IKLAN YARA

Kakek di Aceh Utara Ditemukan Meninggal Diduga

oleh -59.489 views
kasus
UPDATE CORONA

Aceh Utara I Realitas – Seorang kakek di Desa Blang, Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara, Madden (75), Jumat (13/8/2021) sore, ditemukan meninggal dalam gubuk depan rumahnya, dengan bekas jeratan di leher diduga korban perampokan.

Pasalnya, uang yang biasa disimpan dalam kantong celananya Rp 10 juta lebih, sudah raib saat kakek tersebut ditemukan setelah meninggal. 

Informasi yang diperoleh Wartwan, kakek tersebut pertama kali ditemukan oleh Sulaiman (45) warga setempat, pada Jumat (13/8/2021) sekitar pukul 16.00 WIB. 

Saat itu, Sulaiman sedang pulang dari sawah.

Kemudian saat melintasi depan rumah kakek tersebut, ia melihat dalam gubuk, korban sudah terbaring dalam gubuk tersebut.

BACA JUGA :   Kejari dan PT. Pos Lakukan MoU Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara

Karena Sulaiman melihat korban tidak bergerak setelah dipanggil, kemudian ia memberitahukan kejadian tersebut kepada anak korban dan warga lainnya. 

Tak lama kemudian Rohana, anak perempuan datang ke lokasi.

Lalu, jenazah korban dievakuasi warga ke dalam rumah. 

 Sesampai di dalam rumah, pihak keluarga menduga korban meninggal karena dibunuh.

Hal ini disebabkan,  bagian lehernya ditemukan bekas jeratan.  

Tak lama setelah kejadian tersebut, aparat Polsek Tanah Pasir tiba di lokasi bersama dengan tim Inafis Polres Aceh Utara, untuk melakukan penyelidikan. 

“Ayah memiliki uang sekitar Rp 10 juta. Kalau berdasarkan penjelasan kakak saya sekitar Rp 12 juta,” ujar Muslim (40) anak korban, kepada Wartawan, Sabtu (14/8/2021).

BACA JUGA :   Banjir Meluas ke Beberapa Desa di Luwu Sulsel, 76 Rumah Terendam

Uang tersebut hasil penjualan padi yang dikumpulkan beberapa waktu lalu, dan selalu dibawa-bawa dalam kantong celananya. 

Saat ditemukan, warga tidak berani mengevakuasi korban dari gubuk ke rumahnya.

Jenazah baru dievakuasi, setelah tiba anaknya.

“Saat itu ketika diperiksa, uang dalam kantongnya sudah raib. Hanya tersisa Rp 5 ribu, yang di bawah badannya,” ujar Muslim. 

Menurutnya, dirinya meyakini ayahnya dibunuh dengan cara dijerat lehernya dan dicekik.

Karena ditemukan bekas jeratan di leher, kemudian lebam di lehernya, serta di bagian dadanya.

“Kami baru mengetahuinya, setelah mengangkat jenazah ke rumah, baru kami melihat di bagian lehernya ada bekas jeratan,” katanya. 

BACA JUGA :   Di Aceh Tamiang, Kapolda Aceh Tinjau Gerai Vaksinasi di Pendopo Bupati

Tak lama kemudian, petugas medis tiba di lokasi kejadian untuk melakukan visum dan kemudian sekira pukul 21.00 WIB, jenazah baru dapat dikebumikan.

“Kemarin dan tadi polisi masih mendatangi ke lokasi kejadian untuk penyelidikan. Mereka juga menanyakan banyak hal kepada saya,” ujar Muslim.

 Sementara itu, Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto melalui Kasat Reskrim AKP Fauzi saat dimintai keterangan menyampaikan, pihaknya sudah melakukan identifikasi terhadap korban dan membenarkan ada bekas seperti jeratan tali di leher korban. 

“Masih kita lakukan penyelidikan,” ujar AKP Fauzi. (*) 

Sumber : si