Dayah Sebagai Muara Ilmu Agama

oleh -241.489 views
Foto: Mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam, IAIN Langsa, Herawati.

IDUL FITRI

DAYAH atau pesantren merupakan suatu lembaga pendidikan dan pengajaran agama Islam. Pada umumnya pendidikan dan pengajaran tersebut diberikan secara non-formal.

Di mana Tengku mengajar para santri berdasarkan kitab kuning yang tertulis dalam bahasa arab. Dan mereka tinggal dalam pondok atau asrama dalam pesantren tersebut.

REALITAS TV

Dayah adalah satu-satunya lembaga pendidikan yang sangat mengakar sejak Islam bertapak di Aceh. Yang dimulai dari pendirian dayah Cot Kala Langsa, dayah ini merupakan pusat pendidikan tinggi Islam pertama di Asia Tenggara. Yang kemudian menyebar hingga ke berbagai penjuru daerah sampai ke Nusantara.

Lembaga pendidikan dayah juga berasal dari Nabi dan para sahabat, oleh sebab itu pendidikan yang berada di dayah lebih banyak diwarnai dengan pendidikan keagamaan dan kecintaan kita terhadap Allah dan Rasulullah SAW.

Dari pendidikan dayah mampu mencetak para ulama-ulama besar dan para tengku-tengku yang sangat luarbiasa dalam pemahaman ilmu agama.

Pendidikan dayah  masih menjadi prioritas bagi masyarakat Aceh. Yang ditandai betapa banyaknya dayah atau pesatren yang berada di Aceh, yang jaringannya tidak hanya di desa saja tetapi banyak juga terdapat di Kecamatan, Kabupaten bahkan di kota.

Dayah juga terus mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang bisa kita lihat sekarang ini banyak furu’ (cabang) dayah yang sudah didirikan.

Kabupaten Aceh Timur adalah salah satu wilayah dalam provinsi Aceh yang sangat kental dengan penegakan syari’at Islam dan juga pendidikan agama yang baik.

Terdapat 82 dayah yang beroperasi dan terdaftar kepada pemerintah yang dapat dijadikan bukti, bahwa Kabupaten Aceh Timur sangat mengedepankan atau meprioritaskan pendidikan agama Islam (Dayah).

BACA JUGA :   Imbau Masyarakat Untuk Tetap Mudik, Pria di Aceh Dijemput Polisi

Banyak dayah di desa maupun di kecamatan tersebut. Dayah Futuhul Mu’arif Al-Aziziyyah (FMA) merupakan salah satu dayah yang terdapat di Aceh Timur tepatnya di desa Bukit Selamat.

Dayah ini merupakan cabang kelima (Furu’ Khamis) dari dayah Seuriget yang terletak di Langsa Barat di bawah pimpinan Abana Murdani Muhammad. Dayah FMA furu’ Khamis ini merupakan dayah salafi layaknya dayah pada umumnya.

Tidah bisa dipungkiri bahwa dayah sampai saat ini masih sangat berjasa dalam meningkatkan ilmu agama, dengan menimba ilmu dan memperdalam ilmu agama di dayah dapat merubah nilai-nilai karakter yang positif bagi santri.

Upaya dalam peningkatan ilmu agama di dayah akan lebih mudah diapahami dan diterapkan, karena ilmu  yang dipelajari di dayah diajarkan secara tafsil (terperinci).

Orang yang mengajar di dayah biasanya disebut Tengku, baik itu laki-laki maupun perempuan, mereka mengajar para santri di dayah dari hal agama yang paling mendasar dengan sedetil-detilnya, hingga santri benar-benar memahami nya.

Banyak kelebihan yang diajarkan di dayah, mulai dari diajarkan kita untuk hidup lebih mandiri dan bertanggung jawab, serta hubungan dengan sesama di dayah seperti keluarga sendiri, menjalin ukhuwah Islamiyah, saling menyayangi dan tolong menolong dengan sesama.

