IKLAN YARA

Dosen Jurusan MIPA Teknik Unsam Laksanakan Kegiatan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair di Langsa Timur

oleh -83.489 views
Dosen Jurusan MIPA Teknik Unsam Laksanakan Kegiatan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair di Langsa Timur
UPDATE CORONA

Langsa I Realitas – Dosen jurusan Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Matang Panyang, Langsa Timur, yang merupakan serangkaian kegiatan tridarma perguruan tinggi.

Kegiatan pengabdian berupa pelatihan yang diberikan kepada masyarakat untuk dapat dimanfaatkan dalam menyelesaikan permasalahan di tempat mitra.

Kegiatan pelatihan yang yang dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus 2021 oleh dosen MIPA beranggotakan Bapak Tisna Harmawan, S.Si,M.Si dan Ibu Ulil Amna, S.Si, M.Sc dari Program Studi Kimia, dan Ibu Rahmawati, S.Si, M.S berjudul “Pembuatan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembuatan Mikroorganisme Lokal dari Limbah Bonggol Pisang sebagai Dekomposer Penghasil Pupuk Organik Cair”.

BACA JUGA :   Hasil RDP DPRK Subulussalam Terkirim ke PT Laot Bangko

Kegiatan ini bertujuan untuk melatih masyarakat dalam pengelolaan limbah batang pisang dan limbah rumah tangga menjadi lebih bernilai sebagai pupuk organik cair.

Dosen Jurusan MIPA Teknik Unsam Laksanakan Kegiatan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair di Langsa Timur

Kegiatan ini dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar masyarakat yaitu limbah bonggol pisang dan limbah rumah tangga.

Hal ini dilakukan untuk menambah pengetahuan dan memberikan keterampilan bagi masyarakat setempat untuk dapat memproduksi pupuk organik cair secara mandiri. Pupuk organik yang diihasilkan dapat diaplikasikan langsung pada pertanian dan perkebunan warga.

Pelatihan ini diharapkan dapat membantu penyelesaian masalah lingkungan di desa Matang Panyang dan dapat menjadi solusi bagi permasalahan ekonomi warga setempat.

Pelatihan pembuatan pupuk organik di desa Matang Panyang diikuti oleh pejabat desa terkait, masyarakat setempat, dan mahasiswa dari universitas Samudra. Masyarakat terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan.

Masyarakat setempat sangat ingin mempraktekkan hasil kegiatan secara mandiri, karena bahan baku yang digunakan sangat mudah diperoleh di desa tersebut.

BACA JUGA :   Pelantikan Pengurus FJA Ditunda Sampai Oktober 2021

Secara keseluruhan dana yang dibutuhkan untuk pembuatan pupuk organic ini sangatlah minim dibandingkan pupuk di pasaran. Secara kualitas tentu saja pupuk organik sangat menjanjikan.

Diakhir kegiatan, masyarakat berharap tim PKM dari Universitas Samudra dapat sering-sering melaksanakan kegiatan di desa tersebut, karena masyarakat desa Matang Panyang sangat terbuka untuk sama-sama menerima ilmu yang kita bagikan. (*)