Erick Thohir Bandingkan Krisis Ekonomi 1998 dan Krisis Pandemi

oleh -171.759 views
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir

Jakarta I Realitas – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berkomentar tentang krisis yang pernah dialami Indonesia pada tahun 1998, dan krisis saat ini yang terjadi imbas pandemi.

Secara garis besar, dirinya menyebut krisis yang terjadi akibat penyebaran virus Covid-19 ini lebih parah.

Menurut Erick, krisis pandemi ini ikut memukul kinerja para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Kalau dibandingkan tahun 1998, dimana saat itu kalau krisis ekonomi yang terdampak kebanyakan perusahaan-perusahaan besar, dan yang menjadi tulang punggung itu UMKM,” ucap Erick dalam webinar Kobarkan Semangat UMKM Indonesia Bangkit, Kamis (26/8/2021).

“Tetapi hari ini UMKM terkena (juga) dengan pandemi yang terjadi,” sambungnya.

Menteri Erick pun mendorong adanya transformasi UMKM agar mampu bertahan dalam situasi krisis seperti ini.

Selama pandemi, UMKM dituntut untuk terus beradaptasi dan bertransformasi, termasuk di antaranya transformasi digital.

World Bank (2021) juga pernah menyebutkan, bahwa 80 persen UMKM yang terhubung ke dalam ekosistem digital memiliki daya tahan lebih baik.

Sehingga saat ini Pemerintah terus berupaya membagun infrastruktur telekomunikasi, agar salah satu tujuan mentranformasikan digital UMKM dapat cepat terwujud.

Maka dari itu Pemerintah kini sedang memperluas jaringan telekomunikasi berkualitas seluler.

Supaya, masyarakat di wilayah terkait dapat memanfaatkan secara optimal peluang-peluang yang ada melalui jaringan tersebut.

Keberadaan jaringan telekomunikasi berkualitas ini akan memberikan layanan yang mendukung berbagai kegiatan produktif yang dilakukan masyarakat, salah satunya kegiatan dalam menjalankan bisnis atau usaha.

“Oleh karena itu pemerintah tidak segan-segannya melakukan investasi,” ucap Erick Thohir.

“Pak Jokowi juga menyebutkan investasi Pemerintah untuk membangun backbone daripada digitalisasi ke depan yaitu melalui investasi. Baik itu pemasangan wifi masuk ke desa, ataupun penambahan signal-signal daripada telekomunikasi, dimana pemerintah juga sudah meluncurkan 5G,” pungkasnya. (*)

Source:trb