Pembelajaran Daring, Solusi Ataukah Sebuah Pelarian

oleh -128.489 views
Solusi
Dwi Ranti Mahasiswa IAIN Langsa

IDUL FITRI

Oleh : Dwi Ranti Mahasiswa IAIN Langsa

Lembaga pendidikan dinilai sebagai salah satu solusi tempat yang cepat menanggapi gelombang penyebaran virus Corona atau covid 19 di sekolah-sekolah yang memiliki jumlah siswa yang cukup banyak sangat berpengaruh terhadap penyebaran covid-19.

REALITAS TV

Selain sekolah-sekolah, universitas-universitas juga ditutup sementara waktu proses belajar mengajar dialihkan di rumah. Semuanya pun berlangsung dari rumah.

Hal itu membuat proses belajar mengajar menjadi tersendat. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menerapkan kebijakan sistem belajar dari rumah belajar dari rumah membuat slogan “Merdeka Belajar” Apa maksud dari slogan tersebut? Dilihat dari fenomena yang terlihat dan impresi secara keseluruhan, proses pembelajaran tidak terkendali.

Tidak dapat dipungkiri bahwa efektivitas kegiatan pemantauan jarak jauh di bawah bimbingan langsung pendidik dan orang tua hanya terjadi dalam beberapa minggu pertama. Tinggal di rumah dan belajar selama pandemi diharapkan bisa terus produktif.

Namun, terkadang orang akan belajar sesuka hati. Dalam hal ini, dia menerapkan prinsip yang ia inginkan. Belajar di rumah adalah tameng dari tuduhan, tuduhan bahwa sistem pendidikan vakum selama Covid-19.

Dalam sistem pembelajaran online ini diasumsikan bahwa seluruh peserta didik dan pendidik memahami teknologi dan fungsi pengoperasiannya. Jika tidak demikian maka akan timbul masalah baru akibat ketidaktahuan dalam proses pembelajaran.

Setelah pemerintah menginstruksikan untuk belajar di rumah, bekerja di rumah, bahkan beribadah di rumah, Sehingga membuat situasi di Indonesia menjadi berbeda.

Hal Ini juga berdampak pada proses pendidikan. Hampir 100% pekerjaan dan kegiatan sekolah dilakukan di rumah.

Dengan fenomena ini, teknologi telah menjadi penguasa dan juga mata masyarakat yang terbius.

Dunia online menambah warna pada segala sesuatu dalam hidup. Kehadiran, materi pelajaran, pekerjaan rumah, kuis, ulangan harian dan berbagai ujian semuanya dilakukan di rumah.

Dengan menggunakan sistem ini, seolah – olah setiap orang tampak pintar tentang sistem online. Namun, fenomena di lapangan menegaskan terdapat beberapa kendala yang dihadapin setiap orang.

Perlu disadari bahwa tidak semua siswa berasal dari keluarga kelas atas.

Tidak semua guru dan siswa di Indonesia menyukai proses milenial ini. Tidak semua orang memiliki peralatan dan laptop. Beberapa orang memilikinya, tetapi akses internetnya sulit. Ada jiga yang tidak memiliki keduanya.

Selain itu, di sisi lain kemampuan dan kreativitas guru menjadi salah satu tuntutan terbesar sistem pembelajaran online maupun jarak jauh.

Di sisi lain, siswa yang gigih dan serius merupakan syarat lain. Namun, keduanya tidak dapat dipisahkan dari jaringan atau koneksi.

Tentunya hal inilah yang menjadi faktor penentu dalam menyelenggarakan pembelajaran online.

Sistem ini sebenarnya merupakan transisi dari metode tatap muka (jarak pendek) ke metode layar-ke-layar (jarak jauh).

Landasannya adalah untuk menghubungkan orang, objek, dan sistem yang dioptimalkan melalui koneksi, dapat diatur secara independen dan dapat memenuhi berbagai kriteria untuk penciptaan nilai lintas jaringan, dan memperoleh semua informasi yang relevan secara nyata.

