IKLAN YARA

Polisi Tangkap Komplotan Pemeras Truk di Tol JORR

oleh -50.489 views
Tol JORR
UPDATE CORONA

Jakarta I Realitas – Jajaran Polsek Cilandak menangkap empat orang komplotan pemeras sopir truk di ruas Tol JORR-Jagorawi.

Dari hasil penangkapan, terungkap kelompok ini telah melancarkan aksinya sebanyak 10 kali.

Kapolsek Cilandak, Kompol Agung Permana mengatakan keempat pelaku yang berhasil diamankan masing-masing berinisial JH (29), RY (32), IR (33), dan RZ (34).

Para pelaku, lanjut Kapolsek, menyasar para sopir truk yang berhenti sejenak di bahu jalan untuk istirahat.

BACA JUGA :   Depresi Ditinggal Sang Ibu, Pemuda di Bandar Lampung Bunuh Adiknya

Komplotan ini kerap berganti-ganti kendaraan agar tidak terdeteksi oleh polisi.

“Mereka (para pelaku) menyewa mobil rental untuk lancarkan aksinya.

Jadi mobilnya tidak terdeteksi karena berganti-ganti,” ujar Kompol Agung saat konferensi pers di Mapolsek Cilandak, Jumat (27/8/2021).

Kompol Agung menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan tiga orang pelaku pada Selasa (10/8/2021) di Tol Jagorawi.

BACA JUGA :   Polres Aceh Tenggara Berhasil Tangkap Pengedar Pil Ekstasi

Saat itu, mereka tertangkap tangan oleh petugas yang patroli ketika memalak sopir truk pengangkat tanah.

Sementara satu tersangka lainnya yang berinisial RZ sebagai otak tindak pemalakan ini berhasil melarikan diri.

Namun, RZ ditangkap pada keesokan harinya di daerah Ciledug, Tangerang.

“Mereka ini komplotan, incar sopir truk yang istirahat di pinggir tol.

Dia incar sopir-sopir truk aja jadi sudah satu tahun beraksi,” ungkap Kompol Agung.

BACA JUGA :   Polres Lhokseumawe Ciduk 22 Pemain Judi Online Chip High Domino

Disinggung soal motif para pelaku pemerasan ini, kata Kompol Agung, mereka melakukan tindakan ini karena tuntutan ekonomi, Pasalnya, keempat pelaku berstatus pengangguran.

“Untuk kebutuhan sehari-sehari, tuntutan ekonomi,” tukas Kompol Agung.

Atas perbuatannya, para pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Keempat orang ini akan dikenakan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman paling lama 9 tahun penjara. (*)