LSM Gadjah Puteh Telusuri Penyelundupan Rokok Ilegal di Aceh Tamiang

oleh -53.489 views
Dir Eksekutif LSM Gadjah Puteh Said Zahirsyah menunjukkan rokok polos tanpa pita cukai merek Luffman beredar luas khususnya di Langsa-Aceh Tamiang, Senin (7/6/2021).

IDUL FITRI

Kuala Simpang I Realitas – LSM Gadjah Puteh menelusuri peredaran rokok illegal asal luar negeri yang diselundupkan melalui perairan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang.

Untuk membuktikan itu pihaknya segera berpura-pura sebagai pembeli rokok di salah satu kios di Aceh Tamiang.

REALITAS TV

“Kalau orang tidak kenal tidak dikasih beli. Untuk mendapatkan rokok luar ini saya pakai bantuan orang yang sudah sering beli,” kata Direktur Eksekutif LSM Gadjah Puteh Said Zahirsyah di Karang Baru, Senin (7/6/2021).

Dia membeberkan, rokok asal negeri jiran tersebut bermerek Luffman dan Luckyman. Diketahui produk ini tanpa dilengkapi pita cukai atau bandrol dari kepabeanan RI.

Rokok filter ini pun telah beredar luas dikalangan masyarakat Aceh khususnya di wilayah ujung timur Aceh tersebut.

“Ada dua jenis rokok-nya merah dan putih isi 20 batang, harganya Rp 10 ribu/bungkus. Rokok ini semakin diminati konsumen karena harganya terjangkau,” beber Said.

BACA JUGA :   Polda Banten Ungkap Pelaku Home Industri Tembakau Sintetis

LSM Gadjah Puteh mendapat informasi dari masyarakat menyebutkan, penyelundupan ratusan dus rokok asal Thailad ke Aceh melalui jalur laut. Mereka beli dari Thailand sangat murah hanya Rp 3000/bungkus.

Rokok diangkut menggunakan kapal boat tongkang berkapasitas di atas 35 gross ton (GT). begitu sampai darat langsung didistribusikan menggunakan mobil pikap.

Bila sekali main berhasil pelaku bisa mendapat untung hingga ratusan juta. Sementara negara telah dirugikan miliaran rupiah dari aksi penyelundupan tersebut.

“Produk rokok polos tersebut tanpa dilengkapai hologram pita cukai, sehingga negara kita dirugikan sangat besar dari biaya pajak,” tegasnya.

Said Zahirsyah menyatakan akan menggandeng petugas KPP Bea Cukai Kuala Langsa untuk membongkar aktivitas penyelundupan di laut Aceh Tamiang tersebut.

BACA JUGA :   Industri Hilir Sawit di Kotim Tak Harus Serta Merta Tapi Disarankan Secara Bertahap

“Informasinya dalam satu bulan pasti masuk barang selundupan 1-2 kali. Akhir-akhir ini yang marak diselundupkan adalah rokok Luffman.

Meski sudah pernah ditangkap oleh Bea Cukai Langsa pada bulan April lalu, tapi para pelaku tidak jera,” pungkas Said Zahirsyah.

Kepala Seksi (Kasi) Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea dan Cukai Kuala Langsa, Iwan Kurnian dikonfirmasi wartawan Senin malam mengatakan, selama ini pihaknya sudah melakukan tindakan tegas terhadap pelaku penyeludupan termasuk penyelundup rokok ilegal.

Beberapa bulan lalu, ujar Iwan, sebanyak 330 kardus rokok illegal dari berbagai merek berhasil dimankan oleh petugas BC Langsa, dan saat ini kasusnya sudah P21.

“Jadi kalau dibilang kita tidak menangkap itu salah. Bila ada informasi anggota Bea dan Cukai Langsa ‘bermain’ harap segera menginformasikan kepada kami dengan menunjukkan bukti-buktinya,” tegasnya.

BACA JUGA :   Diduga Pesta Sabu Sekda Nias Utara Ditangkap Bersama Staf BUMD

Informasi beredar, rokok Luffman diduga diselundupkan dari jalur tikus di wilayah pesisir Kabupaten Aceh Tamiang. Secara letak geografis, garis pantai kabupaten ujung timur Aceh ini memang berbatasan dengan laut Selat Malaka. Sehingga sangat rawan barang-barang dari luar negeri masuk ke Aceh Tamiang melalui jalur laut.

Dari catatan LSM Gadjah Puteh, sejumlah aksi penyelundupan juga pernah terjadi di pesisir Kecamatan Seruway dan Bendahara, Aceh Tamiang.

Dermaga tidak resmi sering dijadikan tempat bongkar muat barang-barang ilegal seperti, rokok, ayam siam bangkok, bunga anggrek, bawang merah bahkan narkoba jenis sabu-sabu juga pernah diamankan oleh aparat berwenang. (*)

UPDATE CORONA