Sopir Truk Bunuh 2 Perempuan Muda Lalu Diperkosa, Salah Satu Korban Ditemukan Membusuk di Hutan

oleh -95.489 views

IDUL FITRI

Kupang I Realitas – YT (41), pria yang berprofesi supir truk ditangkap polisi karena terlibat pembunuhan N (19), gadis Desa Noelmina, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, NTT.

N ditemukan tewas membusuk di hutan Senin (17/5/2021).

REALITAS TV

Ternyata bukan hanya N yang menjadi korban. Pada bulan Februari 2021, YT ternyata telah membunuh dan memperkosa seorang siswi SMA berinsial di MB (18).

MB dibunuh dan diperkosa di sebuah tanah kosong di Keluarahan Batakte, Kecamatan Kupang Barat yang masih satu wilayah dengan korban N.

Kasus pembunuhan MB dilaporkan ke Polres Kupang dan masih dalam penyelidikan polisi.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto mengatakan korban N dan MB sama-sama mengenal pelaku di Facebook.

Pelaku kemudian merayu perempuan muda itu untuk bertemu.

“Jadi, mereka awalnya berkenalan di Facebook, kemudian pelaku merayu korban dan mengajak bertemu,” ujar Krisna.

Saat bertemu itulah pelaku langsung memaksa korban untuk melayani nafsu birahi pelaku. Karena korban menolak, pelaku kemudian mengambil pisau dan membunuh korban.

BACA JUGA :   Berantas Aksi Premanisme, Polda Aceh Amankan 32 Pelaku di 15 Lokasi

Setelah itu, pelaku menyetubuhi mayat korban.

“Jadi, pelaku sudah dua kali membunuh dan memerkosa dua korban ini dengan motif dan modus yang sama,” kata Krisna.

TY ditangkap setelah polisi memeriksa sejumlah saksi serta kamera CCTV yang terpasang di kos korban. Termasuk memantau pergerakan nomor ponsel.

Pelaku ambil uang milik korban

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto dalam jumpa pers di Mapolda NTT kepada wartawan mengatakan, pelaku YT berkenalan dengan korban N di media sosial.

Mereka kemudian beberapa kali melakukan komunikasi dan korban berjanji untuk bertemu dengan tersangka.

“Sehingga waktu kejadian pada 14 Mei 2021 lalu, korban lalu diajak oleh tersangka menggunakan sepeda motor dari kos milik pelaku menuju arah Bakunase,” kata Rishian, Jumat (21/5/2021).

Sesampainya di arah Batakte, pelaku langsung berpura-pura menghentikan kendaraan yang jauh dari pemukiman dengan alasan ingin mengunjungi teman tersangka yang rumahnya di dalam hutan.

BACA JUGA :   150 Prajurit Satgas Dari Berbagai Satuan Siap Sukseskan TMMD Reguler Ke-111 Kodim 0735/Surakarta

Korban yang mengikuti pelaku dari belakang langsung masuk menuju hutan mengikuti pelaku.

Sesampainya di hutan, pelaku langsung meminta korban untuk bersetubuh. Namun korban menolak dan hendak melarikan diri.

Lalu langsung mengambil pisau miliknya dan mengancam korban akan dibunuh jika tidak menuruti permintaannya.

“Kemudian pelaku mencekik korban dan membuka paksa pakaian korban, tapi korban melakukan perlawanan dengan mencakar wajah dan alat vital pelaku, sehingga saat itu juga pelaku langsung membanting korban dan menikamnya di bagian dada kiri korban,” sambung Rishian.

Usai menghilangkan nyawa korban menggunakan pisau dan menyetubuhi mayat korban, pelaku langsung meninggalkan TKP dengan mengambil uang Rp 150.000 dan ponsel milik korban.

Mayat ditemukan membusuk

Pada Senin (17/5/2021), saat sedang mengurukur tanah, warga termasuk Lurah Batakte mencium bau busuk.

Saat dicari, mereka menemukan sosok mayat yang sudah membusuk. Mereka pun langsung lapor ke polisi.

BACA JUGA :   Ketua DPRD Tolikara Diduga Terlibat Pasok Senjata di Papua

Berdasarkan hasil olah TKP, polisi menemukan sejumlah barang bukti pakaian milik korban berupa celana luar, baju, celana dalam, masker, uang pecahan Rp 20.000 sebanyak 2 lembar dan sepasang sandal.

Keluarga sendiri mengetahui informasi penemuan jenazah N melalui Facebook.

Kepala Desa Noelmina, Kornelis Riwu Djita membenarkan jika korban adalah warganya. Menurut Kornelis, N adalah anak dari seorang warganya yang bernama Adrianus Welkis.

Menurut orangtuanya, dia ke Kota Kupang karena ada informasi lowongan kerja di sebuah perusahaan jadi dia ingin melamar kerja,” kata Kornelis.

Gadis muda itu diketahui baru menyelesaikan pendidikan SMK tahun 2020 lalu.

Namun, ketika tiba di Kota Kupang nomor ponsel miliknya tidak aktif saat dihubungi kedua orangtuanya.

Saat tagu N jadi korban pembunuhan, pihak keluarga langsung ke Kota Kupang dan langsung menuju Rumah Sakit Bhayangkara untuk mengurus pemulangan jenazah gadis 19 tahun itu. (*)

Sumber: Kps

UPDATE CORONA