Yanto Eluay: Warga Papua Dukung Otsus dan DOB, Hanya Segelintir Yang Menolak

oleh -108.489 views
Yanto Eluay

IDUL FITRI

Papua I Realitas – Yanto Eluay: Warga Papua Dukung Otsus dan DOB, Hanya Segelintir Yang Menolak.

Hampir semua masyarakat dan tokoh yang merupakan masyarakat asli Papua menerima kebijakan pemerintah terkait dana Otonomi khusus (Otsus) dan pembentukan daerah otonomi baru (DOB). Hanya sebagian kecil yang menolak program tersebut.

REALITAS TV

Hal ini disampaikan Putra dari legenda pejuang Papua merdeka Theys Hiyo Eluay, Yanto Eluay di Jayapura-Papua, Rabu (03/03/2021). Yanto Eluay mengatakan, hampir semua masyarakat Papua mendukung otsus tetap berjalan dengan perlunya evaluasi.

BACA JUGA :   Satgas Yonif 642/Kps Ikuti Halal bi Halal Secara Virtual Satuan Jajaran Kodam XII/Tpr

“Otsus dan DOB itu program pemerintah dan sudah ada tim kerjanya di setiap wilayah di Papua. Sikap kami mendukung penuh program ini, khususnya Otsus tetapi harus dievaluasi,” kata Yanto Eluay.

Adanya berita yang beredar bahwa adanya elemen masyarakat yang menolak Otsus dan DOB, kata yanto hal itu tidak bisa disama ratakan “Suara mereka tidak mewakili masyarakat Papua secara keseluruhan” tegas Yanto.

BACA JUGA :   Terapkan Prokes Bupati Batu Bara & Seluruh Jajaran OPD Sholat Idul Fitri

“Rakyat Papua masih banyak juga yang mendukungnya, karena mereka mau maju. Sama halnya dengan Otsus, banyak yang masih ingin berlanjut agar bisa lebih sejahtera,” imbuh Yanto.

Ali Kabiay salah seorang tokoh pemuda Papua menyampaikan hal yang sama bahwa Otsus harus berlanjut dengan diaudit dan dievaluasi secara menyeluruh. “Dengan begitu kita bisa melihat kekurangannya nanti”. ucapnya.

“Setiap program itu ada evaluasinya. Karena dengan bgitu maka kita akan tahu di mana kekurangan dan kelebihannya untuk menjadi pertimbangan otsus mendatang,” katanya.

BACA JUGA :   Sholat Idul Fitri 1442 Hijiriah, Pj. Bupati Muara Enim, Imbau Untuk Sholat Dirumah Saja

Selain itu Ali Kabiay juga menyampaikan pandangannya terkait pembangunan gadung baru kantor Gubernur yang rencananya akan dibangun 22 lantai, menurutnya rencana itu mubazir.

“Rakyatnya masih susah, malah pemerintahnya sibuk mau bangun gedung baru dengan 22 lantai. Ini mubazir dan belum mendesak,” pungkasnya. (*)

UPDATE CORONA