Proyek Peningkatan Jalan Arah Tumbang Samba Km 30 Diduga Bermasalah

oleh -320.759 views
Proyek Peingkatan

Katingan– Kalteng | Ralitas – Proyek Peingkatan Jalan Tumbang Samba, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pengerjaannya diduga kuat bermasalah, hal ini perlu ditelisik dan dipertanyakan.

Berdasarkan hasil liputan dan pantauan media ini dilapangan pada hari Sabtu 19 Juni 2021 ketika melintasi jalan ini bahwa kondisi fisik jalan dikawasan menuju Tumbang Samba sudah banyak mengalami kerusakan, padahal menurut informasi bahwa proyek ini baru dinyatakan selesai akhir tahun 2020 yang lalu.

Ironisnya proyek peningkatan jalan yang dibangun dengan uang rakyat miliaran rupiah ini banyak tidak dilakukan penimbunan di samping kiri dan kanan jalan aspal atau yang sering disebut sebagai bahu jalan dan juga tidak dibuatkan siring atau pondasi yang kokoh dilokasi yang rawan tergerus air.

Sehingga berdasarkan pengamatan awak media ini yang di dampingi oleh rekan dari Lembaga dengan tidak adanya timbunan bahu jalan itu akan rawan adanya kecelakaan.

Disamping itu sudah ada jalan yang hampir amblas akibat gerusan air hujan, tanahnya hanyut kedalam parit, bahkan terbukti pula ada rambu-rambu jalan dekat jembatan Sei Jayau Tumbang Samba yang ambruk dan hanyut kedalam parit.

Menurut Salah seorang Aktivis yang masih dirahasiakan nama dan nama lembaganya bahwa temuan ini akan dia laporkan ke pihak terkait dan penegak hukum karena diduga kuat bermasalah dan berpotensi merugikan keuangan negara.

“Saya akan melaporkan kondisi kerusakan jalan ini ke pihak terkait dan penegak hukum, lantaran jalan ini masih bisa dikatakan baru seumur jagung kondisinya sudah sangat memprihatinkan, diduga kuat dibangun asal-asalan tidak mengutamakan mutu dan kualitas,” tegasnya.

“Saya tidak tahu proyek ini dibangun oleh Rekanan atau kontraktornya siapa, namun yang pasti bahwa jalan ini dinyatakan selesai tahun 2020 dibawah pengawasan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” ujarnya.

Pihak Kementrian Pekerjaan Umum dan Prumahan Rakyat hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi. (Misnato)