IKLAN YARA

Oknum Dosen IAIN Paksa Cium Mahasiswi Dengan Bimbingan Skripsi

oleh -85.489 views
Oknum Dosen IAIN Paksa Cium Mahasiswi Dengan Bimbingan Skripsi
UPDATE CORONA

Kediri I Realitas – Oknum dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri berinisial MA nekat melakukan aksi bejat nya kepada seorang mahasiswi.

Dosen yang menjabat sebagai kepala program studi (kaprodi) itu melakukan pelecehan seksual terhadap korban di kediamannya.

Melansir di lintasjatim Rabu (25/8/2021), peristiwa tersebut bermula saat dosen tersebut meminta korban datang ke rumahnya untuk bimbingan skripsi.

Namun, MA melarang korban mengajak temannya sambil mengancam tidak mau memberi bimbingan jika korban melanggar nya.

Korban pun sempat curiga karena teman-temannya biasa bimbingan skripsi bersama-sama di rumah dosen nya itu namun dia malah tidak boleh.

BACA JUGA :   Markas Komplotan Pengedar Sabu di Tengah Kebun Kopi Blitar Terkuak

Akan tetapi, korban masih berpikiran positif bahwa dosen tidak akan berbuat macam-macam, terlebih MA juga punya keluarga di rumah.

Sesampainya di kediaman MA, korban rupanya mendapati rumah MA dalam kondisi kosong dan tidak ada siapa-siapa selain MA.

Kemudian, saat bimbingan berlangsung, MA tiba-tiba memanggil korban dengan kata ‘Sayang’ lalu menyentuh pipinya.

Korban yang ketakutan pun berupaya memberontak, namun MA justru semakin berani dan lantas mencium korban.

BACA JUGA :   Polisi Terus Buru Pelaku Penembakan Ketua Majelis Taklim di Tangerang

Sejurus kemudian korban langsung berdiri dan memaki MA, lalu bergegas menutup laptop nya dan berusaha pergi.

Namun sayang, saat berusaha kabur, MA menarik rok korban hingga terjatuh dan menyebabkan laptop nya terbentur sehingga file skripsi nya tidak ter selamatkan.

Setelah kejadian tersebut, korban melaporkan aksi bejat dosen itu ke Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Kediri pada awal Agustus 2021.

Dia menyertakan bukti pelecehan seksual tersebut berupa tangkapan layar percakapan di ponsel dan juga rekaman suara.

BACA JUGA :   Kakek di Deli Serdang Rudapaksa Bocah 8 Tahun

Pihak rektorat kemudian menjatuhkan sanksi berupa pencopotan jabatan dan larangan membimbing skripsi selama dua semester.

Namun dosen predator seks tersebut masih diperbolehkan mengajar.

Usai kasus tersebut terbongkar, tim advokasi korban pelecehan seksual di IAIN Kediri menemukan fakta bahwa ada pelaku lain.

Rupanya, ada beberapa dosen lainnya yang melakukan pelecehan seksual seperti MA namun tidak ada bukti kuat untuk menjerat pelaku.