Kota Tanjung Enim Jadi Kumuh, Akibat Gorong-Gorong Mempet

oleh -145.489 views
Kota

IDUL FITRI

Tanjung Enim I Realitas – PT. Bukit Asam (TBK) Persero sebagai Perusahaan Nasional, kini sedang gencarnya membenahi Kota Tanjung Enim sebagai wujud keseriusannya dalam berkomitmen untuk mewujudkan Tanjung Enim Kota Wisata, kini telah dilaksanakan pengaspalan jalan mulai simpang empat Desa Lingga menuju es es sampai ke pemukiman Talang Jawa Tanjung Enim, Selasa (1/6/2021).

Bukan itu saja yang sudah diperbuat oleh perusahaan BUMN ini untuk memperindah Kota Tanjung Enim, akan tetapi disimpang Lima Tanjung Enim arah kepasar baru bantingan tepatnya disamping kantor Telkom terlihat air yang menggenang menjadi semakin kumuh akibat gorong-gorong mampet, sehingga air dari kolangan mengaliri jalan arah pasar baru bantingan jadi.

Saat ditanya dengan pedagang buah durian yang berada dipinggir jalan, kenapa air disaluran tergenang, maka mereka menjawab, karena gorong-gorong yang dibawah jalan sudah mampet alias buntu dan pernah kami sogok dengan kayu sepanjang 5 meter, tapi tetap saja tidak mau mengalir ke gorong-gorong, bahkan mengalir kejalan menambah makin kumuh, katanya.

BACA JUGA :   Polrestabes Medan Gerebek Tempat Karaoke KTV, Temukan Ratusan Butir Ekstasi

Ketika disambangi kekantor Lurah Pasar Tanjung Enim, Najiburrahman, SE, MM, maka beliau menjawab, bahwa saluran tersumbat karena tukang pedagang itulah yang membuang kulit durian, ucapnya.

Kemudian ditanya masalah saluran, apakah sudah diusulkan ke Pemda melalui Musrenbang Kematan Lawang Kidul atau ke CSR PT .BA, katanya sudah diusulkan bahkan saluran air dari Telkom menyeberang ke arah SMP Muhammadiyah malah sudah ditutup karena sudah dibangun trotoar oleh pihak PT. BA, tapi sampai saat ini belum ada realisasinya, ungkapnya.

BACA JUGA :   Poldasu Tetapkan 8 Oknum Polisi Sebagai Tersangka Kasus 57 Kg Sabu

Sementara saat awak media komfirmasi camat lawang kidul, Andrille Martin, SE menanggapi, bahwa jalan kearah pasar bantingan dibangun akan diperlebar, kemudian akan dibangun trotoar untuk pejalan kaki.

Lanjut Andrille, bangunan yang menutupi saluran induk terpaksa dibongkar dan sudah kita sosialisasikan dengan pemilik ruko pada waktu tim survey untuk menentukan titik-titik yang akan dibongkar sekakigus mengukur bangunan yang akan dibongkar nanti, pungkasnya. (Andi Razak)

UPDATE CORONA

Tentang Penulis: Editor Rahmad Wahyudi

Gambar Gravatar
Rahmad Wahyudi Adalah Wartawan di Media Realitas