IKLAN YARA

Polres Pidie Tangkap 6 Pelaku Penambangan Emas Ilegal

oleh -163.489 views
Polres Pidie
Ilustrasi tambang ilegal
UPDATE CORONA

Pidie I Realitas – Polres Pidie menangkap enam pelaku penambangan emas ilegal di kawasan hutan pegunungan Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie.

Dalam menjalankan misi ilegal itu, para pelaku menggunakan ekskavator dan tidak memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Keenam pelaku yang di tangkap yaitu Hendra bin M Dahlan (46) warga Gampong Ie Rhob Timu, Kecamatan Simpang Mamplam. Dia merupakan operator alat berat.

Ahmad Ramadhani bin Abu Bakar (31) warga Gampong Jawa, Kecamatan Banda Sakti, Lhoksumawe. Dia merupakan kernet alat berat.

Muhammad Dahril (28) warga Alue Peudada, Kecamatan Baktya Aceh Utara. Pelaku merupakan kernet ekskavator.

Selanjutnya M Jamil bin Ishak (48), warga Gampong Keune Geumpang; Zaman Huri bin Abdullah (52) warga Keune Geumpang berperan sebagai asbuk, dan Iskandar bin Bantasyam (33) warga Gampong Bangkeh Geumpang sebagai asbuk ekskavator.

Kapolres Pidie melalui Kasat Reskrim, AKP Ferdian Chandra mengatakan, penangkapan terjadi di kawasan hutan pegunungan Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, ujarnya.

BACA JUGA :   PAG Gelar Kunjungan Silaturahmi ke Denkesyah Lhokseumawe

Tepat di Pinggiran Alue Saya Km 10 Gampong Keune, Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, Aceh, Selasa (20/4/2021) sekira pukul 07.30 WIB.

Lebihlanjut, Polres Pidie masih memburu MK dan BM yang berperan sebagai pemodal (toke).

Keduanya dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO),” ujarnya Kepada Wartawan, Kamis (22/4/2021).

Lanjut Kasat Reskrim Polres Pidie, barang bukti yang disita di antaranya dua unit alat berat ekskavator, satu unit alat timbangan emas dan satu buah buku Kenko PN-501 hasil catatan jam kerja ekskavator.

Pelaku dijerat dengan Pasal 158 Jo Pasal 36 Jo Pasal 40 UU nomor 3 tahun 2020 tentang Perubahan atas UU nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara Jo Pasal 89 ayat (1) huruf a dan huruf b Jo Pasal 17 ayat (1) huruf a dan huruf b Undang – Undang nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Jo Pasal 55 ayat 1 Ke 1e KUHPidana. Ancaman hukuman yakni pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar. (IN/Red)

BACA JUGA :   Niat Lerai Perkelahian, Anggota TNI di Depok Tewas