Pernyataan Resmi Grab Indonesia Terkait Meninggalnya Mitra Grab Medan di Aceh

oleh -250.489 views
Medan di Aceh

IDUL FITRI

MEDIAREALITAS.COM – Kami sangat terpukul saat menerima kabar duka atas berpulangnya salah satu mitra pengemudi kami dari Medan di Aceh.

Atas nama segenap manajemen dan keluarga besar Grab, kami menyampaikan belasungkawa yang sangat mendalam kepada pihak keluarga, kerabat dan rekan dari mitra tersebut.

Fokus kami saat ini adalah memberikan segala bentuk dukungan dan bantuan kepada sanak keluarga mitra.

Kami juga telah bertemu dengan keluarga korban secara langsung guna memberikan bantuan dan dukungan yang diperlukan, demikian di sampaikan oleh Grab Cities melalui gmail@redaksimediarealitas@.com pada hari Senin (14/6/2021).

Pihak kepolisian tengah melakukan investigasi tindak lanjut atas penyebab meninggalnya mitra pengemudi dan kami berupaya untuk mendukung penuh proses tersebut.

Kami akan memberikan informasi terkait hal ini ketika kami memiliki keterangan lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.

Berdasarkan informasi dari sistem Grab, mitra pengemudi menyelesaikan pekerjaan di dalam platform Grab terakhir pada tanggal 23 Mei 2021 sehingga perjalanan ke Aceh dilayani secara offline (di luar platform Grab).

Grab senantiasa mengedepankan keselamatan dan keamanan mitra pengemudi maupun penumpang.

Medan di Aceh

Oleh karena itu, Grab selalu mengimbau mitra pengemudi dan penumpang untuk hanya memesan dan menerima perjalanan secara resmi dari aplikasi Grab, untuk memastikan perjalanan yang lebih aman dan terlindungi.

Sejak tahun 2018, Grab juga telah menyediakan berbagai fitur keamanan bagi mitra pengemudi dan penumpang, termasuk tombol darurat, teknologi penyamaran nomor telepon, dan layanan respon darurat 24 jam.

Demikian disampaikan, terima kasih atas perhatiannya dan kerja samanya.

Seperti diberitakan sebelunya, Warga Nisam dihebohkan dengan penemuan mayat wanita di jurang kawasan Gunung Salak, Nisam Antara, Aceh Utara, Minggu (6/6/2021) sekitar pukul 16.00 WIB.
Menurut informasi mayat itu ditemukan oleh bapak Abdul Hasymi (40).

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto membenarkan penemuan wanita muda tanpa identitas tersebut, adapun ciri-ciri mayat yang ditemukan berjenis kelamin perempuan.

Umur di perkirakan 30 tahun, kulit putih, tinggi badan 150 cm, rambut lurus di cat warna putih, menggunakan masker medis, sedangkan lokasi TKP persisnya berada di di jurang KM 31 Gunung Salak Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara.

Warga yang melintasi Jalan KKA-Bener Meriah, langsung berhenti untuk melihat sosok mayat perempuan yang ditemukan tersebut

Mayat tersebut pertama kali di temukan oleh warga yang menjaga lintasan jalan rusak KM 31, yakni Abdul Hasymi,” ujar Kapolres Lhokseumawe.

Disebutkan Kapolres, saksi merupakan warga Dusun Balee Gajah, Desa Seumirah Kecamatan Nisam Antara.

Selanjutnya, sebut Kapolres, saksi yang menemukan menghubungi kepala desa setempat dan memberitahukan informasi penemuan mayat tersebut ke Pihak Kepolisian.

Kemudian menindak lanjuti Laporan informasi tersebut Kapolsek Nisam dan sejumlah anggota mendatangi TKP dan berkoordinasi dengan Satuan Reskrim Polres Lhokseumawe untuk olah TKP.

“Perempuan itu diperkirakan sudah di buang di TKP sehari sebelum ditemukan,” ujar Kapolres.

Ini Identitas mayat wanita ditemukan di gunung salak, kobar berinisial C warga Kota Medan.

Misteri penemuan mayat wanita tanpa identitas yang ditemukan warga di jurang Gunung Salak, Jalan KKA-Bener Meriah, Kilometer 31, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara akhirnya terungkap.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto di Lhokseumawe, Senin, (7/6/2021) mengatakan mayat perempuan tersebut berinisial C warga Kota Medan. Korban merupakan supir online dan menjadi korban pembunuhan diduga dilakukan penumpangnya.

