Curah Hujan Tinggi Akibatkan Bak Penampung Cairan Meluber ke Sungai Krueng Trang

oleh -77.489 views
Curah Hujan Tinggi

IDUL FITRI

Nagan Raya I Realitas – Tumpahan limbah yang mengaliri sungai Krueng Trang di Desa Babah Dua, Kecamatan Tadu Raya, Nagan Raya dua hari terakhir jauh dari unsur kesengajaan. Tumpahan ini terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi yang mengakibatkan bak penampung meluber.

“Ini kejadian betul betul diakibatkan tingginya curah hujan” ujar humas PT. BSP Syamsul Arifin Selasa, 8 Juni 2021.

REALITAS TV

BSP kata Syamsul juga sangat mengapresisasi langkah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nagan Raya yang cepat tanggap yang langsung menurunkan tim ke lokasi yang terdiri dari Kabid Pengawasan Samsul Kamal dan Kabid Amdal Jufrizal dan disaksikan warga setempat serta unsur manajemen sebuah pabrik kelapa sawit yang beroperasi tidak jauh dari lokasi tersebut.

BACA JUGA :   Dirbinmas Polda Aceh Lantik Ketua Umum KBPP Polri Provinsi Aceh

Menanggapi persoalan itu, Humas PT BSP Syamsul Arifin, ketika dikonfirmasi langsung dilapangan sembari melakukan penegecekan kondisi kolam limbah tersebut membantah sengaja membuang limbah tersebut.

BACA JUGA :   Ketua Forsil Kota Medan Ajak Muspika Rangkul Ormas Pemuda & Remaja

Syamsul Arifin menyebut kejadian ini diakibatkan tingginya curah hujan beberapa waktu belakngan ini mengakibatkan kolam penuh sehingga meluap.

Selain itu, mengingat tingginya curahujan, pihaknya, melakukan pembersihan terhadap kolam.

Samsul juga menegaskan, air luapan yang tumpah tersebut bukanlah limbah buangan pabrik, melainkan air tumpahan dari janjangan sisa pengolahan sawit.

“Kami dari PKS PT BSP sangat menjaga sekali aturan yang ada, terutama mengenai Amdal yang sudah diatur Pemerintah dan kami sangat menjaga betul agar tidak ada masalah sekecil apapun, kecuali faktor alam,” ujarnya Senin 7 Juni 2021.

BACA JUGA :   LASKAR : LSM Sejati Jangan Tebar Hoax, Belajar Jika Tidak Tau Aturan

Ditegaskanya pula, setelah menerima laporan dari kariawan, pihaknya langsung melakukan pengecekan langsung ke pinggir sungai, selain itu, juga dilakukan peninggian bendungan kolam air janjangan kosong.

“Air tampungan hujan di janjangan yang tercampur tanah salah satu penyebab air menjadi berwarna hitam,” jelasnya. (Red)

UPDATE CORONA