IKLAN YARA

ORMAWA Se-IAIN Minta Keringanan UKT, Respon Atas KMA NO 81 TAHUN 2021

oleh -85.489 views
ORMAWA Se-IAIN Minta Keringanan UKT, Respon Atas KMA NO 81 TAHUN 2021
UPDATE CORONA

Lhokseumawe I Realitas – Organisasi Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa (ORMAWA)  Se-IAIN Lhokseumawe kembali minta keringanan uang kuliah tunggal (ukt) kepada pihak birokrasi kampus agar secepatnya mengeluarkan kebijakan terkait respon terhadap pengurangan ukt semester gasal, demikian disampaikan Maulana kepada Wartawan Selasa (10 /8/2021).

Lebih lanjut disebutkan setelah sebelumnya kementrian agama mengeluarkan kebijakan pemberian keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) melalui Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani, di Jakarta, Rabu (20/01) menyebutkan “Kita melihat pandemi covid-19 Ini belum berakhir, ujar nya.

Maka kami memutuskan untuk melanjutkan kebijakan pemberian keringanan UKT ini, sebagai afirmasi bagi mahasiswa terdampak, ujarnya lagi.

Maulana selaku ketua dema iain 2020 menyebutkan “Perpanjangan pemberian keringanan UKT ini tercantum dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 81 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 515 Tahun 2020 tentang Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri atas Dampak Bencana Wabah Covid-19, berdasarkan KMA yang ditandatangani Menag Yaqut pada 11 Januari 2021 ini, maka keringanan UKT berlaku pada semester genap Tahun Akademik 2020/2021 dan semester ganjil Tahun Akademik 2021/2022.

BACA JUGA :   Ketua YLBHIMA Aceh Barat dan LSM FOMA Meminta Kapolda Aceh Tindak Tegas Pelaku Pembakaran Mobil Ketua YARA Langsa

ORMAWA Se-IAIN Minta Keringanan UKT, Respon Atas KMA NO 81 TAHUN 2021

Menurut hasil kajian, setelah melakukan survei kepada mahasiswa yang dilakukan Aliansi Mahasiswa Se-IAIN, terdapat hampir 72 persen mahasiswa yang meminta pengurangan ukt tersebut sebagai jawaban atas keputusan menteri agama no 81 tahun 2021, hal ini hampir mencakup seluruh mahasiswa.

Selain UKT, dalam audiensi yang dilakukan secara tertutup bersama seluruh ormawa juga menyampaikan biaya kuota internet turut menjadi kendala mayoritas mahasiswa selama pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dari survei tersebut ada banyak dari mahasiswa IAIN Lhokseumawe yang terbebani biaya kuota.

Angka tersebut menunjukkan mahasiswa dihadapkan dengan biaya kuota yang mahal padahal kemenang sendiri ada mengagarkan 478 Miliar kuta internet secara menyeluruh selama 3 bulan.

Tapi kampus terlihat belum mampu mengakomodir kebutuhan real mahasiswa, kita bisa flashback pada semester sebeumnya.

Mahasiswa juga meminta keringana ukt kepada mahsiswa semester lanjut IX yang sudah menyelesaikan seluruh sks, dan mereka hanya mengerjakan skripsi saja “ mahasiwa semester 9 meminta keringana ukt juga karena jika kita menilik kondisi mahsiswa itu hanya mengerjakan skripsi bahkan cenderung tidak lagi menggunakan fasilitas kampus.

salah satu pertanyaan besar yang mahasiswa tanyakan dalam sela-sela audiensi adalah “ kenapa sampai pada saaat ini belum ada satu lembar surat edaran pun yang dikeluarkan secara resmi oleh pimpinan, padahal kita tau teggat waktu pembayar spp menurut kalerder akdemik yang beredar dimulai dari 26 juli sampai 27 agustus mendatang, artinya ada keterlambatan informasi yang seharusnya dipercepat pemberitauhuannya agar seluruh mahasiswa tidak lagi bertanya-tanya tentang permasalahan ni.

BACA JUGA :   Yayasan Aceh Hijau Sosialisasi Kick Off Penguatan Peulara

Setelah mahasiwa menyampaikan aspirasinya, oleh pihak pimpinan menerima baik seluruh aspirasi yang disampaikan.

Untuk itu harapan kami kepada pimpinan iain lhokseumawe untuk dapat melihat kembali kondisi mahasiswa, dan juga kami berharap kebijakan yang dikeluaran nanatinya dapat berdampak baik terhadap seluruh mahsiswa dan menjadi angin segar bagi seluruh mahasiswa. (yd/red)