Kuasa Hukum Mrh Kasus Dugaan Seksual dan Pemerkosaan Anak Dibawah Umur, Kliennya Tidak Terlibat Pemerkosaan Tapi Blek Ingin Memeras

oleh -658.489 views
Kuasa
Foto: Ketua YARA Langsa, H A Muthallib ibrahim, SE,.SH.,M.Si,.M.Kn.

IDUL FITRI

Langsa I Realitas – Kuasa Hukum Mrh Kasus Dugaan Seksual dan Pemerkosaan Anak dibawah Umur Kliennya Tidak Terlibat Pemerkosaan, Tapi Blek Ingin memeras.

Klien saya tidak terlibat dalam kasus dugaan tindak Pidana pemerkosaan, kasus dugaan pelecehan tindak pidana yang melibatkan 10 orang itu, dewasa 3 orang dan anak anak 7 orang tempat kejadian perkara (TKP) nya bukan disatu tempat ada beberapa tempat dikawasan Kota Langsa bukan hanya ditempat pertama, ada di beberapa lokasi tapi klien saya tidak ikut terlibat.

REALITAS TV

Dari 10 orang yang diduga ikut terlibat 1 orang melarikan diri dan sampai saat ini menjadi DPO Polres Langsa.

Hal ini di ungkapkan Kuasa Hukum Mrh, H A Muthallib ibrahim, SE,.SH.,M.Si,.M.Kn, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Langsa kepada sejumlah awak media, Senin (12/4/2021).

Kasus dugaan pelecehan seksual itu, kliennya hanya terlibat dalam penjemputan saja, dan bukan sendirian pada malam itu, ada dua sepeda motor (kereta), dan dua perempuan, termasuk korban, juga kejadian dugaan pelecehan itu pun bukan di satu tempat, ada beberapa lokasi yang berbeda.

Pelaku juga tidak saling mengenal antara satu dengan yang lain, ujar H Thallib yang juga dosen Fakultas Hukum Unsam.

Lebih lanjut H Thallib yang juga mantan Wakil Ketua PWI Aceh menjelaskan berawal kasus ini disebut sebut kasus utang pi utang, antara Mrh, dengan oknum Blek, utang piutang itu tidak pernah terjadi yang ada hanya Blek ingin memeras Klien saya.

Mrh tidak pernah meminjam uang nya apalagi disebut sebut bayar utang dengan perempuan, ini sangat tidak logis yang benar, Blek ini ingin memeras klien saya meminta uang sebanyak Rp. 250 ribu, dan sebelum kejadian pada malam naas itu Blek sudah beberapa kali menunggu Klien saya di sekolah, ujar H Thallib.

Blek menuduh Klien saya Mrh, pernah terlibat pengoroyokan yang terjadi 1 (satu) bulan yang lalu, dikawasan jalan Matang Seulimeng, sehingga Blek melakukan pengancaman terhadap Klien saya Mrh, lalu terjadi pemerasan.

Kita sudah dapat masukan banyak dan juga saya sudah melakukan investigasi beberapa tempat, termasuk kita dapat masukan dari informasi di luar korban sempat mandi di salah satu toilet SPBU di kawasan Kota Langsa, pada jam 2 malam itu.

Beberapa lokasi kejadian sempat kita investigasi, bukan seperti berita yang beredar selama ini, kita terus gali kasus ini sampai nanti proses hukum ke pengadilan, ujar H Thallib Advokat ini.

Kasus ini segera bergulir kepengadilan, klien saya hanya terlibat dalam penjeputan korban malam itu hanya jalan jalan, bukan untuk berbuat kejahatan, ujar Jurnalis senior ini.

Klien saya ada dua kenderaan pada malam naas itu jalan jalan, dua perempuan dan dua orang laki laki, lalu duduk di satu tempat, klien saya lalu didatangi oleh Blek, lalu Blek telpon kawan kawan nya agar mendatangi lokasi pertama.

Lokasi ke dua dan ketiga tidak lagi ikut serta klean saya, pada malam naas itu klaen saya pulang, dan korban tidak mau pulang dengan Klien saya, dia pergi dengan orang lain, ujar H Thallib.

Kasus ini segera akan bergulir kepengadilan dalam waktu dekat ini, dan kita terus awasi agar kasus ini terang benderang, karena kasus ini berawal dari proses pemerasan yang dilakukan oleh oknum Blek, sehingga anak anak dibawah umur ini jadi korban dalam kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur, ujar nya lagi.

Banyak cerita yang kami dapatkan dilapangan, disamping TKP nya bukan disatu tempat, korban juga sempat dibawa kerumah pelaku dikawasan Kota Langsa dan jalan jalan sampai pagi, makanya kita mengambil kesimpulan sementara bukan pemerkosaan dalam kasus ini.

Kalau kita melakukan analisa korban ada jalan untuk lari, karena bukan tempat gelap dan bukan disekap oleh sekelompok orang, sempat jalan jalan di pusat Kota Langsa sampai tengah malam, tutup H Thallib yang juga Pembina BEM FH Unsam.

