Kantor Berita AP dan Al Jazeera Diserang Rudal, Organisasi Media Tuntut Israel Jelaskan

oleh -144.489 views
Kantor Berita

IDUL FITRI

Mediarealitas.com – Kantor Berita AP dan Al Jazeera Diserang Rudal, Organisasi Media Tuntut Israel Jelaskan.

Serangan udara Israel pada hari Sabtu, 15 Mei 2021 menargetkan dan menghancurkan gedung bertingkat tinggi di Kota Gaza yang menampung kantor The Associated Press dan outlet media lainnya.

REALITAS TV

Penyerangan terhadap gedung kantor media ini terjadi pada sore hari, setelah pemiliknya menerima telepon dari militer Israel yang memperingatkan bahwa gedung tersebut akan dihantam.

Setidaknya, tiga rudal berat menghantam gedung 12 lantai dan meruntuhkannya gedung ini.

Dilansir dari kampastv Senin (17/52021) selain dari Kantor Berita AP, gedung ini juga menjadi kantor TV Al-Jazeera yang dikelola Qatar, serta apartemen tempat tinggal.

Militer Israel mengatakan pihaknya menargetkan gedung itu karena diduga berisi aset badan intelijen Hamas, yang katanya menggunakan kantor media sebagai “perisai manusia.”

BACA JUGA :   Partai Masyumi Menjawab Kerinduan Politik Islam Dalam Alam Demokrasi

Namun, AP menyatakan tak ada bukti mengenai klaim tersebut.

Sementara, para staff AP mengumpulkan peralatan mereka dan berhasil mengevakuasi diri dengan selamat.

Gedung tersebut telah digunakan oleh The Associated Press selama 15 tahun untuk meliput situasi konflik antara Israel dengan Hamas.

Dilansir dari detik.com Organisasi-Organisasi Media menuntut penjelasan atas serangan udara Israel yang menargetkan Gaza dan menghancurkan kantor berita di gedung 12 lantai, seperti Associated Press, dan Al-Jazeera. Serangan itu disebut sebagai hal yang tidak dapat diterima dan merupakan bentuk pelanggaran HAM.

Seperti dilansir dari kantor berita Associated Press, Minggu (16/5/2021) diketahui para jurnalis dan penyewa menara Al-Jalaa berhasil dievakuasi dengan aman setelah militer Israel memperingatkan serangan akan terjadi. Sebanyak tiga rudal menghantam gedung dalam waktu satu jam, mengganggu liputan konflik yang sedang berlangsung antara Hamas dan Israel.

BACA JUGA :   EKM Penyebar Hoaks di Papua Kerap Berkomunikasi Dengan Veronica Koman, DPO Kasus di Surabaya

Pejabat Direktur Jenderal Al-Jazeera Media Network, Mostefa Souag, menyebut serangan itu sebagai “kejahatan perang” dan “tindakan yang jelas” untuk menghentikan jurnalis melaporkan konflik tersebut.

“Penargetan kantor berita sama sekali tidak dapat diterima, bahkan selama konflik bersenjata. Ini merupakan pelanggaran berat hak asasi manusia dan norma-norma yang disepakati secara internasional,” kata Direktur Eksekutif Institut Pers Internasional, Barbara Trionfi.

Presiden dan CEO AP, Gary Pruitt mengatakan pihaknya sedang mencari informasi dari pemerintah Israel dan terlibat dengan Departemen Luar Negeri AS untuk mempelajari lebih lanjut alasan dibalik penyerangan kantor media di Gaza.

BACA JUGA :   Innalilahi Ayah Hilda Vitria Meninggal Dunia

Saat memberikan tanggapan, militer Israel berdalih kelompok Hamas berada di dalam gedung yang menjadi target serangan itu. Israel juga dan menuduh kelompok militan tersebut menggunakan jurnalis sebagai tameng namun tidak memberikan bukti untuk mendukung klaim tersebut.

Juru bicara militer Israel, Letkol Jonathan Conricus, mengklaim bahwa Hamas menggunakan gedung itu untuk kantor intelijen militer dan pengembangan senjata. Dia menuduh di dalamnya terdapat teknologi yang sangat canggih yang digunakan kelompok militan untuk melancarkan serangan.

UPDATE CORONA

Tentang Penulis: Editor Rahmad Wahyudi

Gambar Gravatar
Rahmad Wahyudi Adalah Wartawan di Media Realitas