Remaja Warga Desa Jati Tewas Akibat Terkena Sengatan listrik Jebakan Tikus di Sawah

oleh -132.489 views
Remaja Warga

IDUL FITRI

Karanganyar I Media Realitas.com remaja warga Desa Jati tewas akibat terkena sengatan listrik jebakan tikus di Sawah.

Bagas Pamungkas (16), seorang remaja warga Desa Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar tewas akibat terkena sengatan listrik jebakan tikus di salah satu pematang sawah dekat rumahnya, Jumat (05/03/2021) malam pukul 19.30 WIB.

REALITAS TV

Menurut Kapolsek Jaten AKP Achmad Riedwan Prevost, korban saat itu hendak buang air kecil “Korban bersama dua temannya saat itu sedang jaga pos ronda,” katanya kepada Wartawan Sabtu (06/03/2021).

“Setelah itu korban mencari lokasi untuk buang air kecil yang ada di pematang sawah,” ungkapnya  Hingga akhirnya korban ditemukan telah tergeletak oleh kedua temannya dan kemudian dilarikan ke Rumah Sakit PKU Karanganyar.

BACA JUGA :   Bupati Zahir Lantik Pengurus Kelompok Kerja, Bunda PAUD Masa Bakti 2021-2023

“Sebelumnya korban sempat berteriak minta tolong, dan kemudian tergeletak pingsan,” terangnya Namun nahas, nyawa korban tak bisa diselamatkan dan dinyatakan meninggal pada pukul 22.30 WIB.

Terpisah, Kanitreskrim Polsek Jaten, Iptu Suwandi kemudian melakukan olah TKP dan menyita sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian.

“Kami menyita kabel listrik sepanjang tiga meter, hasil visum sudah kami kantongi, dan nantinya para saksi akan kami periksa,” ungkapnya

Pemilik sawah juga sudah ditemui oleh pihak Polsek Jaten dan telah berjanji tidak akan memasang perangkap yang berbahaya lagi.

BACA JUGA :   Polisi Berhasil Tangkap Pria Penyekapan Lima Bocah di Tanah Jambo Aye, Aceh Utara

“Kami berharap warga tidak ada lagi yang memasang jebakan tikus beraliran listrik, bahaya!,” tegasnya.

Jangan untuk Nyetrum Tikus

Jebakan tikus yang dialiri listrik hingga memakan korban jiwa juga terjadi di Sragen Sikap tegas ditunjukkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen terkait insiden petani tewas tersengat listrik jebakan tikus.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sragen Tatag Prabawanto mengatakan, listrik tidak digunakan untuk membasmi tikus di sawah.

Ia tak menampik jika jebakan tikus yang dialiri listrik efektif untuk membasmi tikus di sawah Namun demikian, keberadaan perangkap tersebut justru dapat membahayakan petani itu sendiri.

Ia meminta listrik digunakan sesuai fungsinya “Ya jangan untuk nyetrum tikus,” ujarnya, Jumat (06/11/2020).

BACA JUGA :   Sekda Aceh Timur Gelar Rapat Koordinasi Terkait PPKM dan Vaksinasi Untuk Masyaratat

Gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Sragen diminta untuk mengajukan obat pembasmi tikus ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sragen.

“Nanti pengajuannya akan diteruskan ke laboratorium hama Provinsi Jawa Tengah,” katanya.

Tatag menegaskan, petani yang masih memasang jebakan tikus listrik agar segera dicabut supaya tidak memakan korban jiwa lagi.

Apabila imbauan dari pemerintah tidak diindahkan, petugas yang bersangkutan tidak segan-segan untuk mencabutnya.

“Kalau tidak bisa diberitahu ya langsung dibredel,” kata dia Sebelumnya diberitakan, sejauh ini di Kabupaten Sragen sudah ada 12 orang meninggal dunia akibat tersengat listrik jebakan tikus. (*)

Sumber : (Trb)

UPDATE CORONA