Etika dan Moral Pejabat Publik Tidak Elok di Contohkan

oleh -135.489 views
Etika

IDUL FITRI

Banda Aceh | Mediarealitas.com – Etika dan Moral Pejabat Publik Tidak Elok di Contohkan.

Isu perpolitikan Indonesia sedang hangat dibicarakan, baik di media sosial, warung kopi, televisi, maupun di berbagai media cetak.

REALITAS TV

Hal ini karenakan adanya Gerakan Pengambilalihan Paksa Partai Demokrat (GPK PD) oleh Kepala Staf Presidenan (KSP) Moeldoko.

Moeldoko sendiri dipilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar pada Jumat (5/3/2021) di Deli Serdang.

Sehingga menuai banyak sorotan dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa.

Supriadi, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Malikussaleh Lhokseumawe (UNIMAL) ikut berkomentar dalam hal ini. Kamis, (11/03/2020).

Supriadi menilai, gerakan yang dilakukan oleh Kepala Staf Presidenan (KSP) Moeldoko tidak bisa di benarkan sebab bertentangan dengan etika pejabat publik.

“Tugas KSP itu memastikan program-program prioritas nasional untuk dilaksanakan sesuai visi dan misi presiden, bukan memastikan pengambilalihan dari suatu partai”, Ungkap, Supriadi.

Budaya politik yang tidak baik, lanjut Supriadi, terus di pertontonkan oleh elit politik sehingga kepercayaan masyarakat hilang terhadap netralitas dari pejabat publik yang semakin hari semakin berlakuan aneh.

“Kita meminta Presiden Jokowi harus mengevaluasi Kepala Staf Presidenan (Moeldoko) yang terlibat dalam gerakan pengambilalihan paksa Partai Demokrat dari Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono yang sah”,

Sekali lagi, ini menyangkut etika dan moral dari pejabat publik. Ujar, Supriadi Mahasiswa Parcasarjana Unimal. (*)

UPDATE CORONA