Sebagaimana perumpamaan yang disebutkan Rasulullah SAW dalam sebuah hadis riwayat Muslim  yang artinya:

“Perumpamaan seorang Mukminin dalam berkasih sayang adalah laksana satu tubuh yang apabila salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lan ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam”. (HR. Muslim)

Pendidikan dayah sudah membuktikan begitu banyak manfaat besar yang diterima dari hasil perkembangan pendidikan dayah di kabupaten selama ini.

BACA JUGA :   Dalam Bulan Ramadhan Ini, BKSS Riau Berbagi Takjil Pada Masyarakat

di tengah kemelutnya berbagai pengaruh di era globalisasi yang melanda, maraknya game online di mana-mana, Justru generasi kabupaten Aceh Timur ini mampu diarahkan dan dicegah dari beragam kenakalan dan kelakuan up normal.

Kegiatan mereka di dayah lebih fokus dalam menimba ilmu agama, yang di mulai pada pagi hari selelah shalat shubuh berjamaah hingga malam hari.

Pendidikan agama Islam akan terus menjadi prioritas oleh setiap kalangan. Kendati pun demikian, bukan berarti mengabaikan perkembangan ilmu dunia dan teknologi, tetapi setidaknya masih mampu untuk mengimbangi dan tidak menomor duakan pendidikan agama Islam. Pertumbuhan agama atau dayah di Aceh terus mengalami peningkatan dan perkambangan.

Banyak hal yang diajarkan di dayah agar dapat meningkatkan ilmu agama, yaitu dengan menanamkan nilai-nilai keimanan agar dapat mencapai keridhaan Allah SWT.

Dan menimba ilmu agama ini semata-mata karena Allah dan Agama-Nya. Ini merupakan salah satu perwujudan dari rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya.

Karena apabila kita bersyukur maka kenikmatan yang lebih besar akan kita diperoleh. Peraturan dan kebijakan yang sangat tepat yang diterapkan di dayah kepada para santri yaitu, para santri tidak boleh membawa gadget dan sejenisnya karena itu akan membuat para santri lalai dalam menimba ilmu.

Dengan peraturan yang demikian tidak membuat para santri tertinggal dalam dunia teknologi yang serba modern, justru santri akan semakin mengalami peningkatan dalam ilmu agama. Karena, mereka akan lebih fokus dalam memperdalam ilmu.

BACA JUGA :   Masyarakat Kuansing Tidak Pernah Masalahkan Peti

Perkembangan zaman yang sangat cepat, berbagai bentuk teknologi menjadi sahabat abadi bagi generasi, maka hanya kekokohan iman yang mampu mebentengi generasi muda dari berbagai arus zaman.

Dan gunanya pendidikan agama bagi umat Islam adalah pondasi yang dapat membangun generasi penerus bangsa untuk membawa ke arah yang lebih baik.

Itulah mengapa pentingnya meningkatkan ilmu agama di era globalisasi sekarang ini, apabila kita tidak berhati-hati dan jika tidak ada pondasi keimanan maka akan terjerumus kejalan yang salah.

Pendidikan dayah yang menanamkan nilai-nilai keteladanan atau memperlihatkan bekas yang positif dari ibadahya dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini di karenakan ibadah dalam Islam bukanlah sesuatu yang dilakukan hanya sekedar formalitas saja, yang tujuannya untuk menggugurkan kewajiban, melainkan ibadah itu harus meningkatkan keimanan, kesucian hati, serta ketakwaan kepada Allah.

Oleh karena kita harus membekali diri dengan meningkatkan ilmu agama melalui pendidikan dayah agar kita tidak mudah terjerumus ke jalan yang salah.

Tugas kita sebagai seorang muslim adalah kita harus saling bahu-membahu dalam menegakkan kebenaran, apalagi kita tidak mungkin bisa melakukannya secara sendiri-sendiri, karena sifat tolong menolong antar sesama muslim harus diwujudkan agar kita semua selalu berada di jalan yang lurus.

Oleh : Herawati

Mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Langsa

UPDATE CORONA