32 Nelayan Aceh Yang Ditangkap Otoritas Thailand Dalam Keadaan Sehat

oleh -134.489 views
32 Nelayan Aceh
12 nelayan Aceh ditangkap di Perairan Pulau Nikobar. Nelayan (ilustrasi)(Republika/Wihdan Hidayat)

IDUL FITRI

Banda Aceh I Realitas – Terpantau sesuai laporan Konsulat Jenderal Repubil Indonesia (KJRI) Songkhla WNI 32 nelayan Aceh dalam keadaan sehat dan terus dipantau kesehatannya oleh otoritas setempat,” kata Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh Miftach Cut Adek, di Banda Aceh, Kamis (15/4/2021).

Lembaga Panglima Laot (laut) Aceh telah menerima laporan dari Konsulat Jenderal (KJ) RI Songkhla bahwa 32 nelayan Aceh yang tertangkap otoritas Thailand dalam keadaan sehat.

REALITAS TV

Sebelumnya, KJRI di Songkhla menemui nelayan Aceh yang ditangkap otoritas Thailand pada Senin (12/4) setelah menerima laporan adanya nelayan asal Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi, Kabupaten Aceh Timur yang tertangkap tersebut.

Lebih lanjut Miftach mengatakan, berdasarkan informasi dari Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP RI, nelayan Aceh yang tertangkap di perairan Andaman 32 orang dari sebelumnya dilaporkan 34. Ternyata dua lainnya berhasil kabur.

Dilansir dari ihram.co.id sebanyak 32 nelayan asal Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi, Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh ditangkap otoritas Thailand karena telah memasuki wilayah teritorial perairan laut negara tersebut. Ke-32 nelayan tersebut merupakan awak Kapal Motor (KM) Rizky Laot, berukuran 60 gross tonage (GT). ujarnya.

Adapun 32 nelayan tersebut antara lain Abdul Halim sebagai nakhoda, serta anak buah kapal (ABK) yakni Ridwan Daud, Dian, Murdani, Nasruddin, Safrizal, Irwandi, Junaidi, Husaini, Ismail, Aris, Nurdin, Muliadi, Sayuti. Kemudian, Abdul Anzit, Zainal Abidin, Junaidi, Abdul Halim, Munir, Hidayatullah, Zulkifli, Darkasyi, Maulana, Joni Iskandar, Boihaki, Muhammad, Jamian, Rusli, Raju Umar, Budi Setiawan, Maulidin dan Ramadhani.Sementara dua nelayan yang berhasil melarikan diri dan sudah sampai kembali di Aceh yakni Faizal dan Abdurrahman. (ihram/red)

UPDATE CORONA