria.

Kunjungan tersebut sebagai bentuk usaha peningkatan kerjasama ekonomi Indonesia dengan Nigeria yang sekaligus menjadi lawatannya pada KTT D8 di Qatar.

Nigeria yang sejak 1974 yang menjadi produsen minyak terbesar ke 6 di dunia, serta memiliki pengaruh yang kuat terhadap pasar Amerika Serikat dalam sektor migas dengan menjadi produsen minyak bumi kedua setelah Arab Saudi, dianggap dapat memberikan keuntungan terhadap perekonomian Indonesia.

Hubungan kedua negara pun terus terjalin. Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pernah melakukan pertemuan kenegaraan dengan Presiden Nigeria, HE Olusegun Obasanjo pada pertemuan KTT D-8 pada tanggal 12 Mei 2006 di Bali.

BACA JUGA :   Jokowi Salurkan 20 Ton Jagung Kepada Peternak di Blitar

Kedua pemimpin tersebut sepakat dan berkomitmen untuk menjalin hubungan kerjasama di bidang energi khususnya minyak.

Lalu pada 2-3 Februari 2013, terjadi Misi Dagang Indonesia ke Nigeria yang dipimpin langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama dengan Kementerian Luar Negeri beserta Duta Besar RI untuk Nigeria.

Ternyata hubungan kedua negara terus berlanjut di era Presiden Jokowi.

Nigeria merupakan negara mitra perdagangan terbesar Indonesia di kawasan Afrika Sub-Sahara dengan perdagangan kedua negara mencapai USD 1,5 milyar pada tahun 2016.

Nigeria juga merupakan destinasi utama investasi Indonesia di Afrika dengan terdapat sekitar 14 perusahaan Indonesia yang berinvestasi di negara tersebut.

Berbagai produk buatan perusahaan Indonesia seperti mie instant, ban radial, beserta produk farmasi dan herbal sangat dikenal di Nigeria.

Bahkan, laporan Kantar WorldPanel tahun 2017 menyebut Indomie menjadi salah satu merek terfavorit di sana. Kedua negara pun saling membutuhkan.

Nigeria Tarik Duta Besarnya

Namun, seperti diberitakan The Guardian Nigeria, Kamis (12/8/2021), Menteri Luar Negeri Nigeria Geoffrey Onyema baru menyampaikan penarikan duta besar Nigeria dari Indonesia dalam konferensi pers di Abuja, Rabu (11/8) waktu setempat.

Dia membenarkan video kekerasan terhadap diplomat Nigeria yang viral di media sosial pada akhir pekan lalu.

“Ketika kami melihat video itu di media sosial, kami segera menghubungi Duta Besar kami untuk Indonesia, yang memberi kami penjelasan lebih lanjut tentang apa yang terjadi.

BACA JUGA :   Geger Tengkorak Manusia Ditemukan di Kebun Karet Warga Langsa Baro

Dia juga membenarkan bahwa video itu memang video seorang diplomat Nigeria di kantor. Rupanya, ini terjadi selama pencarian acak oleh imigrasi Indonesia terhadap migran ilegal di negara mereka,” tutur Onyema.

“Hal pertama yang kami lakukan adalah meminta duta besar untuk menyerahkan kepada kami laporan lengkap dan komprehensif tentang apa yang terjadi.

Tentu saja, keputusan Kementerian Luar Negeri adalah mengajukan aduan resmi dan kuat kepada Kementerian Luar Negeri di Jakarta.

Di bawah hukum internasional, diplomat tidak bisa salah. Ini jelas melanggar Konvensi Wina,” tegasnya.

Onyema menyampaikan bahwa Pemerintah Federal Nigeria telah memanggil Duta Besar Indonesia untuk Nigeria untuk memberi tahu tentang ketidaksenangan pemerintah Nigeria atas serangan yang dilakukan kepada diplomatnya tersebut.

“Pada hari Senin, kami memanggil ke Kementerian Luar Negeri, Duta Besar Indonesia untuk Nigeria. Sekali lagi, kami juga memprotes dengan keras mengenai apa yang telah terjadi.

Ini benar-benar tidak dapat diterima dalam keadaan apa pun,” katanya.

“Ada komunitas besar orang Nigeria di Indonesia. Kami memiliki mekanisme kerja sama bilateral dengan negara Asia itu dan aspek konsuler dari hubungan kami juga sangat penting karena ada begitu banyak orang Nigeria di Indonesia,” ujar Onyema.

BACA JUGA :   Kapolresta Pimpin Apel gelar Operasi Patuh lancang Kuning 2021 di Mako Polresta Pekanbaru

Onyema mengklarifikasi bahwa penarikan itu bersifat sementara untuk memungkinkan penyelidikan penuh atas insiden tersebut dan langkah-langkah konkret untuk melindungi komunitas Nigeria di Indonesia.

Diplomat Nigeria Tak Kooperatif

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM RI DKI Jakarta, Ibnu Chuldun menjelaskan kronologi persoalan antara petugas imigrasi Indonesia dengan diplomat Nigeria.

Diplomat Nigeria disebut tidak mau menunjukkan identitas saat dilakukan pengecekan oleh petugas.

“Peristiwa bermula terjadi pada tanggal 7 Agustus 2021, di depan sebuah apartemen di kawasan Kuningan, di mana petugas imigrasi melakukan pengawasan dan pengecekan rutin terhadap keabsahan izin tinggal warga negara asing.

Pada saat pengecekan oleh petugas, yang bersangkutan menolak menunjukkan identitas atau paspornya kepada tim pengawasan keimigrasian,” ujar Ibnu dalam konferensipers, Kamis (12/8/2021).

Ibnu mengatakan, pengecekan dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dimana dalam aturan tersebut warga negara asing wajib memperlihatkan identitas bila diminta oleh petugas imigrasi.

“Sesuai dengan aturan keimigrasian Indonesia, orang asing wajib memperlihatkan dan menyerahkan paspor atau Izin Tinggal yang dimilikinya apabila diminta oleh Pejabat Imigrasi yang bertugas dengan membawa tanda pengenal dan surat tugas sesuai SOP pengawasan keimigrasian,” tuturnya.

Namun Ibnu menyebut diplomat Nigeria tetap tidak bersikap kooperatif dengan tidak mau menunjukkan identitas.

Dia justru menantang untuk dilakukan pemeriksaan di kantor imigrasi. (*)

Sumber: (Dtc)