Warga Nisam

“Korban adalah supir taksi online, diduga dibunuh oleh pemesan jasa yang memesan tanpa menggunakan aplikasi. Kemungkinan antara korban dan pelaku sudah saling kenal,” kata AKBP Eko Hartanto.

Kapolres menyebutkan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Petugas sedang memintai keterangan beberapa saksi dan juga masih mengumpulkan data serta barang bukti.

AKBP Eko Hartanto menyebutkan bahwa kuat dugaan korban tewas karena dibunuh.

Namun, apakah C korban perampokan atau pemerkosaan kemudian dibunuh, pihaknya belum dapat memastikan karena masih dalam penyelidikan.

Seperti diberita sebelumnya,

Warga Nisam dihebohkan dengan penemuan mayat wanita di jurang kawasan Gunung Salak, Nisam Antara, Aceh Utara, Minggu (6/6/2021) sekitar pukul 16.00 WIB.
Menurut informasi mayat itu ditemukan oleh bapak Abdul Hasymi (40).

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto membenarkan penemuan wanita muda tanpa identitas tersebut, adapun ciri-ciri mayat yang ditemukan berjenis kelamin perempuan.

Umur di perkirakan 30 tahun, kulit putih, tinggi badan 150 cm, rambut lurus di cat warna putih, menggunakan masker medis, sedangkan lokasi TKP persisnya berada di di jurang KM 31 Gunung Salak Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara.

Warga yang melintasi Jalan KKA-Bener Meriah, langsung berhenti untuk melihat sosok mayat perempuan yang ditemukan tersebut

Mayat tersebut pertama kali di temukan oleh warga yang menjaga lintasan jalan rusak KM 31, yakni Abdul Hasymi,” ujar Kapolres Lhokseumawe.

Disebutkan Kapolres, saksi merupakan warga Dusun Balee Gajah, Desa Seumirah Kecamatan Nisam Antara.

Selanjutnya, sebut Kapolres, saksi yang menemukan menghubungi kepala desa setempat dan memberitahukan informasi penemuan mayat tersebut ke Pihak Kepolisian.

Kemudian menindak lanjuti Laporan informasi tersebut Kapolsek Nisam dan sejumlah anggota mendatangi TKP dan berkoordinasi dengan Satuan Reskrim Polres Lhokseumawe untuk olah TKP.

“Perempuan itu diperkirakan sudah di buang di TKP sehari sebelum ditemukan,” ujar Kapolres.

Kepolisian Daerah (Polda) Aceh berhasil mengungkap kasus pembunuhan sopir Grab asal Medan yang mayatnya ditemukan di KM 31 Gunung Salak, Aceh Utara beberapa hari yang lalu.

Hal tersebut diungkapkan Dirkrimum Polda Aceh Kombes Pol Ade Harianto, SH., MH melalui Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, M. Si, dalam siaran persnya, Jumat (11/6/2021).

Winardy menjelaskan, hasil pengembangan informasi, akhirnya menemukan titik terang. Polisi pun melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang diperkirakan lebih dari satu orang tersebut.

Akhirnya, kata Winardy, salah satu terduga pelaku pembunuhan yang berinisial MY berhasil diamankan di Masjid Seuleumum, Aceh Besar, Rabu malam (8/6/2021) pukul 23.30 WIB.

“Saat ini, MY masih diperiksa secara intensif. Semoga pelaku lainnya juga cepat tertangkap,” terang Winardy.

Sekedar diketahui, publik Aceh heboh dengan kabar penemuan mayat perempuan di kilometer 31, di lintasan objek wisata Gunung Salak, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, Minggu (6/6/2021) lalu.

Setelah sempat tidak diketahui asal – usulnya, akhirnya polisi berhasil mengungkap identitas korban, yaitu seorang perempuan Tionghoa asal Sumut, yang berprofesi sebagai sopir taksi online.

Korban berangkat dari Medan pada 3 Juni untuk keperluan mengantar penumpang ke Kota Lhokseumawe, Aceh.

Akan tetapi berhari – hari kemudian tidak kunjung pulang, hingga keluarga mendapat informasi tentang penemuan mayat perempuan di jurang objek wisata Gunung Salak. (*)

UPDATE CORONA