Tentunya konsep sistem seperti ini sangat membantu siswa dan guru dalam situasi apapun dimana mereka tetap dapat belajar dalam keadaan apapun.

Lantas, bagaimana pengaruh model pembelajaran online ini terhadap proses belajar siswa? Dari fenomena yang terlihat, minat siswa yang mengikuti perkuliahan online sangat kecil.

Nyatanya, kebanyakan orang bosan selama proses pembelajaran.

Beberapa siswa merasa ketinggalan saat bertemu langsung dengan guru kesayangannya. Di semester ini, tidak ada yang dipelajari. Ini adalah reaksi spontan siswa terhadap sistem pembelajaran online virtual.

Saya percaya bahwa sistem pembelajaran online di tengah pandemi adalah solusi sekaligus jalan keluar.

mengapa demikian? Bisa dikatakan solusinya adalah apakah lembaga memberikan masukan dan praktek ketrampilan dalam menembus berbagai fasilitas “e-learning”.

Integrasi fasilitas dan keterampilan guru merupakan salah satu kriteria penting untuk pembelajaran online. Di sisi lain, karena sarana atau ketrampilan pendidik yang minim, jika proses pembelajaran berlangsung semrawut, dapat dikatakan sebagai pelarian.

Banyak keluhan dari siswa yang membenarkan hal ini. Pembelajaran online hanyalah sebuah judul. Banyak guru yang kebingungan dan harus mempelajari berbagai alat pembelajaran online dalam waktu yang singkat. Karena kebutuhan untuk melanjutkan proses pembelajaran segera, kesalahan dan kesalahan harus diadopsi (coba-coba).

Yang terjadi adalah guru hanya memberikan pekerjaan rumah secara online setiap kali memulai pembelajaran, daripada harus menggunakan berbagai Cara yang ada untuk komunikasi tatap muka.

Tanggung jawab utama pendidik adalah bahwa mereka tidak hanya memahami prinsip-prinsip umum yang membentuk pengalaman saat ini dengan menciptakan kondisi lingkungan tertentu, tetapi juga menerima terminologi tertentu, yang sangat kondusif untuk memperoleh pengalaman yang mengarah pada pembelajaran. Pertumbuhan dan perkembangan: perolehan pengetahuan yang diperoleh siswa.

Namun situasi saat ini telah membawa banyak beban bagi siswa, dan membuat pengalaman belajar menjadi membosankan, bahkan jenuh, serta berdampak pada pendidikan tidak bermutu yang diperoleh. Selama proses pembelajaran, para siswa terengah-engah.

Dalam sekejap, tugas menumpuk seperti gunung. Mereka harus berubah menjadi siswa mandiri dalam semalam.

Hal ini disebabkan oleh kegagapan guru yang tidak memiliki keahlian khusus di bidangnya, atau kurangnya keseriusan lembaga untuk merespon dan memaksimalkan perkembangan teknologi di bidang pendidikan. Hal ini terbukti ketika sektor pendidikan menghadapi situasi pandemi.

Terlalu banyak lembaga pendidikan yang belum siap menerapkan sistem pembelajarannya secara online. Jika ini terjadi, maka hal itu dapat dilanjutkan dan diberlakukan. Saya merasa pendidikan gaya lama masih dominan.

Wabah Covid-19 diharapkan tidak hanya menimbulkan kepanikan di ranah publik, tetapi juga menjadi salah satu titik tolak Indonesia (terutama pemerintah dan dinas terkait) untuk berkonsentrasi penuh menggerakkan seluruh anggaran pendidikan tahun ini. untuk membuat titik awal baru.

Kursus virtual; proses belajar mengajar melalui teknologi online, sekaligus mempersiapkan infrastruktur pendukung, ketersediaan jaringan internet, pengelolaan demokrasi yang kompetitif dan partisipasi masyarakat yang berkelanjutan.

Sesuai dengan misi sila kelima “Pancasila”, prioritas harus diberikan kepada keadilan kualitas dan kuantitas pendidikan di Indonesia yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Indonesia Expo; perasaan-perasaan yang sama bahwa proses pendidikan harus memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia Raya.

UPDATE CORONA