Sebelumnya diberitakan media ini Rabu (31/3/2021).

Polres Langsa berhasil mengamankan Sembilan orang pelaku tindak pidana pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur.

Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro, SIK, SH, MH, dalam konferensi pers di Polres Langsa, Rabu (31/3/2021) menjelaskan kepada Wartawan.

Polres

Korbannya, 16 tahun siswi salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Langsa rela dirudapaksa oleh pelaku karena dibarter hutang Rp 300.000 oleh teman korban di sebuah rumah kosong di Langsa Kota, Selasa (16/03/2021) sekira pukul 20.30 wib malam. Ujar Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Langsa Iptu Arief Sukmo Wibowo, SIK pelaku yang di tangkap.

MS, 18 Tahun, Pelajar, Gampong Sungai Pauh Kecamatan Langsa Barat Pemko Langsa.

MOS, 19 Tahun, Pelajar, Gampong Sungai Pauh Kecamatan Langsa Barat Pemko Langsa

MVP, 15 Tahun, Pelajar, Gampong Matang Seulimeng Kecamatan Langsa Barat.

MRE, 17 Tahun, Pelajar, Gampong Sungai Pauh Kecamatan Langsa Barat Pemko Langsa

NS, 17 Tahun, Pelajar, GampongTeungoh Kecamatan Langsa Kota Pemko Langsa.

MH, 19 Tahun, Belum bekerja, Gampong PB. Seulemak Kecamatan Langsa Baro Pemko Langsa.

MKA, 21 Tahun, Belum Bekerja, Gampong Alue Dua Kecamayan Langsa Baro Pemko Langsa.

MNH, 17 Tahun, Eks Pelajar, Gampong Teungoh Kecamatan Langsa Kota PemkoLangsa. Ujar kasat Reskrim Polres Langsa Iptu Arief Sukmo Wibowo.

Dari jumlah tersebut, 1 orang pelaku masih  (DPO) karena melarikan diri, sedangkan 2 pelaku lainnya dijadikan saksi karena ikut meminjam kan sepeda motor untuk antar jemput korban dari satu lokasi kelokasi lainya yang dijadikan tempat rudapaksa oleh pelaku.

Sementara barang bukti yang diamankan berupa, 1unit Handphone merk Vivo 1606 warna putih Y91 IMEI 1 865588031978057 IMEI 2 : 865588031978040.

Selanjutnya, 1 unit sepeda motor merk Honda Kharisma Tanpa Nomor Plat warna hitam No rangka MH1JB21184K454793, Nomor Mesin JB21E1450241.

Dan 1 unit Handphone merk Vivo 1816 type Y91 warna Hitam Biru IMEI 1 : 867906049127913 IMEI 2 : 867906049127905.

1 unit handphone merk Realme C2 type RMX1941 warna biru IMEI 1 : 865518046659913, IMEI 2 865518046659905.

1 unit sepeda motor merk Honda Scoopy warna hitam coklat nopol BL 4074 FT Nomor Rangka MH1JFW113FK127040, nomor mesin JFW1E1132153.

1 unit handphone merk Samsung Type SM-J. Warna Putih IME 1 353516079929012.

1 unit sepeda motor merk Honda Beat Nopol BL 6238 FU, Warna merah Putih dengan Nomor Rangka: MHIJFZ118GK381314, Nomor Mesin: JFZIE1376622. 1 (satu) unit Handphone merk Vivo 1816 type Y91 warna Hitam Biru IMEI 1 : 867906049127913 IMEI 2 : 867906049127

1 unit handphone merk Brand code warna hitam B 11 IME 1 : 3650 II 005084880, IME 2: 3650 II 005084898.

1 unit Sepeda Motor Honda Merk Scopy dengan Nomor Polisi BL 5489 FAC,warna Hitam Putih Nomor Rangka: MHIJM3121KK747859,Nomor mesin: JM31E2742746.

1 unit Sepeda Motor Merk Honda Beat dengan Nomor Polisi BL 4187 ZW warna Putih Lis Biru dengan No Rangka: MH1JFZ117HK855948 dan Nomor Mesin: JFZ1E1861779.

Selanjutnya, 1 buah kain sarung berwarna Coklat muda dan coklat Tua dengan motif garis-garis berwarna putih, 1 Buah Jilbab segi 4 polos berwarna merah marun, 1 Buah Baju berlengan panjang berwarna merah marun dengan dengan tulisan di bagian dada depan “JUST PEACHY” berwarna merah muda.

1 buah celana panjang lie berbahan karet berwarna biru muda, 1 Buah celana dalam polos berwana Merah marun berbahan karet dan 1 Buah Bra berwarna merah muda polos.

Kemudian Pelaku di jerat dengan pasal 47 sub pasal 46 Dan atau pasal 50 sub pasal 48 Qanun Aceh Nomor 06 Tahun 2014 tentang hukum Jinayat sub pasal 55 KUHPidana sub Undang Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak dengan ancaman 200 bulan penjara. Khussus bagi pelaku yang masih dibawah umur hukumannya 1/3 dari hukuman pelaku dewasa. (*)

UPDATE CORONA